Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
69. BIOLOGI VS EKONOMI


__ADS_3

Esok hari, sesuai janjinya Galih menjemput Hesti untuk pergi ke depok mencari kodok. Hesti sangat senang dan bersemangat sekali hari ini. Senyum sumringah Hesti tanpa dirinya sadari Galih mempethatikanya. Galih yang melihat wajah senang dari Hesti sangat percaya diri Hesti menganggumu ketampananya. Tanpa ragu, Galih menggoda Hesti yang senyum senyum sendiri di dalam mobil.


"Hes, dari tadi senyum senyum aja nih, aku tahu kok aku tampan. Tapi santai saja, aku senang kamu tatap terus." ucap Galih


"Eh, siapa juga yang ngeliatin kamu mas, lha wong saya cuma seneng aja hari ini ada yang menggantikan saya berburu kodok." jawab Hesti


"Oh, jadi kamu takut pegang kodok? katanya buat praktikum, kok takut?" sindir Galih


"Ya tidak apa apa dong,saya kan perempuan. Kalau perempuan wajar dong saya takut kodok. Besok saya nyuruh teman saya yang bius kodoknya biar pingsan dan nggak loncat loncat." jawab Hesti


"Lalu diapain tuh kok dibius segala," ucap Galih


"Terus saya bedah tubuh kodoknya dan terus diambil organya." lanjut Hesti percaya diri


Galih terdiam sejenak memikirkan betapa menjijikanya kodok yang di bedah dan diambil organya. Membayangkan saja Galih merasa jijik, apalagi saat melakukanya. Galih bersyukur dirinya dulu kuliah jurusan manajemen bisnis dan sekarang bisa bekerja di perusahan. Namun jujur saja Galih menjadi merinding saat nanti akan berburu kodok.


Mobil yang dilkemudikan Galih masih belum berjalan. Hesti merasa Galih mengulur ulur waktu. Hesti menatap raut wajah gelisah dari Galih langsung mengangetlan Galih dengan menggepuk bahunya.


"Dorrr..." ucap Hesti menggepuk bahu Galih


"Haahh..." jawab Galih terkejut


"Hihi...ayo jalan mas, nanti keburu kemaleman pulangnya.Budhe saya sudah menunggu." ucap Hesti


"Eh, iya ini jalan kok, kamu itu kecil kecil jahil juga." jawab Galih


Galih kemudian menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil suasana nampak hening tidak ada pembicaraan. Galih yang tidak mau perjalanamya membosankan mencoba mengajak pada Hesti


"Hes, kamu gak kasihan sama kodoknya? emang gitu ya praktikumnya?" tanya Galih

__ADS_1


"Iya emang praktikumnya gitu Mas, praktikumnya tentang anatomi hewan vertebrata." jawab Hesti


"Vertebrata? maksudnya kodok?" tanya Galih


"Vertebrata adalah istilah untuk menyebut hewan yang bertulang belakang. Salah satunya amphibi. Amphibi merupakan kelompok hewan yang mempunyai fase kehidupan di air dan di darat. Contoh hewan golongan amphibi itu kodok yang akan aku buat praktikum." jawab Hesti


"Terus kodoknya nantinya mati? kejam bener kamu Hes," saut Galih


"Hehe...iya emang benar sih. Tapi karena untuk keperluan penelitian dan edukasi tidak apa apa. Sekarang saya tanya balik Mas Galih suka ayam goreng nggak?" ucap Hesti


"Suka banget." jawab Galih


"Lha terus, mas kejam juga dong karena bunuh ayam terus mas goreng dan memakanya hehe..." saut Hesti


"Mengapa kejam? kan untuk memenuhi kebutuhan primer kita. Ingat kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup. Contohnya yaitu ada pangan (makanan), sandang (pakaian), dan papan (tempat tinggal)." jawab Galih


"Alah...Mas Galih bisa aja." saut Hesti


"Kalau saya kan jelas untuk memenuhi kebutuhan primer atau bertahan hidup.Semua orang juga pastinya memerlukan makan untuk bertahan hidup. Lha kalau praktikumu cuma buat dapat nilai hehe..." sindir Galih


"Eh, Mas harus tahu praktikum praktikum biologi ini, ada manfaatnya juga dalam kehidupan sehari hari." jawab Hesti


"Apa?" tanya Galih


"Ya contohya sebagai edukasi kita tahu mengapa kodok bisa hidup di dua alam. Dalam praktikumku besok, aku juga mengidentifikasi sistem pernafasan pada kodok. Sehingga hikmahnya kita bisa mensyukuri kebesaran Tuhan menciptakan berbagai mahkluk hidup yang beraneka ragam." jawab Hesti


"Hmm...boleh juga, ada manfaatnya juga ternyata." saut Galih


Galih tidak melanjutkan perdebatan karena sepertinya Hesti sudah mengantuk. Galih melihat berkali kali Hesti menahan kantuknya tidak mau tidur. Galih merasa tidak tega membiarkan Hesti menaham kantuknya menyuruhnya tidur.

__ADS_1


"Hes, kamu tidurlah jangan ditahan." ucap Galih


"Emang mas tahu rumah budheku di Depok?" tanya Hesti


"Gini aja, ponselmu biar aku bawa, terus kamu tidur saja. Biar aku yang baca maps nya." jawab Galih


"Iya udah deh." ucap Hesti menyerahkan ponselnya


Hesti kemudian tertidur menyandarkan kepalanya di jendela mobil. Galih menatap wajah imut Hesti ingin sekali dirinya menciumnya. Namun Galih menahan hasratnya itu dengan kembali fokus mengemudi.


Saat Galih fokus mengemudi, tiba tiba ponsel Hesti yang dibawanya berdering. Awalnya Galih membiarkanya, namun ponsel Hesti terus saja berdering. Galih mencoba mengecek siapa yang menelepon ternyata hanya ada nomer tidak dikenal. Galih akhirnya memutuskan memberhentikan mobilnya di tepi jalan sejenak kemudian menngangkat telepon dari nomer tidak dikenal itu.


Tut...Tut...


📞 "Hallo, Hesti ini aku Joshua,"


📞 "Aku ingin kita balikan Hes. Maafkan aku, aku menyesal. Kemarin aku terlalu egois."


📞"Hes, jawab aku? Tolong maafkan aku.


aku akui aku bersalah, tapi kamu masih cinta kan sama aku?"


(Ucap nomer tidak dikenal)


Entah mengapa Galih merasa kesal dengan pria bernama Joshua yang menelepon Hesti barusan. Galih tidak suka Hesti berhubungan dengan pria lain. Tanpa ragu, Galih mematikan sambungan teleponya dan melanjutkan perjalananya.


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2