
"Saya tinggal bersama suami dan satu anak laki laki. suami saya mengidap leukimia sudah dua tahun ini," ucap Bu Halimah.
"Sekarang gimana keadaan suaminya? dan anak ibu gimana sekarang?" tanya Daniel
"Suami saya di rumah, sementara anak saya sekarang kerja pagi siang jualan ikan hias keliling, sore ngajar TPQ, malam harinya kerja di pom bensin, saya kasihan sama anak saya. makanya saya mau kerja," jawab Bu Halimah menangis
Chintia, Hesti, dan Nenek Irah ikut menangis saat itu.
"Anak ibu umur berapa?" tanya Daniel
"20 tahun, dia tidak lulus SMA karena tidak ada biaya." jawab Bu Halimah
"Suami ibu dulu kerja apa?" tanya Daniel
"Sebenarnya dulu suami saya bekerja sebagai karyawan pabrik tapi tiba tiba dipecat tanpa sebab. akhirnya semenjak kejadian itu, suami saya kerja jualan ikan hias keliling. tiga tahun bekerja, suami saya sakit, dan divonis leukimia. anak saya saat itu langsung menjadi tulang punggung keluarga di usianya yang ke 18 tahun, dia rela tidak melanjutkan sekolahnya demi biaya pengobatan ayahnya," jawab Bu Halimah
Semua wanita di ruang tamu menangis mendengar cerita Bu Halimah. Daniel dan Galih ingin sebenarnya ikut menangis tapi mereka tahan. Mendegar cerita pilu anak Bu Halimah, Daniel penasaran dengan anak dari Bu Halimah laki laki atau perempuan. Tanpa ragu Daniel langsung menanyainya.
"Maaf, anak ibu laki laki atau perempuan?" tanya Daniel
"Laki laki, nama anak saya Ihsan," jawab Halimah
"Baik Bu, kalau bisa besok Jonan akan saya utus membawa suami ibu ke rumah sakit agar dapat perawatan," ucap Daniel
"Terima kasih banyak Tuan," jawab Halimah
"Baik Bu, sekarang ibu bisa mengakrabkan diri bersama anak saya Erlan, semoga Erlan nyaman sama ibu," saut Daniel
"Iya Tuan,"jawab Bu Halimah
Bu Halimah langsung mengambil Erlan di gendongan Chintia. Erlan yang digendong Bu Halimah sangat anteng dan tidak menangis.
__ADS_1
------------
Sore hari, Bu Halimah pulang ke rumahnya melihat keadaan suaminya yang lemah tak berdaya di ranjang. Selama Bu Halimah keluar rumah, Halimah menitipkan suaminya kepada tetangganya Pak Karman jika anaknya tidak dirumah. Pak Karman adalah tetangga yang baik hati. Pak Karman juga merupakan juragan ikan ****** yang memperkerjakan suami Bu Halimah dulu dan anak Bu Halimah sekarang berjualan ikan hias keliling.
"Pak Karman, bagaimana keadaan suami saya?" tanya Bu Halimah
"Masih sama Bu, demamnya belum turun, tadi saya kompres," jawab Pak Karman
"Iya Pak, terima kasih telah menjaga suami saya," ucap Bu Halimah
"Iya Bu, hari ini gimana bu pekerjaanya?" tanya Pak Karman
"Alhamdulillah, majikan saya baik sekali. insyallah besok suruhan majikan saya membawa suami saya ke rumah sakit melakukan perawatan," jawab Bu Halimah
"Wah iya Bu alhamudillah, Ihsan pasti senang dengan berita ini," jawab Pak Karman
"Iya Pak, Ihsan pasti senang," saut Bu Halimah
"Assalamualaikum," ucap Ihsan
"Waalaikumsalam," jawab Pak Karman dan Halimah
Ihsan berjalan menghampiri Pak Karman.
"Pak hari ini saya dapat uang 95.000," ucap Ihsan
Pak Karman menerima uangnya lalu memberi uang kepada Ihsan
"Ok saya terima, berarti dapat 30 ya?" ucap Pak Karman
"Iya Pak, tidak apa apa," jawab Ihsan
__ADS_1
"Baiklah, semoga besok jualanmu ramai. bapak tinggal dulu. assalamualaikum," ucap Pak Karman
"Waalaikumsalam," jawab Ihsan
Ihsan yang mendapatkan uang 30 ribu menyerahkanya pada Bu Halimah.
"Buk, ini untuk ibu," ucap Ihsan
"Maaf ya Nak, ibuk dan bapak jadi membebanimu," jawab Bu Halimah
"Tidak apa apa bu, Ihsan mandi dulu mau siap siap ke TPQ," saut Ihsan
"Eh tunggu dulu Nak, ibu dapat kabar bahagia. ibuk hari ini kerja jadi baby sister, majikan ibu baik sekali besok bapakmu dibawa ke rumah sakit," jawab Bu Halimah
"Ibu kerja? lalu bapak gimana?" tanya Ihsan
"Pak Karman yang jaga bapak selama ibuk kerja. sekarang kamu mandi dulu ibuk siapin makanan," jawab Bu Halimah
"Iya Buk," saut Ihsan
15 menit kemudian, setelah melakukan ritual mandi. Ihsan menyantap makanan nasi dengan lauk tempe goreng, kerupuk, dan kecap dengan lahap. Bu Halimah dari jauh melihat anaknya makan nasi dengan lauk sederhana itu dengan lahap meneteskan air matanya.
"Maafkan ibu Nak, ibu dan bapak tidak bisa membahagiakan kamu kamu. insyallah, kedapanya semoga dengan ibu bekerja di keluarga Pak Daniel, bisa meringankan beban kamu Nak," batin Bu Halimah
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1
nb : Siapa sebenarnya Bu Halimah dan Ihsan?