Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
61. MERASA BERSALAH


__ADS_3

"Kriek" (bunyi robekan)


Chintia menoleh kebelakang dirinya terkejut rok yang dipakainya robek.


"Astagfirullahuladzim," ucap Chintia


"Ada apa, Chin?" tanya Maria


"Aku menduduki sesuatu. rok ku robek," jawab Chintia panik


Maria ikut panik saat melihat rok yang dipakai Chintia robek. Maria jelas menduga Rosa dan Niken telah merencanakan semua ini. Karena memang rencana mereka bertiga adalah menjebak Chintia duduk di kursi yang dilumuri lem karet. Alhasil, rok Chintia robek menampakan pakaian dalam bagian belakangnya. Maria tahu rencananya bersama Niken dan Rosa berhasil. Tapi dirinya nampak tidak senang justru dirinya ikut panik membantu Chintia.


"Eh, Chin sebaiknya kamu pulang saja ya, aku antar," ucap Maria


"Tapi lewat mana Mar, aku takut kalau harus lewat belakang," jawab Chintia


"Dan gak mungkin juga kamu lewat depan, kamu pasti jadi pusat perhatian," ucap Maria


"Terus aku harus gimana?" tanya Chintia hendak menangis


Melihat Chintia yang hampir menagis Maria merasa bersalah. Maria ingin mengakui jika semua itu adalah perbuatanya bersama Niken dan Rosa. Tapi dirinya takut mengatakanya pada Chintia. Di pikiran Maria sekarang adalah bagaimana cara menolong Chintia. Hingga akhirnya Maria memiliki ide untuk menolong Chintia.


"Chin, suami kamu di rumah kan? coba telepon atau chat saja suami kamu. kita duduk lagi aja di kursi. biar teman teman lainya tidak melihat sisa robekan rokmu di kursi," ucap Maria


"Suamiku kerja satpam, tapi karena ini kondisinya genting aku akan chat suamiku," jawab Chintia

__ADS_1


"Iya, sambil chat suamimu, kita duduk lagi disana yuk," ucap Maria


"Iya ayo," jawab Chintia


Chintia dan Maria kembali duduk di kursi taman. Saat duduk di kursi Chintia memberi pesan kepada suaminya melalui aplikasi whatsapp.


📩 "Mas, tolong kamu ke taman rumah Bu Hartatik. susul aku Mas, aku tidak sengaja menduduki kursi yang terlumuri lem karet. sekarang rok ku robek. aku takut Mas, tidak berani keluar," pesan Chintia


5 menit kemudian terdapat notifikasi pesan masuk dari Daniel.


📩 "kamu tetap disana jangan kemana mana. jangan panik, Mas berangkat sekarang," balas Daniel


Chintia merasa lega dirinya mendapat pesan dari suaminya akan menjemputnya. Jujur saja sebenarnya Chintia menaruh kecurigaan pada Maria. Chintia merasa Maria bersama Niken dan Rosa mengerjainya. Ingin sekali Chintia mengintrogasi Maria yang sekarang duduk disampingnya. Tapi Chintia tidak mau berprasangka buruk terhadap Maria dan berusaha menahan gejolak amarahnya. Lagipula Maria telah membantunya saat ini. Tanpa berpikir panjang, Chintia berterima kasih pada Maria.


"Maria, terima kasih ya sudah mau menolong aku, suamiku akan datang," ucap Chintia


"Apa dia tidak mencurigaiku? dia tidak bertanya padaku? dia langsung berterima kasih padaku? Chintia, jujur aku merasa bersalah melakukan ini kepadamu. kamu orang baik, maafkan aku, aku butuh waktu untuk mengakuinya." batin Maria


Tak lama kemudian, Niken, Rosa dan tamu undangan berjalan menuju taman. Maria yang meihat Niken dan Rosa berjalan menuju di taman merasa rencana jahatnya mempermalukan Chintia akan segera dimulai. Sementara itu, Chintia yang tidak menyadari rencana Niken merasa Maria pasti bosan tidak bisa menikmati pesta karena dirinya. Tanpa berpikir panjang, Chintia menyuruh Maria meninggalkanya agar Maria bisa menikmati pesta.


"Maria, suamiku sebentar lagi datang. disana teman temanmu mau kesini. kamu bisa tinggalkan aku sendirian. aku tidak mau kamu tidak bisa menikmati pesta ini karena aku," ucal Chintia


"Tidak apa apa kok Chin, aku disini saja sampai suamimu menjemputmu," jawab Maria


"Beneran, kamu tidak apa apa? aku merasa tidak enak sama kamu," ucap Chintia

__ADS_1


"Iya aku tidak apa apa. aku akan tetap menemanimu sampai suami kamu datang," jawab Maria


"Terima kasih ya, kamu hari ini menolongku, semoga tuhan membalas kebaikanmu" saut Chintia memeluk Maria


"Iya Chin, kamu yang sabar ya," jawab Maria


"Iya Maria, aku sepertinya ceroboh hari ini, untung ada kamu yang menolongku," saut Chintia


Maria semakin merasa bersalah dengan Chintia. Maria tidak tega melihat seseorang yang dikerjainya justru berterima kasih kepadanya. Bahkan Chintia tidak menaruh perasaan curiga kepadanya. Dipikiran Maria saat ini dipenuhi rasa penyesalan dan rasa bersalah.


"Chintia, kamu orang baik, maafkan aku, aku telah terlibat dalam rencana jahat Niken dan Rosa. Sungguh aku merasa bersalah, aku menyesal, maafkan aku Chintia." batin Maria


Visual Tokoh


1. Chintia



2. Maria



-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2