
pagi itu, di sebuah kota kecil di garut cuaca sangat cerah..
seperti biasa, imma selalu sibuk dengan rutinitas rumahnya .
maklum, dia anak pertama dari empat bersaudara..
selain membantu ibunya di rumah, dia juga membantu ayahnya di sekolah. dia bekerja di sekolah yang di pimpin ayahnya, sebagai guru honorer.
sebelum pergi kerja, dia membantu ibunya di warung.
waktu sudah menunjukan pukul 06:30 wib, dia langsung bergegas mandi dan bersiap untuk pergi mengajar.
"teteh.. !!" ibunya memanggil.
teteh (panggilan kakak perempuan dlm bahasa sunda)..
" iya mah".. jawab imma .
"jangan lupa sarapan" . ibunya mengingatkan, karena imma anak satu" nya perempuan, dan yg paling susah makan. 😊
"siap" .. jawab imma dan langsung makan.
sesudah makan, iya langsung pamit kepada ibunya dan pergi kerja dengan ayahnya.
sampailah ia d sekolah, dan memulai aktivitas seperti guru lain.
waktu jam pulang tiba, dan bel pun berbunyi.
seperti biasa, dia menunggu ayahnya keluar dari ruang kepala, untuk pulang bersama.
selang beberapa menit, ayahnya keluar dari ruang kepsek, dan mengajak imma kesuatu tempat.
" teh, sebelum pulang bapak mau beli jam tangan. teteh mau ikut? , ajak ayahnya.
"iya pak, tteh ikut sekalian tteh mau beli baju. sahut imma.
mereka berdua pun berangkat dengan sepeda motor.
sampailah mereka di sebuah pasar, dan setelah selasai dengan belanjaan mereka, ayahnya mengajak imma ke sebuah tempat makan.
tempat makan itu langganan ayah imma.
ayah imma terlihat akrab sekali dengan seorang ibu pemilik rumah makan tersebut.
pas mau pamit pulang , tiba-tiba ibu tersebut mencegah mereka.
rupanya ibu pemilik warung makan tadi ingin mengenalkan ayah imma kepada anaknya yang baru pulang dari kota bandung.
tiba-tiba sosok laki-laki bertubuh sedang, berkulit kecokelatan menghampiri mereka.
dan mengulurkan tangan.
dia mengenalkan diri, nama dia ranu.
beberapa menit berlalu, akhirnya mereka pun pamit pulang.
__ADS_1
sampailah mereka di rumah..
imma : Assamalamu'alakum maaah.. !!
ibunya imma : wa'alakumsalam...
imma : maaf telat (sambil mencium tangan ibunya)
ibunya imma: dari mana teh? koq jam segini baru pulang
imma : biasa mah, bapak ngajak teteh ke pasar.
ibunya imma : oh, ya sudah sholat dulu, lalu makan.
imma : iya mah, ( sambil berjalan menuju kamar )
sehabis sholat imma ketiduran, dan melupakan ajakan makan ibunya..
tiba-tiba .. " tok..tok..tok.. teh, makan dah sore niih " ibunya yang mengetuk pintu.
imma : iya maah..
lalu imma keluar kamar dan makan bersama keluarganya.
malam pun tiba...
mereka semua sedang asyik menonton film kesukaan mereka..
lalu terdengar ketukan pintu..
tok..tok..tok.. assalamu'alaikum..
lalu ibu imma menyuruh imma membukakan pintu..
ckleekk... (pintu di buka)
ternyata orangtua ranu yang datang..
ibu ranu : eh neng imma, bapak ada?
imma : ada bu, silahkan masuk !
orang tua ranu pun masuk..
imma : silahkan duduk, sebentar saya panggilkan bapak dulu..
imma beranjak meninggalkan tamu tersebut, dan menuju ruang tv.
ibu imma : siapa teh?
imma : tamu buat bapak , mah.
ibu imma : oh.. bapak di kamar teh, nanti mamah panggilkan bapa, sekarang teteh tolong buatkan minum buat tamu kita.
imma : baik mah..
__ADS_1
imma pun beranjak ke dapur..
Ruang Tamu..
sudah terlihat di ruang tamu sedang asyik mengobrol, dan imma datang dengan membawa minuman dan makanan ringan.
imma : silahkan di minum pa, bu. ..
orang tua ranu : terima kasih neng, jadi ngrepotin..
ibu imma : gpp koq bu, gak ngerepotin , sambil tersenyum..
orang tua ranu : mumpung semua sudah kumpul, langsung saja ke pokok permasalahan ya pak,bu.
jadi maksud kita ke sini, mau memperpanjang tali persaudaraan kita.
saya (ibunya ranu) dan pak badrul qudus (ayah imma) sudah berteman cukup lama, apa salahnya kalo anak kita pun kita jadikan teman, lebih tepatnya teman hidup.
imma : loh koq gitu, kita kan belum kenal bu. (kaget)
ibu ranu : gpp neng, toh nanti juga kenal. (sambil tersenyum).
ayah imma : kalau soal itu, sebaiknya jgn terburu" bu.
kita bicarakan nanti saja, sesudah anak kita saling kenal dan sudah merasa cocok.
ibu ranu : lah pak, kita juga dulu nikah sama pasangana kita, atas perjodohan ibu/ bapak kita.
ayah imma :" tapi itu lain bu, anak zaman sekarang berbeda ".
ayah ranu : tapi pak, kami ingin sekali menjodohkan anak bapak dengan anak kami. saya ingin sekali mempunyai menantu seorang guru, apalagi anak saya anak satu"nya lelaki di keluarga kami.
ayah imma : kalau soal jodoh, hanya Tuhan pak yang Tahu. kita serahkan saja pada tuhan.
imma hanya menunduk saja..
keluarga ranu : ya sudah pa, pikirkan saja perkataan kami tadi, kami akan menunggu jawabannya dengan sabar. kami pamit pulang, assalamu'alaikum..
keluarga imma : wa'alakumslam...
* di kamar imma *
imma tengah duduk di kamarnya memandangi laptop , lalu ibu imma mengetuk pintu.
tok..tok..tok...
ibunya imma : boleh mamah masuk?
imma : masuk mah !!
ibunya imma : mamah ganggu gak teh?
imma : gak koq mah, ada apa mah?
ibunya imma : teh, perkataan keluarga ranu tadi jangan di pikirin ya? anggap saja teteh gak denger apa2 , toh mamah juga belum mau punya mantu. teteh kan masih berusia 19thun.
__ADS_1
imma : gak koq mah, tth gak mikirin itu. yang tth pikirin cuma kebahagiaan mamah sama bapak saja. 😊
lalu mereka berdua berpelukan..