Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
pesan sang ayah...


__ADS_3

masih di kediaman imma.. 🏡


terlihat kedua keluarga tengah berbahagia, mereka saling mengucapkan selamat.


sebelum pulang ayah Raka menyampaikn sesuatu..


ayah Raka : oya pak, acara pernikahannya kita adakan secepat mungkin.


ayah imma : gimana baiknya saja pak, pihak perempuan mengikuti..


ayah Raka : jadi kita adakan akad sekaligus resepsi sebelum bulan suci Ramadhan, gimana pak?


ayah imma : baik pak, saya setuju. lebih cepat lebih baik.


mereka pun bersalaman dan pamit..


setelah kepulangan Raka dan keluarganya, imma masuk ke kamarnya. dia berganti pakaian , dan membantu ibunya membereskan rumah.


selagi membereskan rumah, ibunya imma membicarakan rencana pernikahan imma.


mamanya imma : alhamdulillah teh, mama sudah tenang sekarang, teteh sebentar lagi akan menikah, tugas mama dan bapak sebentar lagi akan selesai.


sebagai istri , teteh harus menjaga kehormatan suami.


imma : insya Allah mah, teteh akan ingat pesan mama..


mereka pun tersenyum, dan meneruskan pekerjaanya.


di kediaman Raka dhea..


mereka sudah sampai, Raka langsung berganti pakaian dan mengajak ayahnya untuk berbincang.


Raka : yah, soal biaya pernikahan biar Raka yang tanggung. Raka punya tabungan, dan sepeda motor Raka akan Raka jual dulu. nanti sesudah menikah, Raka beli lagi.


ayah Raka : sudahlah, kamu jangan memikirkan biaya pernikahan. motor itu kamu beli dengan uangmu sendiri, jadi jangan sampai kamu menjualnya. dan soal tabungan, simpan saja. sesudah menikah kamu akan membutuhkannya.


Raka : tapi yah, Raka tidak mau merepotkan ayah.


ayah Raka : kamu itu anak pertama di keluarga ini, sebelum punya adikmu, kamu adalah anak yang sangat kami tunggu. saat usia 3 tahun , ayah tinggalkan kamu bersama nenekmu, karena ayah dan ibu harus bekerja di luar kota. sampai besar pun kamu tidak pernah menyusahkan orang tua, kuliahmu kamu sendiri yang biayai, ingin kendaraan kamu beli sendiri . dan sekarang izinkan ayah untuk memberi kebahagiaan kepadamu, kamu adalah anak yang sangat ayah banggakan. kamu sosok kakak yang sangat di segani adik-adikmu,, kamulah penerus ayah nak.


Raka yang mendengar itu menangis haru, dia memeluk ayahnya..


Raka : yah, Raka sangat bangga mempunyai orang tua seperti ayah. ayah rela mengorbankan apapun demi kebahagiaan anak-anak ayah, ayah adalah pedoman buat Raka. Raka do'akan , semoga ayah dan ibu selalu di berikan umur yang panjang, di berikan kesehatan dan kebahagiaan dunia maupun akhirat. do'akan Raka ya yah, semoga Raka bisa membanggakan ayah dan ibu.

__ADS_1


ayah Raka : tanpa di mintapun kami selalu mendo'akan kalian semua, jadilah suami yang bertanggung jawab nak.


Raka : insya Allah yah..


mereka pun menyudahi obrolannya, karena ayah dan anak itu harus ke toko membantu ibunya Raka.


malam hari.. 🌝🌔


imma yang sedang menonton tv , mendengar suara handphonenya berdering. dia pun langsung menghampiri hp yang dia simpan di kamarnya, ternyata itu panggilan dari Raka..


imma : assalamu'alaikum..


Raka : wa'alaikumsalam, lagi apa teh?


imma : biasa a, lagi nonton. aa sendiri?


Raka : saya lagi duduk saja teh di konter.. .


imma : oh ( masih canggung)


Raka : oya teh, malam ini teteh gak akan pergi ke luar?


imma : aa kan tahu sendiri, saya lebih sering d rumah. apalagi malam hari gini.. he


kenapa gitu a?


imma : mmmmh, mau ngapain?


Raka : ya main saja, knpa gak boleh ya?


imma : becanda a, kenapa musti gak boleh. dulu aa kan suka main ke rumah, cuman mungkin akhir-akhir ini aa gak pernah main. hehe


Raka : maaf teh, bukan gak mau main. cumaa...


imma : ya udah kalo mau ke sini, ayoo keburu larut malam.


Raka pun pamit menutup panggilannya, dia segera bersiap dan tak lupa meminta izin kepada keluarganya untuk pergi ke rumah imma.


orang tua Raka senang melihat anaknya menemui calon istrinya, dia pun menitipkan makanan untuk calon menantunya.


sebelum pergi, Raka menelphone imma kembali.


tak selang berapa lama, imma mengangkat telpon Raka.

__ADS_1


Raka : assalamu'alaikum.. teh saya sekarang ke rumah. teteh mau di beliin apa?


imma : wa'alaikusalam.. gak usah a, gak usah bawa apa-apa. makasih


Raka : ya sudah, saya sekarang kesana..


singkat waktu, Raka sampai di rumah imma..


imma langsung mempersilahkan Raka masuk.


Raka pun memberikan bingkisan dari orang tuanya, dan memberikan buah-buahan dan martabak keju kesukaan imma .


imma : loh a, koq bawa makanan sebanyak ini ? kan tadi saya sudah bilang jangan bawa apa-apa.


Raka : udah gak usah nolak rezeki teh, makan saja... hehe..


imma : ya Allah, bantuin makannya yaa.. hehe


Raka : gak ah, saya sudah makan ..


imma : yaaah,gak seru ah..


Raka : mama sama bapak kemana teh?


imma : bapak lagi keluar, kalo mamah Sepertinya sudah tidur a.


Raka : jam segini udah tidur teh?


imma : iya a, baru tutup warung langsung sholat. kayaknya ketiduran di kamar.. mau saya panggilin?


Raka : gak usah teh, kasian mama lagi istirahat.


oya, kita bahas soal pernikahan kita saja..


imma mendengar itu kaget...


imma : bahas pernikahan? secepat ini? kan masih ada waktu beberapa bulan lagi a?


Raka : iya teh, cuman saya ingin tahu teteh pengen acara yang seperti apa? kalau mau di gedung, saya pesankan.


imma : lah a, di rumah saja gak usah di gedung.


Raka : kenapa?

__ADS_1


imma : hematlah a, di sini kan halamannya cukup luas. nah uang buat gedungnya kan bisa d pakai untuk keperluan lain, gimana?


mendengar jawaban imma, Raka tersenyum. ternyata memang benar kata ayahnya, kalo imma adalah wanita yang sederhana. dan Raka ingat, dulu jika duduk seperti itu yang mereka bahas hanya tugas kuliah, tapi sekarang yang mereka bahas adalah pernikahan, memang rencana Tuhan itu sangat indah. 😊


__ADS_2