Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Om Kecil Pawang Tiga Jagoan


__ADS_3

Empat tahun kemudian Bayhas, Alvan, Askary dan Ehan sekolah di taman kanak-kanak yang sama.


Seperti ibunya Bayhas selalu di panggil Om, karena di tiga krucil itu adalah keponakannya. Kadang dia sangat jengkel sekali ketika mereka memanggil Om, teman-temannya juga memanggilnya Om. "Hai dengar yaa, Aku ini bukan Om kalian jangan panggil senaknya saja kalau kalian masih memanggil ku Om akan ku pukul kalian," mengerti.


"Kalian bertiga yaa, kalau di sekolah itu jangan panggil-panggil Om gak enak di dengar tahu," kata Bayhas sambil memukul kepala ponakannya satu-persatu dengan buku tulis yang di gulung.


Bel masuk pun berbunyi mereka duduk dengan rapi dan memulai memperhatikan melakukan kegiatan sekolah saat ini bu Aini memberikan pelajaran mewarnai seperti biasa anak-anak di usia balita akan cenderung aktif mereka akan berlarian kesana kemari dan Bay selalu jadi penengah bagi ponakan-ponakanya.


Diantara mereka berempat wajah Ehan lah yang paling tampan di antara mereka walaupun mereka semua sangat tampan tapi yang paling mencolok di antara mereka.


Gadis kecil bernama Lea datang kemeja Ehan. "Kak, Ehan Aku Lea, salam kenal ini hadiah dari aku," kata Lea dan Ehan pun menerimanya.


"Trimakasih, kamu cantik deh," kata Ehan


Alvan yang jadi geram sama kakaknya itu dihampirinya. "Kakak maksud apa puji-pujian Lea kayak gitu?" tanya Alvan pada Ehan.


"Lah kan, tadi dia kasih aku hadiah jelas dong aku bilang trimakasih pada dia dan aku juga puji dia," kata Ehan


"Kamu kan tahu kalau kemarin aku di kasih hadiah dan Lea minta aku jadi pacarnya, Kok sekarang dia malah ngasih hadiah ke kakak, Kak Ehan hargai ku dong," kata Alvan cemberut.


"Aku kan gak ngapain-ngapain dia sendiri yang datang ke sini dan memberi hadiah padaku, jelas aku terima ini juga jam tangan juga bagus lalu ngapain aku tolak," kata Ehan pada adik sepupunya itu


"Kamu gak tahu kala Lea itu pacal aku," kata Alvan dengan ucapan cadelnya itu.


"Lah terus ngapain kasih aku hadiah," tanya Ehan pada Alvan


"Mana aku tahu," kata sambil mengangkat bahunya


Bayhas yang gemas dengan ponakannya itu mendatangi mereka.


"Mana hadiahnya? kasihkan semua ke sini! Cepat Han!" perintah Bay


"Kamu juga mana?"Cepat Van!" perintah Bay padanya


Alvan ketempat duduknya lalu mengambil jam tangan pemberian Lea di tasnya lalu di berikan Omnya.


Setelah menerima barang itu bay menghampiri Lea dan berkata," Kalau lo suka jangan bertiga pilih salah satu dari kami jangan bikin kami bertengkar Ini ambil kita nggak mau hadiah dari kamu," kata Bay yang akan pergi, tiba-tiba Aska datang. " lo mau kita berempat jadi pacal kamu?" tanya Aska tiba-tiba.


"Emang kamu ngapain tanya begitu?" Bay bertanya pada Aska

__ADS_1


"Sudah diam Om pasti suka kita kerjain saja," bisiknya pada Bay.


"Terserah kamu deh," kata Bay pada keponakannya


"Sebentar ya Lea," kata Aska


Mereka serempak memberi pelajaran pada gadis itu setelah itu Aska pun maju ke depan.


'Mana jam tangannya?" tanya Aska


Gadis kecil itu membuka tangannya di ambilnya jam tangan itu di serah kan pada Bay, Alvan, dan Ehan dan ia sendiri sudah pegang lalu mengatur giliran


pertama, Om Bay lalu Aku kemudian Al, setelah itu Kamu.


selama seminggu ini kamu jadi pacar om Bay jadi kalau om Bay suru apa kamu harus mau gimana?" tanya Aska gadis itu mengangguk senang.


"Tuh, tali sepatu om lepas kamu tali tuh sekarang," kata Aska


Lea segera membetulkan tali sepatu dari Bay.


selama satu minggu Lea menjadi tempat untuk disuruh-suruh, meminta dibelikan ini diberikan itu lalu disuruh membawa tas sampai ke kelas.


Tiba ke giliran Aska Begitu juga


"Aku nggak mau jadi pacar kalian yaa, capek," kata Lea


"Lah Aku kan belum, Lea, "kata Alvan.


"Gak peduli aku! kalian jadikan aku babu," kata Lea pada mereka.


Alvan mengejar Lea. "Aku gak begitu," kata Alvan


"Tapi kamu yang bikin gara-gara aku jadi begini, di perlakukan buruk padahal aku hanya ingin berteman,"kata Lea.


"Ya, kamu kenapa coba kasih hadiah pada kita semua maksudnya apa coba kita kan jadi bertengkar," kata Alvan.


"Aku kan cuma kasih hadiah kalau gak mau ya sudah, buang saja,"kata Lea sambil memanyunkan bibirnya.


"Iya deh aku minta maaf," kata Alvan.

__ADS_1


"Kenapa kamu yang minta maaf ?" kata Lea.


"Iya, karena aku bertengkar dengan Ehan, jadi kamu yang jadi sasaran," kata Alvan


Tiba-tiba ketiga bocah tengil itu pun muncul Aska pun langsung celetuk, "Bener nih gak mau lanjut, padahal belum tentu kayak aku," kekeh Aska


"Ini kesempatan langkah loh, kalau kamu bisa lewati ini semua itu artinya akan jadi teman kita selamanya," kata Bayhas.


"Bagaimana nih lanjut enggak," kata Aska.


"Ya sudah aku akan lanjut," kata Lea.


Aska berjalan mendekati Lea gadis yang baru saja ngambek karena perlakuan Aska yang sudah keterlaluan itu merangkul gadis itu lalu berkata," Aku kurang dua hari Le."


Melihat kelakuan Aska membuat Bayhas menepuk Dahinya dan yang lainnya memalingkan mukanya sementara Lea cemberut.


"Jangan cemberut begitu jelek tahu," kata Aska pada Lea membuat gadis tertawa.


"Kamu masih dengan aku Lea!" kata Aska membuat gadis kecil menghembuskankan nafasnya.


"Segitu amat sih Lea," kata Aska sambil terkekeh


Dua hari terakhir bersama Aska Lea tak terlalu banyak di suruh-suruh tapi dia di suru mengikuti apa yang di lakukan Aska, jika Aska lari dia juga harus lari, kadang berjalan kesana kemari membuat tenaga gadis itu terforsir.


Berbeda saat dia bersama dengan Alvan, Alvan akan mengajaknya di kebun belakang sekolah dan akan makan bersama dengan bekal yang dibawa Alvan saling suap-suapan.


"Besok kamu yaa, yang bawah bekal, bagaimana?" tanya Alvan pada Lea.


"Biar enam hari kedepan aku yang bawa bekal bagaimana?" kata Lea.


"Boleh tapi kamu yang nyuapin aku yaa," kata Alvan


"Iya, deh," kata Lea menyanggupinya


"Ketiga saudara yang melihat itu jadi tertawa. Ini bukan hukuman namanya," celetuk Bayhas sambil menepuk dahinya.


mereka tertawa karena ulah dua anak yang lucu itu. Setelah memakan bekal merekapun bercerita tentang pengalaman masing-masing lalu tertawa.


"Sebentar yaa, kamu disini saja akan ku belikan minuman," kata Lea

__ADS_1


"Ehh, gak usah, Le," kata Al pada Lea


"Gak apa-apa ini tugasku," kata Lea sambil berlari membeli minuman.


__ADS_2