Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Betemu Dia lagi


__ADS_3

Pagi itu Bay begitu sangat riang duduk di kursi meja makan, ia mengambil roti selai kacang lalu di makannya kemudian meminum susu, Setelah itu mencium punggung tangan kakek dan neneknya.


Frans dan Aila keluar dari kamarnya mencangklong tas punggungnya begitu juga frans


"Sudah siap sayang, kita akan segera berangkat papi sama mami ada ujian jadi ayo cepat berangkat,"


"Baik, Pi, Mi," jawab Bay sambil berlari menuju mobil lalu membuka pintu dan duduk di tempat penumpang yang bagian tengah kemudian menutup pintu sedikit keras agar tertutup dengan rapat.


"Sudah, Pi, Ayo berangkat!" ajak Bayhas.


mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang menuju sekolah Bay. selama 15 menit perjalanan sudah sampai ke sekolah Bayhas.


setelah sampai Bayhas pun turun, mencium punggung tangan kedua orang tuanya, kemudian masuk ke gerbang sekolah.


Bay berjalan di jalan setapak melewati halaman sekolah yang luas ia pun duduk di tempat duduk taman sambil menyandarkan punggungnya sambil melihat-lihat kesekelilingnya masih tampak sepi sepertinya dia kepagian berangkatnya apa boleh buat Papi dan Mami ada ujian jadi bagaimana pun ia harus mengikutinya jadwal mereka,


"Kak Bay!" panggil gadis yang bernama Unun itu.


"Kok pagi sekali berangkatnya apa seperti Ayah dan Bundaku yang harus meeting setiap pagi? Jadi aku selalu berangkat pagi sekali kalau tidak mereka akan terlambat," jelas Unun.


Bay terkekeh pasalnya gadis itu begitu datang langsung berbicara tanpa jedah sambil membuka kotak makanannya.


"Kalau aku Papi dan Mami berangkat pagi karena beliau ada ujian jadi harus berangkat pagi kalau gak gitu mereka akan terlambat untuk ujian,"


"Kakak mau?"tawar Unun


"Terimakasih, aku sudah sarapan tadi di rumah," jawab Bay


"Papi dan Mami kak Bay masih sekolah?" tanya unun


"Bukan sekolah namanya tapi kuliah," jawab Bay tersenyum


"Oh, apa setiap mereka ujian?" tanya Unun


"Unun banyak tanya yaa?" tanya unun


"Gak apa-apa kan kamu tidak tahu jadi terus bertanya.


Unun tertawa. "Benar nih gak mau?" tanya unun menawarkan kembali.


"Iya tadi Bay sudah makan jadi masih kenyang," kata Bay menolak


"Ya sudah kalau begitu," katanya sambil menutup kotak bekalnya.


"Loh kok di tutup tadi kan kamu belum makan," tanya Bayhas


"Iya tapi makan sendiri tidak enak," kata gadis kecil itu sambil memayunkan bibirnya.

__ADS_1


"Ok, sini lihat bekalmu!" pinta Bay dan gadis itu sangat senang sekali saat Bay mau melihat Bekalnya,


"Bay membuka bekal Unun, sushi dan onigiri ada didalam tempat bekal tersebut.


"Kamu makan dua aku makan satu bagaimana?" tanya Bay pada gadis itu. gadis itu pun senang karena bisa makan dengan Bay teman barunya


Bayhas mengambil satu disuapkan ke gadis itu, Bay menunggu suapan pertama habis sambil melihat beberapa anak datang.


"Kak Bay gak makan?" tanya Unun


"Tunggu suapan kedua," kata Bay sambil menyuapkan kembali kemulut Unun kemudian ia mengambil satu untuk di makan sendiri. Begitu seterusnya hingga bekal unun habis.


"Nah sudah habis, kata Bay terseyum tapi gadis itu mulai berfikir kenapa perutnya kenyang sekali.


"Kak Bay curang yaa, kata unun dua kak Bai satu, kenapa jadi Unun tiga kak Bay satu?" tanya Unun menatap teman barunya itu.


Dan Bay tertawa "Ku kira kamu masih lapar jadi ku tambah satu."


Di depan Ehan menunggu gadis yang bernama Rui itu, tak lama kemudian gadis kecil berpipi cabi dan terdapat lesung pipit itu keluar dari mobil degan berjalan pelan menuju pintu gerbang sekolah. Dia tersenyum manis saat melihat Ehan berdiri didepan pintu pagar.


"Hello, kak Ehan, nunggu siapa?" tanya Rui


"Tunggu kamu, kenapa tali sepatu tidak di talikan lagi?" tanya Ehan sambil menalikan tali sepatu itu.


"Ayah tergesa-gesa tidak sempat menalikan tali sepatuku," kata Rui


"Ayo masuk! kelasmu di mana Rui?" tanya ehan pada Rui


"Di sana Kelasku kak Ehan," jawab Rui


"Terimakasih kak Ehan," ucap Rui sambil kembali mencium pipi Ehan.


Ehan melebar matanya karena terkejut, senyuman dan tawa gadis itu mampu meredam kemarahannya berubah menjadi tertawaan.


"Maaf kelepasan lagi!" teriaknya sambil masuk kelas.


Ehan hanya menggeleng lalu berjalan menuju kelasnya.


"Sudah dua kali yaa, Mas Han." Suara terdengar dari samping.


Ehan menoleh terlihat Al tengah tersenyum menatap,


"Resek aja, kamu Al?" protes Ehan,


"Jarang-jarang loh, Mas, aku resek biasanya kamu yang resek," kata Alvan.


"Tuh, Lea gak kamu samperin?" tanya Ehan

__ADS_1


"Males kayak dia emang ingin kita berantem," kata Alvan.


"Baru tahu kamu Al," kata Ehan sambil masuk ke kelas.


"Aska belum datang Om?" tanya Ehan dan Alvan bersamaan.


"Belum, Bundanya belum kelihatankah dari tadi?" tanya Bay.


"Belum, Om, Aku belum ketemu sama bude Ratih padahal aku paling siang, loh," kata Alvan.


"Tuh, Anaknya, baru datang," kata Bay sambil menggerakan kepalanya ke arah kedatangan Aska.


Mereka berdua pun menoleh pada Aska yang baru datang. Aska berjalan dengan santainya menuju ke arah ke tiga saudaranya itu.


"Cari dan nunggu aku, yaa?" tanya Aska sambil memainkan Alisnya ke atas.


"Enggak!" jawab mereka serentak membuat Aska tertawa.


"Sudah ketahuan kalian gibahin aku, malah gak mau ngaku," katanya sambil menaruh tas di sebelah bangku bangku Bay.


"Emang dengar kita gibahin kamu?" tanya Al pada Aska, dia hanya mengangkat bahu saja dan tertawa.


Bel berbunyi anak-anak pun sudah mulai masuk kedalam kelasnya untuk mendapatkan pelajaran.


Semua serius dengan kegiatan yang di berikan oleh ibu guru mereka hingga bel istirahat berbunyi mereka menghambur keluar.


Aska dengan tenang berjalan keluar tanpa menghiraukan panggilan saudara-saudara keluar melesat menuju pintu gerbang yang terbuka berjalan menyusuri jalan yang kemarin ia tempuh hingga melihat seorang gadis berseragam SD duduk dengan peralatan lukis seadanya di depan pintu masuk taman sambil memberi contoh-contoh seketsa wajah lukisannya.


"Kak Arta!" sapa Aska.


"Ehh, kok kesini, gak takut nyasar lagi," tanya gadis itu sambil sibuk corat-coret di kertasnya.


"Enggak sudah hapal tempatnya," jawab Aska sambil tertawa.


"Kak Arta, Aska pesan gambar yaa," kata Aska.


"Boleh, mau yang bagaimana? Mau setengah badan ataukah seluruh badan.


"Seluruh deh, Kak, pose begini yaa kak sambil lihat gambar kak Arta," kata Aska


"Boleh, aku mulai yaa," kata Arta pada Aska


Jemari kecil itu pun mulai sibuk mencorat-coret di kertas seketsanya, Setelah selesai di berikan pada Aska.


"Wah, bagus sekali, ini untuk kakak," kata Aska memberikan satu lembar uang seratus ribuan.


"

__ADS_1


__ADS_2