Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Menggoda Istri Kecilku


__ADS_3

Rendra menatap Istri kecilnya yang tidur dengan pulasnya aku tahu semalam dia tidak bisa tidur karena aku memeluknya dengan erat mungkin karena belum terbiasa itulah membuat dia menjadi gelisah.


Sekitar jam 01.00 malam dia baru bisa telelap, Rendra merasa lucu dengan hidupnya, tak mengira bahwa hari ini dia telah menjadi suami dari Karina Natasha seolah itu tidak dapat diwujudkan pasalnya gadis masih sekolah.


Hari ini hidupnya terasa berwarna keunguan, kecentilan, dan sifat kekanak-kanakan dari Rena membuat dirinya terhibur.


Rendra keluar dari kamar Rena menuruni tangga menuju meja makan yang sudah terlihat Bunda dan ayah di sana.


"Pagi, Bun, yah," sapa pada mereka sambil menggeser kursi kebelakang lalu duduk di atasnya.


"Ke mana Rena?" tanya bunda padaku


"Masih tidur Bun tadi malam tidak bisa tidur dia," kata Rendra.


"Kenapa kok gak bisa tidur?"tanya Angga


"Gak biasa dipeluk, Yah," jawab Rendra.


angga hanya sebagai pendengar jawaban Rendra.


"Sudah kamu makan dulu aja nanti kalau istrimu bangun biar makan sendiri," kata Bunda.


"Baik Bunda," jawab Rendra


"Apa Rena itu susah dibangunkan dari dulu, jadi Redra tadi bangunkan dia susah sekali untuk shalat subuh,' tanya Rendra pada Bunda.


"Siapa yang gibahin Rena bilang Rena sulit dibangunin?" tanya Rena yang baru datang ke meja makan.


"Eeh, sudah bangun sayang?" tanya Rendra.


"Abang gak lagi gibahin kamu cuma cari solusi gimana caranya untuk bisa membangunkanmu dari Bunda barangkali tahu," kata Rendra pada Rena


"Abang sudah tahu caranya nggak perlu tanya sama Bunda," kata Rena.


"Apa coba caranya," tanya Rendra pada Rena


"Cium Rena," kata Rena frontal tanpa filter.

__ADS_1


Angga tertawa mendengarkan jawaban anaknya begitu pula dengan Rika.


"Itu sekarang, kalau nanti-nanti sudah gak mempan sayang," kata Rendra terkekeh sambil merangkul istri kecilnya itu.


"Ya, kau besok-besok malah gampang itu Ren," kata Angga.


Rendra menelan salivanya, "Tetap masih susah lah Ayah kalau belum lulus."


"Sudah nimatin aja itu kan sudah jadi kemauanmu kau tidak boleh mengeluh," kata Angga pada Rendra.


Rendra tertawa. "Jelas itu ayah pasti aku nikmati momen ini dengan sebaik-baiknya Ayah, karena aku itu cinta sama putri ayah apalagi sekarang,"kata Rendra.


"Ayah kemarin Kenapa nggak bilang kalau Rendra boleh tidur di sini? Kalau ayah bilang kan Rendra bawa baju ganti, Ayah," kata Rendra pada Angga.


"Kamu gak tanya Ayah?" kata Angga pada Rendra.


"Ya, gak enak lah Ayah kalau tanya Ayah,


Rendra, 'kan sudah bilang mau jaga adik saja," kata Rendra sambil menyuapkan makanan di mulut Rena.


"Hahaha, habis kamu bengong melulu," kata Rendra


"Ayah bertrimakasih pada kamu bisa jaga putri ayah dengan baik, awalnya ayah ragu menikah kamu dengan putri ayah karena takut gak bisa jaga itu," kata Angga pada Rendra.


"Ya, semoga, Rendra kuat sih Ayah," kata Rendra.


"Ya harus kuat lah Dra," kata Angga sambil menatap menantunya itu.


"Dra, kalau Ayah butuh bantuan kamu mengelolah perusaha ayah apa kamu mau? pasalnya Abang kamu Bara kan belum lulus dari sana dan kamu lulus dari sana, ayah harap kamu bisa bantulah," kata Angga.


"Ayah kalau butuh bantuan Rendra tinggal bilang saja. Kapan ayah butuhnya," kata Rendra.


"Minggu depan Ayah itu ada pertemuan dengan klien di Bali, Ayah bilang calon menantu Ayah yang wakili, maaf yaa, Ren, kalau ayah bilang kamu bahwa calon menantu Ayah, pasalnya klien ayah itu tahu kalau Rena itu masih kecil jadi ayah juga sedikit kebingungan mau kenalin kamu. Sekalian ajak Rena, dia sudah libur, hotel sudah ayah siapkan," kata Angga pada Rendra.


"Baik yah sudah siap," kata Rendra.


"Kalau setelah ini kamu pulang mengambil baju boleh aja tinggal berapa hari di sini," kata Angga bangun dari duduknya.

__ADS_1


Rika pergi ke kamar Bara untuk mengambil beberapa baju Bara yang masih belum terpakai setelah itu dia keluar menemui Rendra. "pakai ini dulu, nggak apa-apa, ini punya Bara belum pernah dipakai sama sekali, sepertinya hampir sama ukurannya," kata Bunda


"Terimakasih Bun," kata Rendra.


"Sama-sama, Nak, kalau mau keluar bersama Rena silahkan.


"Ngak ikut Abang, Ren?" tanya Rendra pada Rena sambil bangun dari duduknya dan akan melangkah pergi


"Abang mau ke mana?" tanyanya


"Mau ke kamar," jawab Rendra tertawa


"Nanti sajalah nyusul, mau ngemil dulu," kata Rena sibuk dengan bisnisnya.


Rendra menaiki tangga menuju kamar Rena dengan membawa beberapa pakaian yang diberikan oleh Rika setelah itu dia menutup pintunya lalu memilih pakaian yang cocok untuknya setelah itu dia mengganti piayamanya dengan pakaian rumahan. Setelah itu ya Kembali keluar dari kamar menuruni tangga dan duduk di sebelah istrinya.


"Keluar yuk, sayang. Ini kan hari libur, kita jalan kemana gitu, tapi pakai mobil, mogenya di rumah soalnya, mampir dulu ke rumah ambil moge, mau?" tanya Rendra pada istri kecilnya itu.


"Mau sudah kangen masakan ibu, tunggu yaa, Bang," kata Rena berlari menaiki tangga Rendra pun akhirnya mengikuti Rena dengan langkah lebarnya pria itu menyusul istrinya yang sering ceroboh itu sambil berteriak, "Jangan lari, Dik! Nanti jatuh."


Rika yang melihat perhatian rendra yang begitu besar pada putrinya dia sangat bahagia. Ternyata dia tidak salah memilih keputusan ini walaupun terlalu dini untuk sang putri.


Rendra pun mengikuti Rena ke kamar mereka. "Loh, kok Bang Ren ikut sih? Rena kan mau ganti baju, Bang," kata Rena.


"Habis kamu lari Ren, saya, 'kan kawatir sama kamu, kalau kamu jatuh bagaimana? Kita baru nikah loh," kata Rendra sambil memeluk sang istri dari belakang.


"Aku bantu yaa," kata Rendra sambil membuka kancing baju Rena, setelah itu melepaskan pelukannya pada Rena.


"Sudah ganti sana abang tunggu di sofa, kamu tegang amat sih sayang," kata Rendra lagi sambil tertawa kemudian duduk di sofa.


Rena cemberut, karena ulah suaminya yang sering menggodanya.


Setelah beberapa lama akhirnya ia keluar dari walk in closet dengan balutan jins dan kaos lengan pendek tanpa krah.


Rendra terpaku melihat istri kecilnya itu terlihat sangat cantik. "Ayo Bang kita keluar!" ajak Rena.


Rendra pun beranjak dari duduknya, lalu keluar dari kamar sambil menggandeng istri kecilnya dengan mesra, berjalan menuruni tangga lalu berpamitan pada Angga dan Rika setelah itu mereka berjalan keluar rumah dan masuk kedalam mobil, Rendra, memasangkan sabuk pengaman pada sang istri serta mencuri kecupan pada bibir sang istri lalu tertawa sambil memasang sabuk pengamannya sendiri kemudian melajukan dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah mertuanya ketika meliwati pak Sobar membuka pintu jendela dan mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2