
Pagi anak-anak sudah diantar oleh orang tua mereka mereka masing-masing. Dimana setelah sampai sekolah mereka pun di sambut oleh sang guru
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi, mereka masuk ke dalam kelas.
Ehan mendekati Lea yang duduk bersama Alvan. "bukankah hari ini adalah jadwalku untuk bersama denganmu kata Ehan sambil tersenyum menyeringai
"Belum kak aku masih ada dua hari Kenapa kau tidak bisa bersabar Kak," kata Alvan
"Tidak bisa kalau aku bilang kamu pindah di tempatku harus pindah!" kata Ehan
"Kau selalu bikin kekacauan Kak kalau belum waktunya ya belum waktunya Kenapa kamu maksa!" kata Alvan
"Kalau aku bilang sekarang ya sekarang kamu itu adikku harusnya patuh sama aku!"
Mereka terus berdebat hingga terjadi perkelahian membuat Bay turun tangan.
Dipukulnya kepala mereka berdua. Kamu Ehan kalau belum waktunya yaa jangan merebut waktu.
"Kamu tunggu dua hari lagi itu waktumu jangan berebut lagi.
kalian itu laki-laki harusnya malu itu masih banyak anak perempuan Kenapa itu-itu yang kamu ributkan," kata Bay
"Aku mau sekarang ya sekarang," kata Ehan
"Kamu itu yang bikin gara-gara kalau mau sekarang ya cari lainnya," kata Bay
"Sepakati waktu, dia itu masih ada dua hari dengan Lea jadi jangan main serobot aja kamu nunggu besok dua hari lagi," kata Ehan
"Kenapa Om selalu belain Alvan, bukan belain aku?" tanya Ehan
"ya karena kamu salah kalau kamu nggak salah nggak mungkin aku bilain Alvan," kata Bay
"Om pilih kasih,"
__ADS_1
"Bukan masalah pilih kasih, tapi masalahnya yang dikasih duluan jam tangan itu adalah Alvan bukan kamu," kata Bay
ah kalian ribet semua nggak pernah nggak pernah beliin aku Alfan saja cuman apa saja," kata Bay.
mereka terus bertengkar dia waktu jam sekolah pun telah berakhir . orang tua wali murid pun dihadirkan.
ketika mereka datang ke sekolah mereka pun terkejut karena yang bertengkar adalah anak mereka sendiri apa yang dibenarkan juga tidak pernah tahu Apa masalah mereka sudah mereka harus bertengkar begitu rupa.
tempat anak dipanggil di kantor kepala sekolah gitu juga Lea
"Kenapa aku juga dipanggil," katanya
" karena kok ada sumber masalah," kata Bay.
"mana bisa begitu aku kan ngapa-ngapain kalian kalau aku kasih hadiah kalian mau terima terserah kamu ini juga tidak apa-apa," kata Lea.
"ya karena kamu kasih hadiah itu jadi bikin dua anak itu selalu bertengkar karena kamu kasih hadiah coba kalau nggak kan nggak bertengkar mereka terus ngapain kamu kasih kasih hadiah," cerca Bay.
gimana ibu-ibu ini anaknya malah ribut sendiri, dikasih sanksi atau bagaimana?"
data selaku guru sajalah menanam salam jadi kalau memang harus dikasih sanksi sudah selesai saja besok di rumah pasti akan saya bilangi," kata Aila menengahi.
saksinya kalian akan memimpin olahraga setiap hari saling bergantian dari mulai Bayhas, Aska, Ehan dan Alvan
Kok saya jadi ikut ke kena si, Bu. saya kan cuma melerai saja kok jadi saya yang pertama yang paling kena hukuman.
Kalian berdua itu bikin resek, dikit-dikit bertengkar cuma hanya perkara itu saja bertengkar coba sekarang kita kena hukum gara-gara kalian," kata Bay
Lalu Bay memandang kedua keponakan dengan tatapan geram, "Kamu ya, Al. Kamu itu sama cewek itu jangan gitu kayak nggak ada cewek lain, itu banyak itu dan kamu Ehan kamu juga sama dengan Al, masak hanya gara-gara sama cewek kita di hukum," kata Bay
Bay kembali bicara dengan ponakannya itu,"Belum Nanti kalau kita di rumah kita tuh bakal dapat hukuman sama ibu kalian sama ibuku juga Kamu kenapa nggak mikir sih malu tahu kalau di hukum seperti ini," kata Bay
itu kan bukan karena aku Om itu loh Karena Mas Rehan yang suka maksa-maksa kan nggak ada juga Om dapat 6 hari lalu Mas Aska dapat enam hari, aku Empat hari dan Ehan coba berapa delapan Om, maunya apa coba?" kata Al pada mereka semua. Sambil pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Aku heran ya sama kamu, Eh, selalu bikin gara-gara kemarin juga gitu kamu bikin gara-gara sama emang kamu suka sama sama Lea?" tanya Bay.
"Enggak emang aku nggak suka kalau dekat-dekat sama cewek," kata Ehan cuek
Bay yang sudah merasa geram itu akhirnya memukul kepala keponakannya itu dengan buku yang tebal.
"Om, sakit!" kata aduh Ehan.
"Biarin saja, seenaknya jawaban gak jelas gitu, aku, yang kena hukum pertama kali, Han," kata Bay.
"Loh, kok aku sih yang di salahkan Om," protes Ehan,
"Lalu siapa? Yang mengusik Al juga kamu, yang minta sekarang juga kamu, yang ngeyel juga kamu, yang bikin kisruh juga kamu," jelas Bay dengan kesal.
"Salah sendiri, kenapa Al gak ngasih aja, kenapa harus berdebat dengan ku, jadi aku tambah kesal," kata Ehan.
"Sekarang aku mau tanya sama kamu, kalau kamu jadi apa ya mau harusnya enam hari makan enak, eeh, tiba-tiba saja jadi cuma empat hari?" tanya Bay pada Ehan.
"Ya, gak mau Om," kata Ehan menunduk.
"Kamu itu kenapa selalu saja menyebalkan, Han. Selalu saja bikin gara-gara sama Al, jangan mentang-mentang kamu kakak sepupu senaknya saja menindas adik sepupu, apa kau merasa lebih istimewa dari kita semua karena warna mata dan wajah kebuleanmu itu membuat sambong merasa lebih segalanya jadi begitu?" tanya Bay jengkel.
"Iya, tapi nyatanya mereka semua pilih kalian, dan aku selalu yang gak di pilih," kata Ehan lirih.
"Bukankah kamu sendiri yang pasang muka angkuh kenapa nuduh kita yang menjadi penyebab, itu namanya kamu itu suka menang sendiri," kata Bay pergi meninggalkan Ehan.
"Kok, semua jadi nyalahin aku sih padahal aku kan cuma antipasi saja kalau tiba-tiba di larang kan bisa dapat dua hari, gitu loh maksud aku," kata Ehan.
"Kalau gak dilarang kamu dapat delapan hari dan Al dapat empat hari, enak kamu itu namanya, Han, sudah jangan protes terus di lihatnya dari mana-mananya yaa, kamu tetep salah Han, sekarang siapa yang nyamperin Al, minta yang aneh-aneh, kamu, 'kan Han?" tanya Aska meninggalkan Ehan.
Ehan menghelah nafas. ' Kok jadi aku yang salah melulu sih,' keluh batin Ehan.
.
__ADS_1