
malam sudah mulai larut Hendra pun mengajak istrinya untuk pulang ke rumahnya.
Dia keluar dari ruangannya lalu berpamitan pada Ronal seorang teman yang dipercaya mengelola restoran ini "Beneran nih mau pulang, tidak tidur di sini saja di situ kan ada tempat tidur juga," kata Ronal sambil terkekeh
Rendra meninju dengan temannya "Sialan loh bisanya dari tadi omong loh bikin sepet di telinga."
"Emang gue daun jambu biji buat lidah lu sepet," sahut Ronal berniat menggoda sahabatnya itu yang punya bini tapi gak belum bisa di ajak menyelam kedasar lautan asmara yang menggelora.
"Bukan lidah gue tapi telinga gue tahu," kata Rendra pada Ronal.
Ronal tertawa. "sudah sana pulang sana nikmati harimu dengan kepala pusing tujuh keliling."
"Enggak lah ada cara lain untuk tidak pusing," Rendra
"Wah wah wah, sudah kuduga," kata Ronald Sambil tertawa.
Sudah ya nal Aku mau pulang dulu, atur deh restoran dengan baik-baik nanti gue bakal kasih bonus sama lo
"Beneran nih bakal dapat bonus gede," tanya Ronal
"Tiap bulan lu gue kasih bonus kan ngapain tanya lagi," kata Rendra sambil terkekeh
"Gue kira bonus yang lainnya ternyata yang tiap bulan itu wah penjebakan nih, namanya," protes Ronal
"Lihat bulan depan aja nah nanti berapa bonusmu baru nilai seberapa baik diriku," kata Rendra tertawa.
"Ya ya ya, aku memang baik sudah sana pulang kasihan tuh bini udah ngantuk, ke sini lu bawa apa mobil," tanya Ronal
"Bukan gue naik moge," kata Rendra.
Hati-hati Ren, istrimu itu ngantuk suruh pegangannya erat ya, lebih baik tidur sini aja, itu kalau jatuh gimana nanti sudah di sini aja dulu," saran Ronal
"Mau di sini, Dek," tanya Rendra
"Terserah Abang saja deh aku udah ngantuk nih," Kata Rena
"Ok deh di sini aja daripada kamu nanti jatuh," kata Rendra
Mereka kembali ke ruangan itu kemudian Rena pun terlelap. Rendra keluar menemui Ronal.
__ADS_1
"Kamu ngapain tuh istri kamu sampai begitu," tanya Ronal.
"Rahasia lah masa kasih tahu kamu," kata Rendra yang di sambut pukulan dari Ronal.
"Loh enak Bokapnya kasih ijin loh nikah, lah gue gak boleh nikah tapi setiap kali datang ke sana langsung suruh ke kamar anaknya, apalagi begitu sampai kamar, cewek gue sudah siap minta make out, bahkan bukan gue yang nyerang dia yang nyerang gue, gue takut dosa Ren tapi gimana ngomong sama bokap-nyokapnya. Apalagi mereka juga jarang pulang.
"Bang kok belum pulang sih?" tanya gadis remaja yang baru masuk ke restoran.
Tuh Ren, baru diomongi dia datang," kata Ronal
"Gue lari aja Nal, ke istri gue, lo atasi cewek loh sendiri," kata Rendra langsung beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya.
"Loh teman Abang kemana gak bantuin Abang?" tanya gadis itu pada Ronal.
"Dia Bos gue, Mir. Nyusul istrinya di dalam kamar, lagi tidur tadi istrinya," kata Ronal
"Mir, lo minta nikah sama bokap-nyokap dong biar kalau gue minta nikahi loh di ijinkan," kata Ronal pada Mira pacarnya.
"Kalau nikah mereka takut abang kebablasan dan gue gak lulus SMU karena hamil," kata Mira
Ya, enggaklah Mir, kalau begini terus jatuh dosa tau Mir, kenapa Abang sudah dua minggu gak ke rumah lo? Takut dosa Abang kalau Bokap-nyokap loh gak ngijinin, kita putus dulu aja, saling jaga hati masing-masing sambil nunggu lo lulus, baru lo gue nikahi gimana?" kata Ronal
"Mira gak mau putus Bang," katanya sambil nangis.
"Nal, ajak keluar bicara baik-baik sana itu restoran sama anak-anak sudah di tutup sebagian, moge gue juga sudah di masuki sama mereka," kata Rendra.
"Ayok keluar, lo yang nyetir aja," kata Ronal membuat ceweknya merajuk.
Rendra kembali ke ruangannya membaringkan tubuhnya di sebelah istrinya.lalu memeluk istri kecilnya itu.
Setiap keputusan pasti ada dampaknya baik ataukah buruk Angga pun memberikan anak untuk di nikahi Rendra secara siri juga dalam pertimbangan yang matang melihat sang pria yang bisa menjaga wanitanya sebelum halal menjadi pertimbangan untuk pertama kalinya.
Baginya pria berkwalitas itu adalah mampu menjaga pasangan bukan justru merusaknya sebelum menikah.
Mungkin itulah yang menjadi penilaian pertama pada Rendra. Jika sudah tidak bisa meredam nafsu maka menikahlah agar tidak terlalu menumpuk dosa.
Akhirnya pasangan itupun tidur dengan lelapnya.hingga alarm handphone berbunyi jam tiga dini hari. Rendra pun terbangun lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu membangun pantai istri mengajaknya untuk sholat malam bersama.
Dik bangun sholat malam yuk, Rendra membangunkan istri.
__ADS_1
"Jam berapa sekarang Bang," tanya Rena
"Jam 03.00 Dek," kata Rendra.
"Kok sudah dibangunin sih, Bang. Rena kan masih ngantuk," kata Rena pada suaminya.
"Iya salat malam dulu Ren, Ayo cepat bangun Ren!" perintah Renda
"Iya," kata Rena sambil bangun dari tidurnya lalu berjalan perlahan dengan mata masih terpejam.
"Apa perlu Abang mandiin nih?" kata Rendra
"Enggak bang, Rena mandi sendiri," kata Rena berlari
Renda tertawa. "Takut beneran dia."
Setelah mandi hanya memakai handuk yang dililitkan dalam tubuhnya melihat itu Rendra sangat senang sekali. ia menatap sang istri menggelengkan kepalanya.
"Cepat dong Ren cepat ganti bajunya jangan cuma pakai begituan saja enggak enakan," kata Rendra
"Iya Bang sebentar Rena cari baju dari tadi gak ada baju," kata Rena
"Sini Abang carikan ini ada hanya hemnya, Abang, pakai dulu," kata Rendra
"Pakai luaran doang, Bang?" tanya Rena
"Iya cepat pakai terus pakai mukenanya kita sholat dulu," kata Rendra.
Rena memakai mukenanya setelah berpakaian, lalu mereka sholat malam bersama-sama dilanjutkan dengan membaca Alquran saat Rena membaca
Rendra mendengarkan dan menyimaknya lalu membenarkannya kalau ada bacaan yang salah hingga waktu subuh kemudian mereka salat jamaah subuh setelah selesai Rena duduk di bibir ranjang. "Ren sini duduk pangkuan Bang Ren," kata Rendra
"Gak mau tanga Bang Ren gak mau diam," kata Rena
"Gak apa-apa kan kamu istri Abang," kata Rendra.
"Ya sudah pakai begituan saja, gak mau beliin baju abang kalau gak kesini," kata
"Sini duduk di pangkuan abang," Rena tampak Ragu akhirnya ia duduk di paha Rendra yang polos, begitu lembah indahnya menempel, ia merasa hal yang aneh seperti tadi malam saat tangan dan bibir bertandang kesana Rendra mulai mencumbu istri kecilnya itu merambah di perbukitan indah.
__ADS_1
"Bang Rendra, Rena gak sekolah hari ini?"tanya Rena
"Besok saja, yaa sayang atau home schooling bagaimana?