
Lain lagi dengan Ehan yang di jemput oleh Anin sang mami yang nampak lembut tapi juga punya watak yang keras itu.
Ehan sudah pasang muka datar di hadapan sang mami dan dengan santainya dia memasang sabuk pengamannya lalu duduk bersandar di kursi penumpang sebelah sang mami.
"Bikin masalah lagi?" tanya sang mami sambil menyalakan mobilnya lalu berjalan meninggalkan sekolah.
"Hemm," jawab Ehan cuek.
Annin menghelah nafas, dan melirik putranya yang punya karakter hampir mirip dengan suami itu.
"Sampai kapan mau bikin masalah sama Al? Dia itu gak pernah loh bikin jengkel kamu, Han," kata sang mami sedikit penekanan.
"Habis dia selalu saja suka dengan cewek yang di sukai Ehan, dan Ehan selalu kalah cepat dengan dia, masak si ceweknya kasih hadiah ke Ehan terakhir sih padahal aku kan kakak sepupunya, harusnya aku dulu dong bukan Dia," kata Ehan sebal dengan adik sepupunya itu yang selalu saja unggul dalam hal berteman dengan cewek.
"Kamu itu masih kecil, Ehan, belum waktunya seperti itu!" protes Anin dengan suara yang sedikit meninggi.
"Seperti itu apa sih Mam? Wong kita itu cuma berteman, dan itu pun karena mereka sudah bisa ngerjain tuh cewek sementara aku belum bisa kerjain dia sama sekali," protes Ehan
"What?" teriak Anin sambil menginjak rem tiba-tiba karena terkejut. mobil itu berhenti mendadak dan Ehan terhuyung kedepan dan keningnya hampir menyentuh jendela kaca depan mobil.
"Kamu jangan macam-macam yaa, Han, kerjain macam apa?" tanya sang mami shock.
"Ceritanya itu cewek kasih hadiah jam tangan mahal ke kami, Mam. Terus yang dikasih dulu itu Om Bay, Mas Aska lalu si cunguk Al, kemudian baru kasih ke aku hadiahnya sudah gitu si cewek itu bilang suka sama kami satu persatu, waktu si cewek bilang suka sama aku kedengaran sama Al dan aku bertengkar lagi sama dia katanya 'ngapain kamu trima hadiahnya, Mas, Lea itu kan pacarku,' yaa aku bilang saja dia yang kasih hadiahnya, bukan yang minta dia sendiri yang bilang suka, bukan aku yang bilang, gak salah, 'kan kalau aku trima dia, itu tandanya dia sudah bosan sama kamu, begitu Mam," jelas Ehan panjang lebar.
"Terus, kenapa kok sampai di kerjain berganti begitu," tanya Anin pada putranya itu.
"Ya itu ide Mas Aska, bukan aku, dia bilang untuk membalas perbuatan dia karena sudah kasih PHP ke kita semua.
"Dari pada kalian balas membalas begitu lebih hadiahnya kalian kembalikan, deh. Kalau itu buat kalian bertengkar satu sama yang lainnya," kata Anin pada sang putra
__ADS_1
"Ya, gak mau lah, Mam. Kan itu tanda kalau kita itu famous mom," kata Ehan tertawa.
"Famous apaan kalau bikin kita gak akur sama saudara, lebih gak usah famous juga gak apa-apa, Han. Kamu tahu, Han, yang terpenting itu kerukunan terhadap saudara, kalau teman cewek kamu itu bikin pertengkaran terhadap saudara mending tidak usah berteman dengan dia, Itu tandanya dia tidak membawa kebaikan pada kita kamu mengerti, Han?" tanya Anin pada putranya dan Ehan hanya mengangguk.
...----------------...
"Ini kita mau ke mana mom?" tanya Bay.
ke rumah kakek Raka agar bisa menasehatimu agar tidak selalu bertengkar kata Aila.
dibilang bukan aku Mami nggak pernah percaya kan sudah dibilang Bay itu melerai," sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ya nggak papa kalau memang kamu tidak bertengkar kan kita cuma ke kakek kenapa takut?" kata Aila.
"Nggak sih cuman kakek sering nasehatin jadi kadang bay sedikit bosan," kata Bay
Enggak lah Kakek itu sayang sama Bay cuma kalau datang sama Mami, jadi kesannya itu aku jadi punya salah," kata Bay pada momynya
Aila tertawa. "Kenapa kok bisa begitu?" tanya Aila.
"Iya pasti mami akan bilang ini kek itu nakal masak setiap hari bertengkar pada padahal dia paling tua sendiri nggak mau ngalah nggak mau nasehatin, kalau dibilangin Mami katanya bukan salah Bay," kata Bay membuat Kaila tertawa kembali.
Mobil terus berjalan menuju kediaman Raka. Selama satu jam perjalanan akhirnya sampai juga di rumah kakeknya.
Aila menghentikan mobilnya di pekarangan depan rumah.
Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah sambil mengucapkan salam dan terdengar jawaban dua orang yang telah sepuh yaitu Raka dan Rima dari dalam rumah
Dengan cerianya Bay menghampiri sang kakek yang sedang bersama neneknya di ruangan makan sedang berbincang-bincang sambil makan camilan yang ada di meja.
__ADS_1
"Kakek, ini Bay apa gak kangen Bay. aku kangen Kakek loh," kata Bay pada Raka
"Wow Ya jelas Kakek juga kangen sama kamu sudah lama nih nggak pernah ke sini kan kenapa?" tanya Raka
"Karena mami sama papi lagi sibuk kek jadi Bay tidak bisa ke sini," kata Bay pada kakeknya.
Aila tersenyum meraih punggung tangan Daddy dan maminya.
"Daddy dan mam sehat kan maaf ya Aila jarang bisa ke sini karena kan aku lagi ambil spesialis," kata Aila pada mereka.
"Kamu ambil spesialis apa Ai?" tanya Raka kepada putrinya itu.
"Kalau aku lagi ambil spesialis kandungan, kalau Mas Frans ambi spesialis anak," kata Aila pada mereka
Ini ni dad cucu Daddy sukanya bertengkar saja tadi itu dihukum sama gurunya, bertengkarnya masalah apa coba?" kata Aila pada Daddy
"Masalah cewek Dadd, seusia Bay yang masih empat tahun bertengkar karena anak cewek," kata Aila.
"Betul Bay?" tanya sang kakek.
Sini coba ceritakan sama kakek bagaimana kamu bisa bertengkar cuman karena cewek," kata Raka sambil menyuruh duduk di pangkuannya.
"Ini itu salah paham, Mami itu salah paham, Kek.Tadi kan sudah dibilang sama Bay kalau yang bertengkar itu bukan Bay Mam tapi si Ehan sama Al, kalau Bay itu hanya melerai mereka, tapi mereka malah berkelahi lalu Bay, bisa apa coba," kata Bay pada kakeknya.
"Ceritakan awalnya bagaimana kalian bisa bertengkar karena itu si cewek, Kakak ini perlu tahu yang sejelas-jelasnya agar bisa bela kamu dari mamimu," jelas Raka pada Bay
Begini Kak si Lea, kasih Bay, jam tangan lalu kasih ke Aska juga kemudian kasih ke Al dan terakhir Ehan.
setiap kasih selalu bilang kalau dia suka sama kita jadi hasilnya dia bertengkar kemudian Aska punya ide untuk ngerjainnya dan akhirnya kami pun bergiliran ngerjain dia. Lalu giliran Al, kurang dua hari berjalan. Eeeh, si Ehan minta dan merebut hari milik Al.
__ADS_1