Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Akad Nikah Bara dan Ratih.


__ADS_3

Pagi itu Bara mengantarkan Rena ke sekolah dengan mengendarai mobil karena nanti akan menjemput ayahnya Ratih untuk di antar ke rumah kakek.


Setelah mengantar Rena ke sekolah mobil Bara pun melesat meninggal sekolah Rena menuju rumah Ratih.


Mobil itu berhenti di halaman rumah Ratih. Rumah nampak lengang, Bara mengetuk rumah berkali-kali namun tak menemukan jawaban.


Seorang wanita keluar dari rumah Sebelah menghampiri Bara," Cari pak Haidar dek,"


"Iya bu."


"Orangnya ke pemakaman umum dek, mungkin mau ke makamnya bu Rindu."


"Oo, iya di mana tempat pemakaman umum bu?"


"Jalan ini lurus saja nanti ada belokan ke kanan belok dek."


"Oh, makasih ya bu."


"Sama-sama dek."


Bara masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya ke pemakaman umum.


Beberapa menit kemudian dia sampai, dia turun dari mobil berjalan menyusuri jalan setapak makam mencari sosok pria yang baru di kenalnya tadi malam, hingga dia melihat seorang lelaki paru baya duduk di depan makam yang bertuliskan Rindu Armia binti Nurhan.


Bara menghampiri pria itu, menepuk pelan bahunya, pria itu menoleh," Nak Bara?"


"Iya pak saya tadi di rumah bapak ternyata bapak ada di sini, mumpung saya di sini saya juga mau ijin sama bu Rindu, kalau nanti sore saya akan menikahi putrinya.


"Betulkah nak?"


"Iya, sebenarnya kedatangan saya ke rumah bapak tidak hanya sekedar memberi tahukan hal ini tapi juga ingin menjemput Bapak, Ayah mengundang anda untuk datang di rumah kakek."


Haidar mengangguk," Rin putri mu akan menikah, pria ini yang kelak akan mendampinginya semoga dia bisa menjadi tempat berbagi suka dan duka."


"bu, saya Bara. Ijin untuk menikahi putri ibu, semoga saya bisa membahagiakan putri ibu." kata Bara sambil bersimpuh di makam ibunya Ratih.


Setelah itu dia menoleh ke pak Haidar.


"Pak bisa berangkat sekarang?"


Haidar mengangguk," Rin, aku pulang dulu ya lain kali aku datang lagi."

__ADS_1


Haidar dan Bara pergi meninggalkan tempat pemakaman menaiki mobilnya. Mobil itu berjalan meninggalkan pemakaman menuju rumah Raka.


Setelah sampai mereka pun turun dari mobil bersamaan dengan Angga. Angga pun menghampiri mereka. Bara mencium punggung tangan Angga.


Angga tersenyum menjabat tangan Haidar," Saya Angga ayah dari Bara."


Haidar menoleh ke Bara, Bara mengangguk." Saya Haidar pak, ayahnya Ratih, maaf kalau merepotkan Bapak dan menyeret putra Bapak dalam masalah saya."


"Tidak apa-apa pak anaknya yang ingin, dan saya juga harus bisa mendukungnya, ayo kita masuk kita bahas masalah bapak dan juga mengenai anak-anak kita."


Mereka pun masuk ke dalam rumah Raka di sana sudah berkumpul semua anggota keluarga tak terkecuali Frans dan Aila.


"Silahkan duduk," Raka mempersilakan duduk


"Angga sudah menjelaskan permasalahan Anda dan kami pun juga mengundang pengacara kami yang nantinya akan membantu permasalahan Anda."


"Iya pak saya trimakasih banyak telah di bantu, maaf membuat anda terlibat banyak dengan masalah saya."


"Tidak masalah cucuku menyukai putri anda dan akan menikah maka jelas anda bagian dari kami." Haidar hanya bisa mengangguk.


"Cucu saya ingin menikahi putri anda sore hari ini kami akan persiapkan segera. Anda ingin di laksanakan di mana? di sini ataukah di rumah anda."


"Baik saya putuskan untuk diadakan di sini, nanti bapak bawah beberapa tetangga untuk menjadi saksi bahwa putri anda telah menikah dan juga tolong persiapkan berkas-berkasnya untuk mengurus surat nikahnya nanti."


"Iya pak terimakasih," jawab pak Haidar dan mata yang berair karena terharu.


"Untuk masalah perceraian bapak dengan ibu Cinta sudah akan di tangan oleh pengacara kami dan akuisisi saya setuju tapi sifatnya ini sebagai mitra, anda tetap pemiliknya, saya lihat perkembangan perusahaan bapak sangat bagus, jadi tidak ada alasan saya menolak dan besok tim kami langsung ke Surabaya untuk meninjaunya." kata Angga pada pak Haidar.


Angga pun menjelaskan bahwa Ratih akan di boyong di Amerika serikat tempat Bara kuliah dan pak Haidar pun tidak keberatan.


Pertemuan telah selesai, Bara mengantar Haidar pulang dan sekalian mengambil berkas-berkas Ratih.


...*****...


Sore hari kediaman Rakha sudah di sulap menjadi acara akad nikah Bara dan Ratih.


Bara sudah mengenakan pakaian kemeja putih dengan jas hitam sudah duduk diantara para saksi ke dua belah pihak


Ratih meminta mas kawin uang yang ada di dompet Bara saat ini berjumlah 1,5 juta dan tidak mau di tambah keinginannya adalah apa yang ada di diri Bara saat ini adalah awal dari kisahnya.


Semua sudah bersiap Bara duduk di depan Haidar siap mengucapkan Akad.

__ADS_1


Aku nikahkan engkau Bara Samudra Dintara bin Angga Dintara dengan Ratih Andita Binti Haidar Syah dengan mas kawin uang tunai 1,5 juta di bayar tunai lalu Haidar menghentakkan tangannya


Saya trima nikahnya dan kawinnya Ratih Andita Binti Haidar Syah dengan mas kawinnya yang tersebut di bayar tunai,"


Kata Sah terdengar di ucapkan oleh mereka yang hadir di akad itu.


Ratih pun di bawah keluar untuk menyelesaikan rangkaian akad.


dan surat nikah mereka pun menyusul. dokumen yang di perlukan diserahkan kepada penghulu untuk di urus surat nikahnya.


Setelah prosesi Akad mereka, walima sederhana diadakan. Memberikan beberapa bingkisan makanan pada tetangga Ratih yang hadir untuk di bagikan pada tetangga lainnya. Mereka pun di antar supir dengan mobil.


Acara makan-makan pun tiba tak henti-hentinya Bara menatap sahabatnya yang telah menjadi istrinya. Nara pun menghampiri mereka memeluk Ratih," Selamat datang di keluarga kita kak Ratih."


"Trimakasih ya."


"Kak Bara curang masak mendahului Nara." katanya sambil menjebikan bibirnya.


"Nah, mana ada yang curang statusku itu kakak kamu jadi sudah benar aku duluan."


"Iya deh, kak Yuna kemana bang Diki?"


tanyanya pada Yuna.


"Ada operasi Nara."


"Cek."


"Eh? Harus terbiasa seperti ini kalau ingin jadi istri dokter."


"Iya, kak Yuna."


"Aduh susah juga ni Yun punya mantu adik kamu aku berasa adik kakak sama anak aku, habis sekarang panggil kamu kak Yuna." kata Azizah pada Yuna dan Yuna hanya terkekeh.


"Tuh baru datang dia," kata Yuna.


"Mana kak?"


"Itu," kata Yuna sambil menunjuk orang yang baru masuk dan menyalami orang-orang tua dan mempelai serta saudara-saudara yang hadir. Sedikit terkejut ketika tahu tante yang di maksud Nara adalah Aila.


Nara beranjak dari duduknya dan menghampiri Diki dan bergelayut manja membuat Diki canggung.

__ADS_1


__ADS_2