Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Ke Rumah Mertua


__ADS_3

Mobil berjalan dengan kecepatan sedang ke rumah orang tua Rendra di sepanjang perjalanan lemari tangan Rena.


Ia menemukan kebahagiaan dengan gadis kecil ini ya dia tidak pernah menyesal untuk terjebak dalam hati gadis yang berusia belia. Tak ada keindahan yang lebih indah selain bersama pasangan yang halal dan cinta Yang halal, dia tidak peduli walaupun dia berbeda dengan orang lain yang menikah dengan usia matang dan pasangan yang matang pula cukup baginya ia dan pasangan saja merasa bahagia.


Perjalanan selama satu jam ditempuh hingga sampai ke halaman rumah Rendra. Mobil pun berhenti dan mereka keluar sambil bergandengan tangan masuk ke dalam rumah dia melihat rumah begitu sepi Rendra pun mencari ibunya. "Duduk di sini tunggu saja ya aku mau mencari Ibu dulu Mungkin dia ada di belakang sedang merawat tanamannya."


"Apa aku tidak boleh ikut," kata Rena "Kalau kamu ingin ikut, ayolah kita ke belakang bersama-sama!" kata Rendra


"Di belakang ada apa? Selain bunga-bunga, apa ada pepohonan buah juga ada kolam ikan?" tanya Rena


Sudah tidak usah tanya ikut saja dan lihat saja apa yang ada di belakang kalau kamu mau renang, di sana ada empang," kata Rendra terkekeh.


"Apa itu empang," tanya Rena pada Rendra


Kamu tidak tahu empang, empang itu adalah kolam tanah yang di dalamnya ada ikan. Nah, kalau kamu mau berenang di situ juga luas tempatnya," kata Rendra sambil berlari meninggalkan


"Hai Jangan lari kamu Mas! Enak saja cantik-cantik disuruh berenang di empang," kata Rena berlari mengejar Rendra.


Rena lari mengejar suaminya itu tiba-tiba suaminya berhenti hingga menabrak punggung suaminya.


Sementara di depannya ada ibu yang sedang bertolak pinggang kenapa lari-lari," tanya Bu Nurul pada mereka.


"Itu Bu, Mas Ren, jahat masak aku disuruh mandi di empang," kata Rena


Nurul pun tertawa mendengar aduhan dari menantunya


"Ibu tidak bikin pepes, aku lagi pengen makan pepes," kata Rena.


"Kalau mau pepes harus ke empang dulu ya," kata Nurul.


"Ngapain ke empang bu?tanya Rena


"Karena ikannya ada di empang, kita harus ambil dulu ikannya di sana, ayo ikut, Mas!" Kata Rendra

__ADS_1


Tapi jangan jeburin aku ya, Bang. Kelihatannya airnya kotor sekali, aku nanti bisa gatal-gatal nih," kata Rena.


Mana mungkin istri Abang yang cantik ini, Abang jeburin ke kolam ikan nggak lah, kalau kamu diceburin bukan di empang tapi ...." kata Rendra


"Dimana coba?" tanya Rena


"Mereka berjalan menuju empang, di sana sudah terdapat jaring yang besar untuk mengambil ikan di sana. "Lihat ya bagaimana cara menjaring ikan," kata Rendra sambil mengambil jaring lalu menjaring ikan-ikan itu setelah dapat dia masukkan ke dalam timba dan di bawahnya ke dapur.


Rendra pun mulai membersihkan ikan-ikan itu, tangannya begitu gesit Rena hanya melihat suaminya membersihkan ikan hingga bersih Setelah setelah dicuci bersih diberikan kepada ibunya untuk dijadikan pepes ikan.


Bu Nurul mulai membuat bumbu-bumbu yang akan dijadikan pepes ikan. Sementara Rendra masih di belakang rumah mencari daun pisang untuk dijadikan bungkus pepes Rena dengan setia mengikuti kemanapun Hendra pergi.


Setelah memotong pelepah pisang dia sayat daunnya lalu dijemur sebentar kemudian setelah itu diambil dan diberikan kepada ibunya.


Rendra tertawa saat melihat Rena mengikutinya terus." Dek kamu apa tidak capek ngikutin aku terus masuk di kamar Mas Ren tiduran sana dulu," perintah Rendra


"Di manakah mas Ren?" tanya Rena pada Hendra


Kemudian ia masuk ke dalam kamar Rendra, dia membaringkan tubuhnya di sana dan mulai terpejam.


Bu Nurul mulai membuat pepes dan mengukusnya.


Rendra masuk kedalam kamar dan berbaring di sebelah Rena, lalu memeluk gadis itu dengan sangat erat sambil menikmati arama tubuh gadis itu.


Rena membuka matanya dan terkejut, suami sudah di sini dan memeluknya.


"Bang Ren kenapa di sini?" katanya


"Nggak apa-apa nemani kamu tidur, apalagi Abang juga lagi gak ada kerjaan, jadi kerjaan sekarang adalah menggoda istri, kenapa keberatan?" tanya Rendra pada Rena.


"Rena cuma gak enak saja ibu lagi masak tapi Rena malah tidur di sini, aku jadi malu Bang. Abang gak nyesel punya istri Rena gak bisa masak juga masih kecil, kolokan dan manja," kata Rena pada Rendra


"Yaa, gak apa-apa Ren, Abang itu cinta sama kamu, kalau masak kan bisa belajar nanti-nanti saja, kalau gak mau juga gak apa-apa, ibu ngerti kok sama kamu jadi tenang saja yaa," kata Rendra.

__ADS_1


Tak seberapa lama kemudian pintu di ketuk dari luar dan terdengar suara bu Nurul, memanggil dari luar kamar.


"Rendra ajak istrimu makan pepesnya sudah matang."


"Baik bu," kata Rendra


Ayo kita keluar pepes pesanan mu sudah matang," kata Rendra pada Rena


Mereka pun keluar dari dalam kamar lalu duduk di meja makan, Rena menghirup bau sedap makanan, dia pun ingin segera menikmatinya. " Masih panas yaa, Bu," katanya.


"Iya, baru di turunkan dari api kompor, biar Rendra yang ngambilkan sayang," kata bu Nurul


Rendra mengambil piring dan di letakan Pepes lalu dibukanya daunnya, aroma semakin menguar di hidung. Biarin sebentar sayang agak dingin dulu, baru makan," kata Rendra pada Rena.


"Kelamaan Bang, gak boleh di tiup," tanyanya Rena pada Rendra.


"Ngak boleh pakai ini yaa, di kipasin sebentar," kata Rendra sambil menyerahkan kipas yang terbuat dari bambu dan Rena pun menerimanya mulai mengipasinya sebentar. "Bu, Boleh gak pakai nasi? Ingin makan beginian saja," kata Rena.


"Boleh, tapi setelah itu, ambil lagi dan harus pakai nasi, sedikit juga gak apa-apa asal perut terisi.


"Iya, Bu," katanya sambil makan dengan lahap pepes ikan gurame besar itu.


"Kalau Rena ingin makan caranya seperti ini bu," kata Rendra mengambil nasi dan lauk dengan tangannya lalu di arahkan kemulut Rena, "Ayo Na, buka mulut nya!" perintah Rendra.


"Nanti, Bang Rena sendiri yang ngambil," jawab Rena sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ren!" panggil Rendra sambil menatapnya, akhirnya mau gak mau akhir membuka mulutnya dan menerima suapan dari Rendra.


"Kalau begini jadi gak bisa nikmati gak pakai nasi karena rasanya pun akhirnya kecampur dengan rasa nasi," katanya sambil cemberut.


"Ren, Biar dia menikmati dulu tanpa nasi, setelah itu baru kamu suapi pakai nasi biar tubuh menantuku ini gak kerempeng biar sedikit berisi," kata bu Nurul sambil tertawa.


"Rena gak kerempeng bu, langsing ini namanya," kata Rena membela diri.

__ADS_1


__ADS_2