
Ehan duduk di depan lelaki paruh baya itu.
"Kakek kenalkan namaku Ehan Qamar yang punya arti purnama yang terang," kata Ehan pada laki-laki paling baya itu.
Nama kamu sangat bagus sekali siapa yang memberi nama?" tanya lelaki itu pada Ehan.
"Daddyku yang memberi nama aku coba Apakah kakak bisa menebak kenapa aku di kasih nama itu?" tanya Ehan
"Mungkin karena kamu lahirnya di malam bulan purnama benar tidak?" jawab lelaki itu
"Wah, kakek pintar bisa menebak padahal pada waktu Ehan dilahirkan Kakek kan tidak melihatnya dan tidak menunggu ku tapi Kakak bisa menebak," kata Ehan sambil tertawa.
"Andai kakek bisa melihatmu saat kamu masih bayi pasti senang sekali sayangnya kakek baru bertemu denganmu saat kamu sudah sangat besar dan tampan lagi kata," kata pria itu.
"Siapa nama ayahmu kalau kakek boleh tahu?"
"Namanya Rafaza Raditsha Dintara," jawab Ehan
"Wah nama Ayahmu juga bagus ya," jawab lelaki paruh baya itu.
Anin keluar dengan membawa secangkir kopi dan makanan kecil.
"Trimakasih, Nak," kata Andriy Ray
"Siapa nama kakek?" tanya Ehan
"Namaku Andriy Ray," kata lelaki paruh baya itu.
"Apa boleh aku berbicara
dengan mamamu," tanya Andriy
"Baiklah kakek sebentar aku panggilkan," kata Ehan.
Ehan masuk kedalam lalu menemui sang mama.
"Mama, kakek itu datang jauh-jauh kemari ingin bertemu mama paling tidak mama temui dulu biar cerita dulu setelah itu terserah mama lah.
__ADS_1
"Kamu ini bisa-bisanya ya menasehati mama, begitu," kata Anin gemas.
Ia pun keluar dan menemui pria paruh baya itu
"Jika Anda ingin bercerita tentang mengapa Anda meninggalkan
kami, ceritakan," kata Anin pada pria itu.
Pria itu menghelah nafas. "Baiklah jika itu maumu," katanya
"Dia adalah karyawan hotel milik temanku, dimana aku menginap saat itu. Beberapa kali aku menginap di sana aku selalu melihatnya dan aku tertarik. Aku tanya pada temanku bagaimana cara berkenalan dengannya aku menginginkannya. Akhirnya dia ditugaskan untuk mengantar makanan di kamarku,"
Flashback on
Pintu diketuk tiga kali, terdengar suara, "Tuan layanan kamar,"
"Masuklah," jawabku. Diapun Masuk membawa makanan dan aku langsung mengunci kamar itu.
"Tuan kenapa di kunci," tanyanya.
Pada waktu itu Aku baru saja selesai mandi dan belum mengenakan apa-apa hanya handuk yang melekat di tubuhku, aku langsung menyerang Anisa.
"Maksudnya, bukankah anda ingin makan sesuatu, itu sebabnya saya mengirim makanan pada Anda," katanya sambil bergetar.
"Aku menginginkanmu, lebih dari makanan yang kau bawa," jawab langsung menggendong tubuh Anisa dan membawa ke ranjangku, dia melawan. tetapi tenagaku lebih kuat darinya.
Aku merobek pakaiannya mencumbuinya dan melakukannya saat pertama kali dengan Anisa sungguh sangat berbeda dan aku melakukannya berkali-kali selama dua hari.
"Mengapa tuan lakukan ini pada saya, Apa salah saya pada Anda?"
"Karena kau cantik aku menyukaimu, jadilah milikku selamanya," kataku pada wanita itu.
"Kamu sudah merendahkan aku,
merampas milikku yang selama ini ku jaga, berikan aku baju, aku akan pulang," katanya padaku.
"Nanti, aku belum puas dengan mu," kataku sambil menatap tubuhnya yang polos.
__ADS_1
"Tolong lepaskan aku tuan," katanya padaku.
"Baiklah, mandilah dulu akan ku pesankan pakaian untuk mu," kataku padanya.
Setelah selesai mandi ia memakai bath robe, sebenarnya aku ingin mengulang kembali tapi entahlah kenapa aku tak tega.
"Ini pakailah setelah itu makanlah!" kataku padanya. Dia tidak menjawab hanya mengambil paper bag dari tanganku lalu pergi ke kamar mandi, setelah itu ia keluar dengan balutan baju yang ku belikan sangat cantik sekali, rasanya aku ingin menjamahnya lagi, tapi ku tahan hasratku padanya.
"Makanlah!" perintahku padanya,
"Tidak, saya tidak lapar, saya ingin segera pulang," katanya
"Makan atau ku jamah lagi tubuh mu!" kataku mengancamnya.
Akhirnya dia makan dengan makanan yang kusiapkan lalu ku antar pulang tapi ia memintaku mengantarkannya di rumah calon suaminya. Setelah dia selesai makan aku pun keluar dengannya menuju ke area parkir lalu kami pun masuk dan aku duduk belakang kemudi kulajukan mobilku dengan kecepatan sedang menuju ke rumah calon suaminya.
Di dalam mobil aku pun berkata padanya, "aku mencintainya dan akan menikahinya tetapi akan menikah dengan pria lain esoknya. ku katakan batalkan saja aku akan menikahimu, tapi dia tidak mau karena berpikir aku orang yang tidak baik telah merenggut kesuciannya dengan paksa," kata Andrian pada Anisa
Aku pun berhenti di rumah yang cukup besar, lalu aku menunggunya.
Hingga kulihat dia keluar dari rumah itu dan menangis sambil berjalan menyusuri jalan Raya aku mengikutinya setelah agak jauh aku pun menghentikannya dengan mobilku yang berhenti tepat di depannya setelah itu aku gendong dia dan ku masukkan dalam mobilku.
"Kenapa kau selalu mengikutiku? Pergilah karena kau aku seperti ini maka jangan datangi aku lagi tolong hentikan mobilnya! Aku akan pergi," katanya padaku.
"justru aku telah berbuat jahat padamu, maka aku harus selalu mengikutimu, kemanapun kamu pergi aku tidak ingin terjadi apapun padamu, akulah yang akan bertanggung jawab dengan apa yang kulakukan, tolonglah ditimbangkan permintaanku! Bagaimana jika ada anak di rahimmu," kataku pada Anisa.
"Antarkan aku pulang saja sekarang," kata Anisa.
Perjalanan dengan kecepatan sedang menuju rumahnya setelah sampai ia pun keluar dari mobilku dan berjalan masuk ke dalam rumahnya yang bernilai sangat sederhana setelah dia masuk aku pun meninggalkannya dan kembali ke apartemen.
pagi harinya aku pergi ke rumah orang tuanya dan kulihat dia keluar dengan membawa koper kecil lalu perjalanan menyusuri jalan aku ikuti hingga sampai di jalan yang aku pun kembali menggendongnya dan dimasukkan ke dalam mobilku lalu menguncinya kemudian aku menyimpan kopernya dalam Bekasi setelah itu aku kembali dan masuk dalam mobilku lalu melajukannya dengan kecepatan sedang.
Dia menatapku dengan kebencian dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir membasahi kedua pipinya.
Apa dia menolak menikahimu jika menolak biarlah aku yang menikahimu janganlah kau keras kepala aku sudah tunjukkan etika baik kepadamu," kata Andrian dalam mobilnya.
"Apa setelah ini kau menghormatiku tidak bukan kau tetap akan menganggapku hina," kata Anisa.
__ADS_1
"Kau salah Anisa justru akulah yang hina, akulah yang membuat kau gagal dalam pernikahanmu maafkan Aku," kata Andrian.
Apa ada gunanya maafmu itu, tidak ada semuanya sudah terlanjur, orang tuaku mengusirku dari rumah dan calon suamiku menghinakanku karena aku tidak bisa menjaga diriku dengan baik, sehingga kehilangan kehormatanku dan dia tidak mau menerimaku, dia lebih baik membatalkan pernikahannya, daripada harus menikah dengan wanita bekas sepertiku,