Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
makan malam..


__ADS_3

keesokan harinya..


imma sudah siap untuk pergi kuliah,tak banyak barang yang imma bawa, dia hanya membawa tas ransel .


lalu ibunya datang.. .


mamanya imma : kenapa belum berangkat teh?


motornya sudah di isi bensin?


imma : teteh gak bawa motor mah, a Raka ngelarang.


mamanya imma : oo begitu, jam berapa dia ke sini?


imma : mungkin sebentar lagi mah, teteh udah mencoba nelphone dia, tapi gak di angkat.


mamanya imma : mungkin dia lagi d jalan menuju ke sini.


belum kering bibir mamanya imma, tiba-tiba suara motor vixion Raka terdengar.


mamanya imma : nah kan, apa mama bilang.


imma tersenyum ke arah Raka, Raka memarkirkan motornya di depan rumah. dia pun bersalaman dengan mamanya imma,


Raka : bapak mana mah?


mamanya imma : kebetulan a, bapak lagi keluar. tadi ada yang ngajaknya memancing.


Raka : oh, ya sudah mah . saya dan teteh berangkat dulu, tadinya mau berangkat sore, tapi takut hujan.


mamanya imma : iya a, hati-hati ya, semoga selamat sampai tujuan. kalau sudah sampai, kabari..


" iya mah ".. jawaban mereka kompak..


mereka berangkat,, setelah sampai di kampung Raka, Raka memberhentikan motornya, dia dan imma pamit kepada kedua orang tua Raka.


Raka : yah, Raka berangkat dulu..


ayah Raka : iya, hati-hati, oya teh, ini bawa makanan buat di jalan ( memberikan buah-buahan dan makanan ringan lengkap dengan air mineral)


imma : iya yah, makasih.. (sambil tersenyum)


lalu ibunya Raka menghampiri imma dan tersenyum..


ibunya Raka : titip aa ya teh, kalau jauh dari ibu,dia selalu telat makan . jika waktunya makan, tolong kasih tau dia, kalau teteh yang nyuruh, mungkin dia akan nurut.. (tersenyum)


imma : insya Allah bu, saya tidak akan melupakan pesan ibu.


Raka tersenyum melihat kedua wanita yang dia sayangi, " terima kasih tuhan, Kau telah menganugerahkan wanita-wanita hebat di hidupku ini" , gumam Raka.


Raka : ayo teh, kita berangkat sekarang.


imma mengangguk, dan mereka bersalaman dengan kedua orang tua Raka.


di sepanjang jalan, mereka bercerita. .


entah berapa episode yang mereka bicarakan, tak terasa sudah berada di garut kota..


sebelum ke kost'an , Raka mengantarkan imma terlebih dahulu ke kost'annya. kost'an imma kost putri, tak sembarang laki-laki boleh masuk, Raka mengantarkan imma sampai gerbang, imma pun turun dari motor Raka.


Raka : oya teh, entar malam kita makan di luar ya ?


imma : duh gimana ya a, bapak kost melarang kita keluar malam, kecuali kalau cuma beli makanan atau nasi ke warung depan.


Raka : biar aa saja yang minta izin ke yang punya kost..


imma : besok siang saja a, gmna ? sepulang saya kuliah..


Raka : besok jadwal aa banyak teh, sampe sore.

__ADS_1


imma : ya sudah gimana aa saja, kalau mau nanti malam, aa yang izinnya.


Raka :siap..


Raka pun pergi, imma langsung masuk ke kost'annya..


di sana sudah ada teman kuliah imma..


imma menyapa mereka semua, dan langsung masuk kamar untuk beristirahat.


malam hari...


imma menunggu kedatangan Raka,tiba-tiba terdengar ketukan pintu..


tok..tok..tok...


imma langsung membuka pintu, ternyata itu ibu kost...


ibu kost : neng, di depan ada calon suamimu, tadi dia meminta izin pada ibu dan bapak, kalau malam ini dia ingin mengajakmu keluar.


imma : ibu mengizinkan saya pergi ?


ibu kost : kenapa tidak? diakan calon suamimu, lagi pula tadi ibu sudah konfirmasi ke orangtua mu, ternyata memang benar dengan apa yang calon suamimu katakan. bersiaplah segera, jangan membuat calon suamimu menunggu terlalu lama. .


imma : baik bu, terimakasih banyak.


imma segera bersiap, setelah itu menghampiri Raka yang tengah berbincang dengan bapak kost..


imma : yuk a, kita berangkat sekarang?


bapak kost : jangan pulang larut malam ya a, meski si eneng calon istrimu, tapi di sini dia tanggung jawab bapak. dan peraturan tetap peraturan, jika si eneng pulang terlalu malam, anak kost yang lain pasti iri dan bisa-bisa mereka protes. hehe


Raka : insya Allah pak, jam 9 nanti teh imma sudah ada di sini.


bapak kost : baiklah a, hati-hati..


imma : berangkat dulu pak!


di perjalanan mereka berbincang..


Raka : teh, mau makan di resto mana?


imma : resto? gak ah, kita nyari nasi to saja a ( TO : tutug oncom)


Raka : loh, koq to teh? saya ajak teteh ke restoran.


imma : kalau ada makanan murah tapi enak, kenapa tidak. lagian kan makan di resto sama makan di pinggir jalan itu sama-sama saja, kedua-duanya makan nasi.. hehe


Raka : ya sudah terserah teteh saja, perempuan kan selalu benar... hehe


imma : hahaha.. iya dong..


Raka tersenyum, dia senang karena baru kali ini dia mengajak imma jalan-jalan malam dengan status calon istri pula.


sampailah di tempat nasi TO,meski di pinggir jalan namun tempatnya nyaman.. mereka pun mencari tempat duduk.


Raka : teteh tunggu di sini ya, saya pesankan dulu..


imma : iya a,


tak lama kemudian Raka muncul, sambil menunggu pesanannya datang, Raka mengajak imma ngobrol.


Raka : suka tempatnya teh?


imma : suka a, rame ya..


Raka :emang di sini TO nya enak teh,


imma : oh pantesan (sambil melihat ke seluruh Meja yang ada di situ)

__ADS_1


Raka : oya teh, sebenarnya ada yang ingin saya bicarakan.


imma : soal apa a?


Raka : sebentar lagi kita kan mau menikah, jadi mulai sekarang jangan ada hal yang kita sembunyikan. masalah sekecil atau sebesar apapun, kita selesaikan berdua.


imma mengangguk tanda mengerti..


Raka : oya, waktu SMA teteh pernah menyukai seseorang tidak? atau seseorang yang menyukai teteh?


imma : waduh, kenapa nanyanya waktu SMA?gak ada lagi pembahasan yang lain?


Raka : ya anggap saja kita sedang bernostalgia.hehe...


imma : mmmmh, waktu SMA ya? yang suka ada, cuman gak pernah berpacaran a..


Raka : kenapa?


imma : lupa lagi kenapa.. hehe


Raka : waktu SMA teteh kenal sama Reza gak?


imma : Reza? ( mengingat - ingat )


Raka : iya , temannya yadi..


Imma : oya saya ingat, kenapa gitu a?


Raka : teteh pernah menyukai dia?


imma : suka? kenal juga enggak a, memang dulu dia sering ngirim surat sama saya, cuman saya gak pernah balas.


Raka : alasannya? gak baik loh teh, orang ngasih surat ya harus balas. bagaimana kalau teteh ngirim sms ke orang, terus orang itu gak pernah balas sms teteh ? teteh pasti kesal kan?


imma : iya sih a, cuman dulu malas saja gitu. pertama memang saya tidak mengenalnya, kedua saya gak suka cowok caper.. hehe


Raka : caper gimana maksudnya?


imma : ya isi suratnya terlalu sering bahas kekayaan orangtua, saya kurang suka..


Raka : hmmmmh.. ada-ada saja, terus pernah gak teteh ketemu dia ?


imma : kalau ketemu sampai ngobrol kayak gini belum, paling kalo pulang sekolah saja lewat depan tongkrongannya..kenapa sih a? koq aa nanyain soal dia terus?


Raka : cuman pengen tahu saja..


imma : dia teman aa?


Raka : lebih dari teman, dia saudara aa..


mendengar itu imma sedikit kaget, rupanya laki-aki yang sudah beberapa kali dia tolak cintanya itu adalah saudara calon suaminya sendiri.


imma : sekarang dia dimana a? bisa gak saya ketemu dengan dia?


Raka : di jakarta, katanya libur kerja dia akan ge garut.. teteh mau ngapain pengen ketemu dia?


imma : ada yang ingin saya bicarakan sama dia..


Raka terdiam, penasaran dengan apa yang akan di bicarakan imma kepada Reza.


lamunan Raka buyar setelah pelayan mengantarkan makanan, Raka dan imma pun segera memakan pesanannya itu..


Di tengah santapan hidangannya, Raka menanyakan hal apa yang akan imma bicarakan dengan Reza.


Raka : ngomong-ngomong teh, teteh akan bicara apa ke reza?


imma : ada hal penting yang harus saya katakan a,, cuman saya gak bisa ceritakan ke aa sekarang.


Raka : baiklah kalau begitu ( Raka menghargai imma) ..

__ADS_1


mereka pun melanjutkan makanannya...


__ADS_2