Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Permintaan Nada


__ADS_3

Sesuai dengan ucapannya tadi pagi, kini mami Nimas menyiapkan makan siang untuk Nantha dan papi Hardi tentunya. Nada yang sedari tadi membantu maminya setelah bangun tidur, belum mengetahui jika maminya itu juga menyiapkan bekal untuk Nantha.


"Kok dua kotak mih?" tanya Nada.


"Tadi mami udah bilang ke Nantha mau ngirim makan siang buat dia. Ini nanti biar di anter sopir kamu, terus ini bekal buat papi biar mami sendiri yang nganter." jelas mami Nimas.


"Eh mi, buat Nantha biar aku aja yang nganter, sekalian mau main ke kantor." ujar Nada.


"Hmm bilang aja mau ndusel-ndusel sama suami kamu." ledek mami Nimas.


"Ihh..emang mami enggak." balas Nada.


"Eh malah ngeledekin mami." ujar mami.


"Mami duluan." Nada masih saja menjawab.


"Udah-udah. Awas ya kamu jangan pecicilan. Inget kamu udah badan dua." tegas mami Nimas.


"Iyaaaa mamiiii.." balas Nada.


"Yaudah Nada mau siap-siap dulu ya." imbuhnya.


"Yaudah kalo gitu mami juga mau ke papi sekalian." pamit mami.


"Loh mami nggak bareng Nada aja?" tanya Nada.


"Mang Didik udah deket sini." jawab mami.


"Yaudah, mami hati-hati." ujar Nada.


"Iya, kamu tuh juga hati-hati jangan pecicilan." mami mengingatkan.


"Iya mihh.." sahut Nada.


"Yaudah, bye sayang. Assalamualaikum." ujar mami dengan mengecup kening Nada.


"Waalaikumsalam mami..muachh" balas Nada sambil mencium pipi maminya.


Setelah maminya pergi, Nada segera naik ke atas untuk ganti baju dan memoleskan sedikit makeup di wajah cantiknya yang memang sudah mulus, setidaknya sedikit make up membuatnya terlihat lebih segar.


"Okey, perfect. Mommy udah cantik.. Ayok dek ketemu daddymu yang ganteng, hehehe..." gumam Nada sambil mengelus perutnya yang terlihat jelas membuncit dengan setelan dress berbahan katun.


Selesai berias, Nada segera turun ke dapur, mengambil paperbag berisi bekal makan siang Nantha, lalu ke depan menemui sopirnya untuk minta di antarkan ke kantor Nantha.


Saat di perjalanan, tiba-tiba Nada merasa pusing dan mual. Pak Danu yang melihat itu pun semakin memelankan laju mobilnya.


"Neng Nada, kenapa?" tanya pak Danu.


"Eh nggakpapa kok pak, cuma agak pusing aja." jawab Nada.


"Bener nggakpapa neng?" pak Danu memastikan.


"Iya nggakpapa, dikit lagi juga nyampek kantor. Bapak agak cepetan aja jalannya." ujar Nada.


"Pelan aja ya neng, kasian ntar neng tambah pusing." ujar pak Danu.


"Nggakpapa pak, biar cepet nyampek." ujar Nada.


"Iya udah neng."


Pak Danu pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah beberapa menit akhirnya sampai di depan gedung besar nan tinggi milik cabang Pradana Group. Nada segera turun dari mobil dan masuk ke gedung di dampingi Pak Danu. Dengan kondisi Nada yang sepertinya kurang baik, pak Danu tidak mungkin membiarkannya jalan sendiri, ia takut terjadi apa-apa dengan istri majikannya tersebut. Nada sebenarnya sudah meminta Pak Danu untuk langsung pulang, namun Pak Danu menolaknya lantaran khawatir. Nada pun akhirnya mengiyakan.

__ADS_1


"Selamat siang bu Nada." sapa resepsionis yang berada di lantai dua.


"Siang, bapak ada di ruangan?" tanya Nada.


"Iya ada bu, mari saya antar." ujar resepsionis


"Oh makasih, biar saya sendiri aja." ujar Nada dengan memberikan senyuman tipisnya.


"Baik silahkan bu."


Nada pun berjalan menuju ruangan Nantha dengan masih di ikuti pak Danu.


"Udah sampek sini aja, pak Danu bisa pulang. Nanti aku pulang sama Nantha." ujar Nada.


"Yaudah saya tinggal ya neng." ujar pak Danu pamit


"Makasih ya pak. Hati-hati."


"Iya neng."


Ceklek


"Ketuk pint--" ujar Nanta terpotong saat mengangkat kepalanya, ia kaget saat tahu ternyata istrinya yang masuk.


"Sayang...!!!"


"Apa? Kamu mau marah, gara-gara aku nggak ketuk pintu?" tanya Nada sedikit sewot.


"Aku kira tadi orang lain yang." ujar Nantha dengan beranjak dari tempat duduknya menghampiri istrinya yang terlihat agak sensitif.


"Kamu kok kesini?" tanya Nantha memegang kedua pundak Nada.


"Nggak gitu yang, kamu kan harus istirahat." ujar Nantha.


"Terus kalo suami aku laper gimana?" tanya Nada.


"Ya kan bisa di anter sopir." jawab Nantha.


"Aku bosen di rumah terus, pengen main di kantor." ujar Nada.


"Kangen yaa.." goda Nantha. Nada tidak menjawab, ia langsung mendudukan dirinya di sofa.


"Yang, kok wajah kamu pucet?" tanya Nantha.


"Sakit?" lanjutnya.


"Tadi pusing dikit." jawab Nada.


"Tuh kan, di bilangin suruh istirahat di rumah aja." ujar Nantha.


"Kamu kenapa sih aku samperin malah kayak gini. Yaudah aku pulang aja." ujar Nada kesal.


"Sayang, nggak gitu.." Nantha berusaha menahan Nada.


"Tau ah.." ujar Nada beranjak dari sofa dan hendak berjalan menuju pintu.


"Ssshh." Rasa pusing di kepala Nada semakin menjadi membuatnya hampir kehilangan keseimbangan.


"Sayang..!" dengan cepat Nantha beranjak menghampiri istrinya.


"Duduk dulu ya." ujar Nantha

__ADS_1


"Maafin aku. Aku cuma khawatir sama keadaan kamu. Aku seneng kamu nyamperin aku kayak gini, tapi dokter bilang apa? Kamu nggak boleh kecapekan yang." jelas Nantha.


"Kamu udah makan belum?" tanya Nantha, Nada hanya menggeleng.


"Yaudah makan bareng, aku suapin. Habis itu istirahat ya." ujar Nantha.


"Temenin." ujar Nada manja.


"Iyaaa.." balas Nantha tersenyum.


Mereka pun makan siang, setelah itu Nantha mengantarkan Nada ke kamar pribadinya di ruangan itu. Ia akan menemani istrinya sampai istrinya benar-benar tidur. Karna kerjaannya juga masih banyak, ia tidak mungkin membiarkan istrinya menunggu begitu saja.


Hingga sore tiba, sekitar pukul 15:30 Nantha baru saja menyelesaikan pekerjaannya, ia pun menghampiri Nada, dilihat istrinya itu masih lelap dalam tidurnya. Nantha tidak tega membangunkan Nada, ia yang merasa tubuhnya perlu rebahan, akhirnya ia pun naik ke atas ranjang bergabung dengan istri cantiknya itu. Memeluk Nada begitu erat dan menghirup aroma tubuh istrinya yang selalu membuatnya candu. Nada yang merasa terusik pun bangun, menghadap ke Nantha dan merapatkan tubuhnya masuk ke dalam dekapan suaminya.


"Kamu udah selesai?" tanya Nada dengan suara serak khas bangun tidur.


"Udah." jawab Nantha.


"Nggak mau pulang?" lanjutnya bertanya.


"Ntar lagi ya, aku masih pengen gini." balas Nada semakin mendusel pada Nantha.


"Iyaaa, aku juga." ujar Nantha.


"Sayang..." panggil Nada.


"Hmmm.."


"Kamu sayang nggak sama aku?" tanya Nada.


"Kok nanya gitu?" Nantha bertanya balik.


"Jawab aja."


"Nggak usah di tanya sayang. Udah jelas lah, kamu juga tau sendiri, aku cintaaa dan sayangggg banget sama kamu. Hidup tanpa kamu aja aku nggak bisa ngebayangin." jelas Nantha.


"Beneran yaa."


"Kenapa sih kamu nanya gini?" tanya Nantha dengan perasaan yang tidak enak jika istrinya itu pasti ada maunya. Bukannya ia tidak sanggup, hanya saja terkadang permintaan istrinya itu di luar nalarnya. Wkwkwk


"Aku pengen deh sekali-kali kita ngemall pakai baju couple tema Micky Mouse. Kamu pakai Micky aku pakai Minnie. Uhhh pasti gemes deh." ujar Nada sambil membayangkan jika ia dan suaminya memakai baju bertemakan kartun tikus yang populer itu, sedangkan Nantha terkesiap seketika.


"Se-serius yang?" tanya Nantha.


"Iyalah, kenapa? Kamu nggak suka?" tanya Nada mulai sewot.


"Bukannya gitu yang, nanti kalo banyak yang liat gimana?" tanya Nantha.


"Jadi kamu lebih mentingin orang-orang?" tanya Nada ketus.


"Enggak yang."


"Aku pengennya juga baru sekali ini aja. Kalo bukan karna ngidam aku juga nggak bakal minta. Tapi kalo kamu nggak mau yaudah nggakpapa." jelas Nada dengan membalikkan badannya.


"Aku mau yang." ujar Nantha tanpa pikir panjang.


"Kamu terpaksa kan." ujar Nada.


"Enggak yang, demi kamu dan junior, aku bakal ngelakuin apapun. Jangan marah ya.." ujar Nantha sambil mengelus perut Nada.


"Meskipun harus bertingkah konyol, gue lakuin, yang penting bini gue bahagia." gumam Nantha.

__ADS_1


__ADS_2