Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
pertemuan dua keluarga...


__ADS_3

malam pun tiba, Raka sudah bersiap untuk menemui imma.


saat Raka berjalan menuju garasi, tiba-tiba ayahnya datang dan menanyakan prihal pilihan gurunya.


ayahnya Raka : gimana ,aceng sudah memilihkanmu calon istri ?


Raka : nanti yah, saya ceritakan semuanya sesudah saya pulang. sekarang saya pergi dulu..


ayahnya Raka mengangguk, dan Raka pun pergi ke rumah imma.


sampailah Raka di sana, imma sudah menunggunya du teras..


imma : yuk a masuk, kita ngobrol di dalam.


Raka pun masuk mengikuti imma..


imma : silahkan duduk!


Raka : ada hal penting teh? sampai tteh menyuruh saya kesini?


imma : iya, saya mau bicara sesuatu. tadinya saya menyuruh aa kesini bukan buat ini.


Raka : ada apa ? bicarakan saja.. !


imma : jadi gini a, ada yang mengajak saya menikah. namun saya belum menjawabnya, menurut aa gimana?


Raka yang mendengar itu langsung terdiam, mukanya memerah dan mengusap keningnya..


imma : minta saran dari aa ya?


Raka : saya tidak bisa memberi saran terlalu banyak teh, itu hak teteh. kalo menurut teteh dia pantas untuk teteh, ya sudah nikah saja.


imma : emmmh. ya sudah a, makasih ya..


Raka hanya tersenyum, lalu dia pamit pulang.


percakapan singkat itu membuat Raka yakin, kalo dia tidak akan menikahi imma.

__ADS_1


sampailah dia d rumah, ayahnya sudah menunggunya.


ayah Raka : gimana, bisa bicara sekarang?


Raka : sudah nikahkan saja adik Raka yah, Raka belum mau menikah. wanita yang aceng pilihkan, bukan wanita yang tepat.


ayah Raka : memang siapa yng aceng pilihkan untukmu?


Raka terdiam, enggan menjawab pertanyaan ayahnya.


ayahnya Raka : masih ada waktu, adikmu akan menikah tahun depan.


Raka masih terdiam, dan pamit pergi ke kamarnya..


kali ini dia benar2 ingin mengubur perasaannya dalam-dalam, namun soal persahabatannya dengan imma, dia masih menjaganya.


singkat cerita, hari-hari berlalu..


Raka dan imma menyibukan diri dengan kuliahnya, mereka sudah jarang berkomunikasi. paling juga di fb mereka terlihat dekat...


kebetulan imma sudah mempunyai sim, jadi dia berangkat kuliah sendiri.


sampailah orang tua Raka di rumah imma, kebetulan ayah imma sedang ada di rumah.


mereka pun berbincang..


ayah Raka memperkenalkan diri..


ayah Raka : saya ayah Raka pak, saya bermasud untuk bersilaturahmi dengan keluarga bapak.


ayah imma : oh ini ayahnya nak Raka, nak Rakanya mna pak? koq gak ikut?


ayah Raka : Raka sedang kuliah pak, oya bapak mempunyai anak perempuan berapa?


ayah imma : saya hanya mempunyai anak perempuan satu pak


ayah Raka : dimana sekarang?

__ADS_1


ayah imma : sedang kuliah juga..


ayah Raka : waduh sama ya pak, jadi maksud saya ke sini sebenarnya ingin menanyakan sesuatu sama bapak, apa putri bapak sudah mempunyai calon suami?


ayah imma heran dengan pertanyaan ayah Raka, dia langsung melirik ke arah istrinya, lalu menggelengkan kepala..


ayah imma : belum pak, anak saya belum mempunyai calon. emangnya kenapa bapak menanyakan hal itu?


ayah Raka : jadi gini pak, saya orangnya tidak mau menunda pembicaraan yang sangat penting ini, sebenarnya sudah lama saya berencana membicarkan ini, cuman hari ini waktu yang tepat .


saya mewakili anak saya untuk melamar anak bapak, gimana pak?


ibunya imma kaget mendengar itu, bukannya Raka akan segera menikah dengan orang lain, pikirnya.


ibunya imma menjawab pertanyaan ayahnya Raka,


mamanya imma : tapi pak, bukannya anak bapak akan segera menikah?


ayah Raka : itu yang satunya lagi bu, itupun tahun depan. yang saya mksud ini , anak yang lainnya lagi. saya kan mempunyai anak laki-laki 3. cuman yang satu masih SMA, yang 2 masih kuliah.


orang tua imma mengangguk tanda mengerti..


ayahnya Raka : jadi gimana pak, bu, boleh kami jadikan anak bapak menantu?


ayah imma : kalo soal itu , nanti saya bicarakan dulu dengan anak saya ya pak? namun mohon maaf pak, kami tidak menerima sebuah lamaran. kalaupun ada jodoh buat anak saya, saya akan langsung menikahkannya saja .


ayahnya Raka : baiklah pak, justru itu lebih bagus.saya setuju dengan perkataan bapak, karena memang itu jauh lebih baik. mengingat anak-anak kita sudah dewasa, jadi buat apa pacaran.


ayah imma : ya memang pak, kalo menurut pemikiran kita seperti itu, namun berbeda dengan pemikiran akan sekarang.


mereka pun begurau dan berbincang cukup lama , akhirnya orang tua Raka pamit pulang.


ayah Raka : kalau begitu kami pamit pulang pak,bu ..


jawabannya saya tunggu, jika sudah mendapat punya jawaban, nanti saya datang kesini lagi .


ayah imma : insya Allah pak..

__ADS_1


keluarga Raka pun pergi, dan orang tua imma menunggu kepulangan imma untuk membicarakan hal penring itu..


__ADS_2