Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Menginap di Sini saja


__ADS_3

Rendra yang mendengar permintaan mertuanya untuk menginap di sini membuatnya sedikit bingung sebab Dia tidak membawa baju ganti saat ini.


"Dek, Abang ini gak bawa baju ganti loh, terus Ayah main masuk saja ke kamarnya terus ini nasib aku bagaimana?" tanyanya pada Rena.


sebentar kalau begitu Bang de n Aku mau ke kamar ayah dan bunda dulu pinjem baju ayah kata Rena sambil langsung pergi menuju kamar orang tuanya.


Rena mengetuk pintu kamar orang tuanya tak seberapa lama kemudian Angga yang baru masuk dari kamar pun membukanya.


"Ada apa Ren?" tanya Angga.


"Itu ayah bang Rin tidak membawa baju ganti karena mau pinjamkan baju ayah yang belum terpakai kata Rena pada ayahnya.


"Sebentar ya Ren Bunda ambilkan punya ayah yang belum terpakai," kata Rika Ia pun segera mengambilkan baju piyama milik Angga yang belum terpakai dan diberikannya kepada Rena.


"Aku bawa ya Bun," kata Rena pada bundanya. hanya pun berjalan pergi menuju ke ruang tamu menemui suaminya "Ini bang," katanya


bener nih aku boleh tidur di kamar kamu tanya renda lagi


Ya jelas boleh dong kan Mas suamiku kata Rena


"Iya, aku tidak percaya aja kalau aku sudah diizinkan soalnya kamu kan masih kecil.


"Masih kecil kok di nikah," kata Rena sambil berjalan mendahului suaminya itu.


Hendra terkekeh dengan apa yang dikatakan Rena. dia pun mengikuti Rena untuk masuk kamarnya


setelah itu dikuncinya pintu kamarnya." "Loh kok dikunci Bang?" tanya Rena


"Ya pengen cium kamu aja biar nggak ada orang yang lihat di manapun kan aku juga malu," kata Rendra sambil menarik gasper baju pengantin milik istrinya itu, seketika gaun itu jatuh kelantai. Sebelum istrinya berteriak ia pun membekap mulut Rena dengan bibirnya lalu menggendong tubuh Rena ke kamar mandi dan memasukan kedalam bathub.


kamu mandi sini abang mandi sana hem," kata Rendra meninggalkan sang terbegong.


Rendra mandi dengan cepat dan membalut tubuhnya dengan Handuk yang melilit di pinggangnya.


Rendra menghampiri sang istri yang beremdam di bathub. "Belum selasai?" tanyanya pada istrinya. Rena kembali terbegong saat melihat pahatan tubuh Rendra suami itu. Rendra tertawa melihat ekspresi wajah istrinya itu.


"Abang keluar sana, Rena malu!" kata Rena.

__ADS_1


"Ok! Abang keluar kamu cepat selesaikan mandi, nanti masuk angin.


Rendra pun keluar dari kamar mandi dan berganti dengan baju piyama milik mertuanya itu.


Tak lama terdengar suara Rena manggilnya. "Bang ambilkan handuk Rena dong," pinta Rena.


Dia pun mengambilkan handuk sang istri, dan tak berniat menggodanya lagi.


ia menunggu sang istri keluar dari kamar mandi.


Rena keluar dengan balutan handuk sebatas dada dan pahanya, sambil cemberut.


"Kenapa bibirnya mayun gitu?" kata Rendra menata istrinya penuh cinta.


"Abang kenapa bawahi handuk yang ini, Rena, 'kan malu," katanya pada Rendra.


Kenapa malu kan abang sekarang sudah boleh liat tubuh Rena, pegang juga boleh cuma abang gak mau pegang aja takut kamu teriak bangunkan isi rumah di kira Abang minta hak sama kamu bisa di gorok sama ayah kamu," kekeh Rendra.


Rena masuk kedalam walk in closet Rendra mengikuti sang Istri diam-diam dan berdiri di pintu sambil melihat sang istri berganti pakaian.


"Abang lihat Rena?" tanyanya pada pria itu.


"Hem, kenapa? Cuma lihat Ren, sudah boleh," kata Rendra sambil menarik tangan sang istri keluar dari walk in closet.


"Sini tidur! sama Abang," kata Rendra.


"Abang tidur sini, sama Rena?" tanyanya pada suaminya itu.


"Lah, Abang tidur di mana?" tanya Rendra.


"Gak tahu, Rena cuma takut saja kan Rena biasa tidur sendiri," sahut Rena


Rendra menarik tangan sang istri hingga duduk di pangkuan Rendra. Dengarnya Ren, Abang itu suami kamu sudah boleh kamu duduk di pangkuan Abang begini dan abang pun sudah boleh peluk kamu begini, pegang yang ini lama dan sebentar juga boleh, cuma kalau buat adik bayi nunggu kamu lulus dulu dari SMU," kata Rendra yang tak melepaskan tangannya di dada Rena.


"Abang bisa bikin adik bayi?tanyanya pada Rendra.


"Bisa dong, tapi harus sama kamu," katanya lagi dan kamu harus lulus SMU dulu.

__ADS_1


"Apa temanku pacaran kayak gini?" tanya Rena


"Hem, tapi mereka dosa karena belum menikah dan belum halal. kalau kita boleh karena sudah nikah tapi jangan bilang kamu sudah nikah sama teman kamu kalau kita sudah menikah," kata Rendra.


"Kenapa gak boleh?"


"Karena kamu masih sekolah kalau masih sekolah itu tidak boleh untuk menikah jadi ini dirahasiakan ya," kata yang Rena.


"Katanya pingin cium bibir abang?" kata Rendr pada Rena


"Kan tadi sudah, Abang yang cium Rena.


"Ya, bedah Ren, Ayolah katanya kamu ingin--" Rena. langsung mengecup dengan cepat bibir Rendra.


"Sudah Bang," kata Rena tersipu. Rendra terkekeh mendapatkan kecupan singkat dari sang istri kecilnya.


"Itu bukan ciuman tapi kecupan.ciuman itu semacam ini," kata Rendra sambil mencium istrinya lama sekali baru melepaskan ketika sang istri mulai kehabisan napas,


"Sudah pelajaran anatomi tubuh sudah selesai, kita a tidur ayo abang peluk," kata Rendra pada Rena sang istri, dibaringkan tubuh istrinya lalu mendekapnya dengan erat dan mereka pun tertidur saling berpelukan satu sama yang lainnya.


Rendra terbangun ketika jam dinding berdetak tiga kali menunjukkan bahwa buku tiga dini hari dia membangunkan sang istri, "yuk salat tahajud," ajak Rendra


masih ngantuk bang Abang aja deh aku masih ngantuk tertidur kembali Rendra menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena istrinya itu.


Ia kembali membangunkan sang istri tapi tetap saja tidak bergeming akhirnya ia sendiri yang melakukan salat tahajud kemudian kembali tidur mendekap sang istri nggak ada subuh membangunkannya kembali.


dia kembali membangunkan dan istri untuk salat subuh tapi begitu susah sekali Rena untuk dibangunkan akhirnya dia membangunkan dengan cara mencium bibirnya sampai sang istri bisa nafas dan terbangun.


"Apaan sih Bang? mau bunuh Rena apa?" kata Rena membuka matanya.


Siapa yang bunuh istri cantik seperti kamu sana solat ambil wudhu kita salat subuh bersama.


Akhirnya Rena pergi ke kamar mandi dan mengambil air wudhu lalu mengambil mukenanya dan berdiri di belakang Hendra Mereka pun melakukan salat subuh bersama.


Rasa kantuk yang sangat membuat Rena kembali terlelap dalam tidurnya dengan masih memakai mukena, Rendra pun terkekeh melihat istrinya kembali tidur setelah shalat subuh.


Ia pun akhirnya membantu melepaskan mukena istri dan melipatnya, lalu menggendong sang istri dan dibaringkan di ranjangnya.

__ADS_1


__ADS_2