Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Perjalanan Di Bogor


__ADS_3

Rendra sangat kecewa dengan perlakuan guru dan serta kepala sekolah di sekolahan yang tidak mengecek kebenarannya Iya pun mengambil video Retno dan kekasihnya yang ada disebelah kamar mereka bagi Rendra mengambil CCTV jadi obat itu sudah biasa mana dia juga ahli hacker itu dengan cepat mengirim video itu keberapa teman, guru serta kepala sekolah setelah selesai menghapus aktivitasnya anda tidak diketahui siapa pengirimnya.


akhirnya di sekolah Rena tidak jadi hura hara yang besar. Retno di panggil di ruang kepala sekolah, juga orang tua Retno juga dipanggil di sana jadi perdebatan antara orang tua dan kepala sekolah soalnya keputusan adalah mendengarkan dan juga karena terbukti telah melakukan tidak asusila.


Sepmentara itu di jalan Rendra tersenyum dia membayangkan kejadian apa yang terjadi di sekolah tadi.


Dia melirik sang istri lalu dia pun berkata "Dia juga terkena dampaknya saat ini mungkin dia juga dikeluarkan dari sekolah, Ren."


"Siapa Bang yang dikeluarkan dari sekolah kan cuma Rena saja?"


"Retno juga dikeluarkan Ren ini tadi videonya sudah tersebar ke mana-mana," kata Rendra.


sudah Jangan pikirkan Ayo kita bersenang-senang di Bogor saja habis itu kita pikirkan tentang home schooling mu saja.


Rendra terus mengemudi dengan kecepatan sedang menuju ke Bogor sekali dia berhenti untuk membeli makanan kecil untuk sang istri kan ini dia berhenti di sebuah minimarket. "tunggu di sini ya aku mau belikan sesuatu," katanya pada istrinya.


"nggak mau aku ikut," kata Rena.


"Dek kamu itu masih pakai baju seragam nanti kalau saya dikira menjadi kamu bagaimana?"


Rena tertawa Ya sudah aku tunggu di sini saja."


Rendra pun masuk ke dalam minimarket itu dia mulai membeli jajanan kecil roti kemudian minuman-minuman setelah mendapatkan berapa makanan cemilan untuk istrinya Dia pun langsung membayarnya di kasir kemudian


dia keluar dari minimarket dan masuk ke dalam mobilnya memberikan satu kresek besar pada Rena.


"Daripada kamu itu mau saja lebih baik makan itu dan kamu mengantuk tidur saja enggak apa-apa nanti kalau sudah sampai Abang kasih tahu kamu,"


akhirnya di sepanjang perjalanan Mereka pun makan camilan yang diberikan pada Hendra ia pun menyuapi suaminya.

__ADS_1


perjalan menjadi sangat menyenangkan


Bincang-bincang dan memakan suatu dalam perjalanan membuat Ren senang


kesedihan yang terlihat pada Rena pada waktu itu Ketika harus meninggalkan sekolah dan meninggalkan teman-temannya dalam keadaan yang tidak tepat membuatnya sedih tapi itu sekarang tidak masalah buat Rena. Menurutnya ini lebih baik karena apa yang telah diputuskan untuk menikah memang harus ada yang dikorbankan.


Perjalanan ke Bogor dilalui dengan menggunakan mobil sekitar 3 jam baru sampai sesekali dia berhenti untuk sekedar membeli cilok untuk sang istri.


Lalu mobil itu pun berjalan lagi menuju ke Bogor. Lagi lagi Rena meminta untuk berhenti, karena dia melihat penjual seblak yang ada di pinggir jalan


akhirnya renda pun kembali menghentikan mobilnya lalu dia keluar dari mobilnya menuju pedagang setelah itu ia membeli 2 porsi yang level sedang.


setelah mendapatkannya Ia pun kembali ke mobil dan memberikannya kepada Rena. Lalu ia pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang sesekali Rena menyuapkan makanan ke mulut Rendra, ya saat ini sedang asyik makan seblak pesanannya sayangnya level kepedasannya tidak sesuai dengan diinginkan.


Mereka kembali meneruskan perjalanan setelah tiga jam akhirnya mereka sampai ke vila dan mereka turun dari mobil.


"Jadi ini Vilanya?" tanya Rendra


"Ayo Mbak Rena masuk dulu! Ini toh, suaminya?" tanya mbak Riri


Hehehe, Iya mbak Riri, saya jadi malu, Mbak, saya ini masih kecil malah Nikah," kata Rena


"Ya, gak Apa-apa mbak, yang penting pendidikan masih jalan Mbak, saya ngerti kenapa mbak Rena mau dinikah sama mas gondrong cakep ini," kata Riri


"Mbak, Riri bisa aja nih," timpal Rena


"Itu, saya yang ngebet Mbak Riri takut disambar yang lebih muda dari saya," kata Rendra.


Oh Mas Rendranya toh yang bucin, Ya, iya mas kalau nunggu sampai Mbak Rena lulus SMU jelas banyak saingannya yaa mas, tapi tetap menang Mas Rendra lah lulusan luar negeri sudah punya usaha sendiri. Saya sudah siap makanan Mas, saya tinggal biar mas leluasa untuk berbulan madu," kata Mbak Riri, pulang kerumahnya.

__ADS_1


Mereka masuk kedalam Vila dan langsung menuju kamar tidur, langsung memeluk sang istri.


"Ngapain mas, badan ku masih merah-merah jangan di tambahi lagi bang aku malu, tadi pagi baju di paksa buka sama Retno," kata Rena pada suaminya.


"Aduh, Sekarang gak akan berani buka baju mu selain, Mas," kata Renda.


"Apa maksudnya, Mas bilang gitu pada Rena? Ayo jawab Mas!" katanya pada Rendra


"kita di suruh ayah kesini untuk apa, Dek, untuk berlibur, untuk bersenang-senang.


Mas peluk kamu begini untuk apa biar meredakan rasa gundah hatimu, dengar Mas yaa, kalau badan mu merah-merah sekarang gak akan ada yang tahu kamu sekolah juga homeschooling, kalau kamu mau ke Boston Ayok di sana Abang juga punya usaha," kata Rendra sambil melepaskan kancing kemeja Istrinya satu-satu. lalu di lepas kain penyanggah gunung kembar sang istri.


"Loh kok dilucuti sih bajuku, Bang," kata Rena melongo.


"Abang, mau lihat cantiknya istri abang," kata Rendra sambil menarik resleting rok Rena dan melepas kain penutup terakhir Rena.


Dia pun tertawa melihat tubuh sang istri penuh lukisan indah di sana, lalu di gendongnya istrinya itu kedalam kamar mandi dan di masukan kedalam bathub yang sebelumnya di berikan sabun cair, dan aroma terapi. Lalu Rendra melepas semua pakaian lalu masuk kedalam bathub duduk di belakang Rena.


"Kita mandi Bersama,"kata Rendra pada Rena mulai menyabuni sang istri dan memilih area yang sama.


"Abang kenapa yang di sabun area situ saja kenapa gak yang lainnya?" tanya Rena.


Karena Abang suka, dengar Ren, Abang


setuju kalau kamu home schooling kenapa? Karena waktu kamu banyak untuk abang dan Abang tidak ragu-ragu untuk selalu memanjakan setiap waktu.


"Saat ini tubuhmu ini candu buat Abang sayang gak bisa bikin anak dulu," kata Rendra.


"Jadi jangan marah kalau abang terus ingin seperti ini karena kau adalah istrinya saya," kata Rendra.

__ADS_1


"Aku nggak akan marah Bang cuma Rena malu saja, "kata Rena


"Gak usah malu makanya kita latihan agar kamu gak malu sama Abang, nanti kalau sudah waktunya nanti jadi sudah terbiasa," kata Rendra pada Rena


__ADS_2