Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Mencari Tempat Aman


__ADS_3

Malam semakin larut dan Syahdu dua insan saling berbagi peluh dan kenikmatan. Rasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya menjadikan kecanduan tersendiri bagi dua insan yang baru mengenal cinta dalam kehalalan.


Setelah mereguk kenikmatan penuh kebahagiaan dua insan terlelap dalam kelelahan hingga dering alarm berbunyi di pukul 3.00 dini hari.


Bara terusik oleh suara yang tak kunjung berhenti ia mengerjapkan matanya melihat wanita di sampingnya yang tertidur pulas. Gadis sejak dulu menjadi pujaannya itu saat ini berada dalam dekapannya.


Bara menatap wajah sang istri yang terlihat lelah karena ulahnya tadi malam.


Disibaknya rambut istrinya yang menutupi wajah cantik itu lalu dikecup keningnya. Ratih tidur sangat pulas hinggamtak terusik oleh suara deringan alarm hp yang baru di matikan Bara.


Bara bangkit dan duduk di atas ranjangnya, mengerakan badan untuk merenggangkan otot tubuhnya sesaat lalu dia turun dari ranjang mengambil baju yang berserakan di lantai dibawanya ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Bara pun keluar dengan rambut basah dan handuk melilit bagian tubuhnya sebatas pinggang dan lutut. Dia berjalan mendekati ranjang di mana istrinya masih tertidur pulas.


"Sayang bangun yuk kita sholat tahajud bersama."


Ratih mengerjapkan matanya lalu terbuka perlahan, tersenyum pada Bara," Jam berapa Bar?" tanyanya dengan suara serak habis bangun tidur.


"Jam tiga lebih sayang, kenapa sih manggil masih Bara sayang, lainnya dong yang lebih mesra."


Ratih terkekeh," belum terbiasa, nanti deh aku pikirkan mau manggil kamu apa. Ih, kenapa belum pakai baju katanya mau sholat tahajud?"


"Nunggu tawaran ke dua dari kamu." katanya terkekeh.


"Enggak nanti aja habis subuh Bar, ini masih lelah. Uuf, gue salah bicara. Ahh, kamu sih Bar suka mancing-mancing kata," teriaknya jengkel sambil memukul dada Bara.

__ADS_1


Bara tertawa," Kamu sudah janji loh ya jangan ingkar! Mandi dulu sudah aku siapin air hangat," katanya sambil mengangkat istri dan menggendongnya ke kamar mandi lalu di dudukannya tubuh istrinya di bathub.


"Jangan lama-lama Abang tunggu untuk sholat tahajud, panggil Abang aja aku suka panggilan itu." kata Bara sambil berjalan keluar kamar mandi.


Tak lama kemudian Ratih pun keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk sebatas dada dan paha, ia membuka lemari mengambil baju terusan lengan pendek berwarna pink lalu memakainya.


Dia mengambil mukenanya, memakai dan berdiri di belakang suaminya, Bara menoleh sebentar kemudian mulai memimpin sholat tahajud bersama istri untuk yang pertama kalinya.


Setelah sholat tahajud, berdoa dan berdzikir mereka membaca Alquran bersama. hingga waktu subuh menghampiri," Dek, Abang mau ke masjid, kamu ke mushola sana pasti sudah ditunggu bunda." Ratih menggangguk, mereka pun keluar kamar bersama di luar sudah menunggu ayah Angga, ayah Haidar dan Vino. Bara menyalami punggung tangan ke dua orang tua itu lalu berangkat bersama ke masjid.


Sedangkan Ratih pergi ke mushola keluarga sholat berjamaah dengan ibu mertuanya dan ini hari pertama dia sholat berjamaah dengan mertua dan adik iparnya, setelah sholat subuh berjamaah Rika memimpin berdoa dan berdzikir lalu membaca Alqur'an, setelah selesai ia pun kembali ke kamarnya. Ia terkejut ternyata Bara sudah di depan pintu kamar menariknya ke dalam lalu menutup dan mengunci pintu kamar rapat-rapat.


"Loh, Abang sudah pulang? gak bareng ayah?"


"Bareng, ayah ada di kamarnya sama bunda biasanya."


"Sini Abang, bantuin lepas mukenanya, kamu tadi sudah janji gak boleh lari, bik Darsih gak perlu di bantu, yang perlu di bantu itu Abang, gak perlu merasa gak enakan, bunda, ayah dan bik Darsih tahu kita baru nikah jadi wajar saja kalau gak keluar kamar."


Satu jam berikutnya mereka pun keluar kamar, mereka berjalan bersama menuju meja makan, semua sudah berkumpul di meja makan tak terkecuali ayah Haidar dan Vino, mereka pun sarapan pagi bersama sambil berbincang-bincang ringan.


"Yah, ini Bara mau tanya ni." kata Bara memulai percakapannya."


"Iya apa?" jawab Angga.


"Ini apa yang mesti Bara lakukan menghadapi tante Cinta dan teman yang sudah menganggu ketenangan keluarga kita khususnya keluarga Ratih?" mereka mengancam menculik Ratih yah.

__ADS_1


"Sebaiknya Ratih jangan kemana-mana dulu, di rumah saja, lalu untuk pak Haidar dan Vino tinggalkan rumah itu dulu, kalian lebih baik mencari kontrakan rumah yang baru kalau bisa dekat sekolah Vino, rumah bu Rindu di kontrakan saja pak, nanti masalah kontrak rumah biar di urus Bara nanti."


"Iya pak trimakasih bantunya, saya benar-benar minta maaf telah merepotkan kalian semua atas masalah saya." kata pak Haidar pada Angga.


"Tidak apa-apa kita ini keluarga jadi bagaimana pun harus saling bantu." kata Angga pada Haidar


"Visa dan paspor Ratih sedang di urus setelah jadi kau dan Ratih segera akan pergi ke Amerika Serikat bersama Ratih."


"Baik yah."


Mereka pun selesai sarapannya seperti rutinitas sebelumnya, setelah selesai sarapan ayah berangkat ke kantor dan bunda ke rumah sakit.


Ratna mencium punggung tangan ke dua mertuanya, ayah dan suaminya, Bara keluar bersama adiknya, ayah Haidar dan vino


Mereka masuk kedalam mobil dan mobil pun berjalan melintasi jalanan-jalanan yang ada di ibu kota.


Bara menurunkan adiknya pintu gerbang sekolah, Bara menunggu sejenak sampai adik sampai masuk kedalam gedung sekolah. Kemudian mengantarkan Vino ke sekolah. Setelah mengantarkan Vino ke sekolah Bara dan mertuanya mencari rumah kontrakan yang akan di tinggali mereka nantinya.


Sebenarnya dari tadi mereka sudah mendapatkan kontrakan yang sesuai keinginan Bara tapi ayah Haidar ingin rumah yang sederhana saja dan tidak terlalu besar agar mudah di bersihkan.


Mereka pun akhirnya mendapatkan rumah yang selisih 3 rumah dari sekolah Vino. Beruntung pemiliknya menyewakan rumahnya lengkap sekalian isinya jadi tidak perlu memindahkan barang-barang lain yang ada di rumah Ratih


Kemudian mobil itu melaju kembali ke jalan raya berjalan menuju rumah Ratih, kami mengambil barang-barang yang harus dibawa pak Haidar hanya membawa baju-baju Vino dan pak Haidar, serta beberapa uang simpanannya.


Setelah semua koper di letakan bagasi mobil mereka pun kembali masuk mobil dan mobil itu pun kembali berjalan membelah jalanan yang agak lengang karena sudah lewat waktu orang- orang berangkat melakukan aktivitas. Mobil Bara berjalan menuju kontrakan rumah yang baru.

__ADS_1


Mobil Bara pun sampai, Bara membantu mertua memasukkan koper-kopernya di rumah kontrakan.


Terimakasih telah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak like dan koment agar semangat update. sehat selalu untuk anda semuanya.


__ADS_2