Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Curang! Aku di Jebak


__ADS_3

duduk diantara rumputan berdua Rendra memandang netra sang istri yang tidur di pangkuannya.


"Mau pulang nanti apa sekarang?" tanya Rendra pada istrinya.


"Sebentar dulu aku mau lihat matahari terbenam katanya di sini sangat indah," kata Rena.


"Kau lebih indah sayang, keindahanmu membuatku ingin membenamkan dalam kegagahanku pada kecantikan yang belum tersentuh olehku itu," katanya sambil menyentuh tubuh istrinya yang paling sensitif.


"Abang!" teriak Rena


Rendra terkekeh


"Nanti malam lagi ya, sayang. Yang seperti yang seperti tadi pagi," kata Rendra sambil tersenyum semir.


"Apa Abang gak bosan dan capek ngerjain Rena dari pagi hingga siang?" Rendra terseyum dan menggeleng, tangannya tak melepaskan dari kegiatan yang mengasyikan buatnya.


"Bang jangan di situ Rena gak kuat, katanya sambil tersengal-sengal menahan Rasa dari perbuatan yang dilakukan suaminya.


"Aku tak akan bosan sayang, nanti malam yaa jangan pakai apa-apa!" katanya sambil menatap Rena.


Abang, jangan disini, Rena malu nanti mendesah," katanya


"Mau kemana? apa kita hotel? Abang sangat suka kalau kita ke hotel sambil misi membesarkan pegunugan itu sayang dan aku sangat suka cerinya," kata Rendra sambil menatap gundukan di dada Rena.


"Abang!" teriak lirih Rena membuat Rendra terkekeh menatap sendu sabg istri.


"Bagaimana apa kita ke hotel aku sudah merindukannya sayang," kata Rendra.


"Kan tadi sudah sampai siang Bang, punyanya Rena masih Abang serang tuh, sampai sekarang," jawab Rena


"Ayo kita ke hotel sekarang!" Ini Abang sudah nggak sabar, yang," kata Rendra


"Besok gak sekolah lagi jangan bolos terus dong, Bang. Saya kapan pinternya," kata Rena


Rendra tertawa. "Nanti langsung pulang kita nggak akan mampir ke mana-mana jadi sekarang kita hotel saja," kata Rendrw


"Terserah Abang deh," kata Rena

__ADS_1


Rendra menarik tangan istrinya mengajaknya ke area parkir dan segera berangkat mencari hotel terdekat telah sampai ke area parkir, Rendra menaiki mogenya diikuti oleh Rena dibelakangnya.


"Abang, kalau Abang sering ngerjain Rena kayak gitu bisa-bisa aku yang jadi pengen dikerjain nih,"kata Rena lirik di balik punggung Rendra


Rendra pun tertawa. "Kalau suka ya Abang senang dong, bisa kerjain kamu setiap hari."


"Jangan gitu dong! Kalau setiap hari kapan aku belajarnya?" kata Rena


"Belajar sambil begituan Dek," kata Rendra terkekeh


"Mana konsen Bang ujung-ujungnya ya Rena tenggelam dalam permainan Abang habis bikin Rena ke-enakan," kata Rena tertawa.


"Abang ini suami nggak ada akhlak kok, masa istrinya diajarin begituan, 'kan belajarnya nggak konsen jadinya," kata Rena terkekeh.


Tapi kamu suka, 'kan, Dek. Nanti kamu pasti rindu Kalau Abang nggak ngapa-ngapain kamu dan pasti minta diapa-apain," kata Rendra sambil terkekeh.


"Enggak lah, enggak mau aku kangen. Maunya Abang Yang kangen ngapa-ngapain Rena," kata Rena


"Beneran ya ini sudah lampu hijau loh, kalau Abang lagi ngerjain kamu, nggak boleh marah," Kata renda terkekeh


Tak lama kemudian mereka sampai sampai di hotel Lalu memesan kamar setelah mendapatkan kuncinya hanya pun menyeret sang istri untuk masuk ke dalam lift yang membawa ke kamar mereka biasanya sudah tidak sabar untuk menikmati ceri kesukaannya.


Lift terbuka Rendra pun langsung menggendongkan istri berjalan dengan langkah lebar menuju kamar hotel kemudian menempelkan cardlock lalu masuk ke dalam kamar tersebut segera mengunci.


Dengan sangat tidak sabar melepas seluruh pakai di badan istrinya dan juga dirinya Ia pun kemudian memberi kesenangan di bagian bawah istrinya, lidahnya terus bermain mempermainkan gairah istri, menari-nari tanpa jedah membuat sang istri gemetar seluruh kaki dan badannya, tak terasa Rena sudah mengoyangkan tubuhnya.


Meliuk-liuk mengikuti gejolak rasa. Tak hanya sebatas bibir yang bermain tapi tangan kekarnya mulai bermain di area pegunungannya memilin ceri-ceri kesukaannya.


Rendra terus bermain saat melihat tatapan sang istri mulai berkabut semakin semangat pria itu terus saja memainkan lidahnya tanpan henti hingga di rasa kaki sang istri suda lemas sanggup menahan bobot tubuh nya. Dia baru berhenti, rasanya menyenangkan bisa berpacaran dengan cara halal.


"Rena aku semakin mencintaimu Aku ingin seperti ini di manapun kita berada akan tetap seperti ini di usia kita yang masih muda dan sampai senja aku tetap seperti ini," kata Rendra


"Apa kau juga mencintaiku Rena?" tanya Rendra kembali


"Aku awal bertemu dengan Abang itu sudah terpesona soalnya Abang itu, hehehe," kata Rena.


"Abang apa Ren? Jadi bikin penasaran deh kamu kalau ngomong putus-putus gitu," kata Rendra

__ADS_1


Abang itu cakep ganteng terus badannya itu bagus jadi Rena itu suka sama Abang dari itu, sekarang juga tahu, hehehe," kata Rena lagi.


Apa sih Ren kamu kalau bilang itu? Langsung yang jelas gitu loh nggak penasaran,


"Biarin Abang penasaran tapi sekarang Abang juga nggak penasaran sama tubuh Rena," kata Rena


"Kata siapa? Aku itu masih penasaran sama kamu semua memang sudah aku pegang dan aku cium tapi satu yang belum ini belum dimasukin dan belum gol," kata Rendra


"Ahh, gak nggak mau dimasukin ah kan sakit banget kalau itu dimasukin. Emang, bola pakai bilang gol," kata Rena.


Bukan dimasukin bola tapi yang lainnya Kalau sudah jadi gol, terus jadi kayak Alvan," jelaskan Rendra sambil tertawa.


"Nggak sakit Bang itunya," tanya Rena


"Kalau sakit kenapa Nara aja senyum-senyum saja di golin sama suaminya," kata Rendra


"Karena memang nggak sakit, rasa seperti ini kata Rendra sambil menyerang lagi dengan bibir dan lidahnya hingga Rena menjadi kalang kabut sendiri.


Rendra tertawa kala melihat wajah shock istri kecilnya itu. Dia selalu menggodanya kadang-kadang mengigit puncak pegunungannya dan Rena pun menjerit di buatnya.


Mereka bercanda gurau di kamar hotel itu, setelah itu mereka memesan makanan tak lama kemudian makanan datang, Rendra keluar untuk mengambil makanan tersebut, pasalnya istrinya dalam ke adaan polos, pria matang itu tak mengijinkan istrinya memakai baju, kemeja hanya tersangkut di kedua bahu Rena dengan kancing terbuka.


"Bang!" panggil Rena manja.


"Iya sayang, ada apa?" tanya Rendra sambil mengerlingkan matanya.


"Masak Rena begini sih Bang, baru tahu Rena kalau abang itu mesum," kata Rena cemberut.


"Lah memang begitu dek, kalau sudah menikah, ya mesumnya sama istri, apa kamu mau Abang mesum sama tetangga sebelah?" tanya Rendra.


"Abang! teriak Rena lagi


"Apa sih, sayang?" tanya Rendra lagi.


"Aku kancingkan yaa, Bang?" tanya Rena.


"Jangan sayang lagi suka lihat kamu begitu. Ayo makan dulu, Abang suapi!" perintah Rendra. Ia menyuapi Rena sambil menggoda istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2