Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
detik detik pernikahan


__ADS_3

masih di kediaman imma ..


imma tidak tinggal diam, dia menghentikan dua laki-laki tadi..


imma : tunggu, kalian jangan pergi dulu. pembicaraan saya tadi belum selesai.


Raka dan Reza pun berhenti, dan berbalik badan.


imma : a Reza maaf, jika orang lain sedang berbicara, alangkah baiknya di dengar sampai selesai agar tidak ada kesalah pahaman . saya tadi bilang belum berpasangan, namun sudah mempunyai calon suami, maaf .


dan buat a Raka, kenapa aa tidak mau mengakui kalau saya adalah calon istri aa?


Reza : maksud teteh? (sambil memandang ke arah Raka dan imma)


imma : ya, calon suami saya adalah Raka.


Reza : ka, apa benar semua ini? jelasin ke gua


Raka : iya za, yang d katakan teh imma tadi memang benar.


Reza : kenapa lo khianati gua?


Raka : nanti gua jelasin semuanya za,yang pasti gua gak pernah khianatin lo..


imma : lebih baik jelasin sekarang saja a..


Raka pun menjelaskan semuanya malam itu, Reza yang mendengar itu hanya terdiam.


Reza : teh.. maaf ya saya sudah lancang, ternyata pengorbanan saya tidak sebesar pengorbanan Raka buat teteh.


imma : gak apa-apa a, saya yakin suatu saat pasti ada wanita yang lebih baik dari saya .


Raka : maaf za, gua bener-bener gak tahu kalau wanita yang sering lo ceritain ke gua itu adalah wanita yang akan gua nikahin sekarang ini.


Reza : sekarang kan lo sudah tahu, jadi lo harus mengalah buat gua.


imma dan Raka saling memandang..


Raka : maaf za, memang dulu gua sering mengalah buat lo. namun untuk ini, tidak.


Reza pun tertawa, dia menepuk pundak Raka..


Reza : gua becanda ka, lo dah sering mengalah buat gua, sekarang giliran gua yang mengalah demi kebahagiaan lo..


Raka dan Reza pun berpelukan, imma yang menyaksikan itu hanya tersenyum..


Reza : titip Raka ya teh, dia adalah sahabat dari kecil saya. insya Allah dia orang baik, dia pasti jadi suami yang bertanggung jawab.


imma : insya Allah, ( sambil tersenyum)

__ADS_1


mereka bertiga terlihat bahagia..


***********


mei 2014..


di kediaman imma sudah terlihat kerabat dan keluarga imma sibuk dengan persiapan pernikahan imma, rumah imma yang luas pun terasa sempit, karena banyak sekali orang membantu persiapan pesta .


hari itu tepat hari jum'at, tinggal beberapa hari lagi dia akan menikah.


terlihat imma sedang merapikan kamarnya, ibu dan sepupunya menghampiri.


mamanya imma : sudah beres-beresnya?


imma : sudah mah, oya mah semalam teteh mimpi menyisir rambut.


sepupunya : de, itu pertanda ade akan mendapat masalah.


mamanya imma : hus , jangan ngomong sembarang kamu ti..


sepupunya : benar bi, kata emak juga begitu.


imma hanya diam, dia memikirkan perkataan sepupunya itu.


tiba-tiba dari luar terdengar suara yang memanggil..


mereka bertiga pun keluar dari kamar imma, dan menuju ruang tamu. betapa terkejutnya mereka, ternyata yang datang adalah ibu dan adik perempuan Ranu tengah berdiri.


mamanya imma : oh ibu, silahkan duduk


ibunya Ranu : duh bu, rumahnya sudah di cat ulang, mau ada acara sepertinya?


mamanya imma : iya bu, pernikahan anak saya.


ibunya Ranu : oh, hebat bu. baru beberapa bulan putus dengan anak saya, sekarang sudah mau nikah saja. jangan-jangan calonnya yang di curigai anak saya?


imma : maksud ibu? saya dan anak ibu sudah tidak ada hubungan apa-apa bu, jadi jangan bahas soal itu.


ibunya imma menyuruh imma mengambil minuman dan makanan buat tamunya itu, imma pun pergi ke dapur.


mamanya imma : memang, anak saya akan menikah dengan nak Raka.


adiknya Ranu : tuh kan mah, apa kata a Ranu bilang, imma dan laki-laki itu benar selingkuh..


mamanya imma : maaf, jaga bicaramu itu.


di sini lagi banyak orang, jangan mengungkit fitnah itu lagi.


lalu imma datang, dia memberikan minuman ke ibu dan adiknya Ranu. setelah minuman itu di simpan d meja adiknya Ranu, tiba-tiba adiknya Ranu mengambil gelas berisi air dan melemparkan air itu ke wajah imma.

__ADS_1


sontak imma kaget, wajah dan bajunya basah kuyup.


Adiknya Ranu : itu balasan buat pengkhianat.


imma : maksud kamu ?


adiknya Ranu : kalian sudah Menghina keluarga saya di medsos, kamu sudah mengkhianati kakak saya. itu balasan buat wanita macam kamu, berani sekali kamu hina keluarga saya. ( berdiri sambil menunjuk ke arah imma)


imma : menghina keluargamu? jangan memutar balikan fakta kamu, bukannya kamu dan kakakmu yang sudah menghina keluarga saya? selama ini saya diam, bukannya saya tidak bisa membalas. tapi sekarang kamu sudah melampaui batas..


imma sangat marah, wajahnya memerah..


tidak sadar imma mengambil sebuah pot bunga di meja, dia hendak melamparkan pot itu ke muka adiknya Ranu, namun ibu imma menghalangi.


saudara imma langsung berdatangan, dia melihat imma yang tengah marah.


mamanya imma : jangan teh, istighfar kamu nak !


imma : selama ini kita diam mah, kita tidak pernah melawan semua hinaan mereka. namun hari ini, mereka sudah kelewatan. saya tidak bisa lagi menahan semua kesakit hatian ini.


terlihat adik dan ibunya Ranu ketakutan, dia sembunyi d belakang badan mamanya imma. dia mencari perlindungan dari kemarahan imma..


sambil gemetar, ibunya Ranu pamit pulang.


ibunya Ranu : bu, saya pulang dulu saja..


mamanya imma : iya bu silahkan!


belum sampai pintu, mereka di halangi oleh imma.


imma : mau pergi kemana kalian? enak saja, setelah kalian menghina saya, kalian hendak kabur? (imma mengunci pintu ruang tamu, agar ibu dan anak itu tidak kabur)


ibu dan adiknya Ranu lari lagi ke belakang badan ibunya imma, mereka takut dengan amukan imma.


imma : berani sekali kalian datang ke rumah saya, saya sudah baik hati memberikan kalian minum, tapi minuman itu kalian tumpahkan ke wajah saya. heemmm... mau cari masalah kalian?


mamanya imma : sudah teh, biarkan saja mereka pulang.


imma : baik, kalian boleh pulang. tapi jika kalian terlihat lagi di sini, saya tak segan akan melaporkan kalian ke polisi. karena kalian sudah mencemarkan nama baik keluarga saya dan sudah menyerang rumah kami.


ibunya Ranu : iya bu, saya akan pulang. saya tidak akan ke sini lagi.


mereka berdua langsung pulang, imma terus melihat mereka sampai tidak terlihat lagi.


"maafkan hamba ya Allah, hamba tadi hanya sekedar memperingati mereka saja. tidak ada maksud hamba untuk berbuat jahat kepada mereka " gumam imma..


keluarga besar imma yang menyaksikan itu, meminta imma melaporkan adiknya Ranu ke polisi. namun ibunya imma menenangkan mereka semua, ibunya imma bilang, dia harus menunggu ayahnya imma pulang.


*maaf ya, bukan tidak bisa melanjutkan ke episode dimana imma dan Raka bahagia, namun ini true story, jadi yang saya tulis harus sesuai dengan apa yang narasumber ceritakan * 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2