Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
mengunjungi sang guru


__ADS_3

imma : enggak mah, mungkin ini hanya sebatas sayang seorang sahabat.


mamanya imma : ya terserah kamu saja teh, kalo pun itu cuma sayang seorang sahabat atau benar cinta, lebih baik lupakan saja perasaan itu , karena dia akan menikah.


imma hanya terdiam, dan ibunya meninggalkan imma sendiri. imma pun pergi ke kamar dan tertidur...


pagi harinya, Raka sudah bersiap untuk pergi ke garut kota, menemui guru ngajinya..


dia pamit kepada kedua orang tuanya dan dia pergi tanpa memberitahu imma.


perjalanan memakan waktu 3jam, kebetulan tempat guru ngaji Raka sekampung dengan keluarga ibunya Raka. sampailah Raka di rumah guru ngajinya, dia d sambut beberapa santri di sana dan santri itu mempersilahkan Raka duduk.


tak butuh waktu lama, guru ngajinya pun datang. Raka mersalaman dan menanyakan kabar sang guru,setelah lumayan lama mereka berbincang, tiba2 guru ngaji Raka bertanya..


guru ngaji : gimana a, sudah punya calon istri?


Raka : belum ceng, ( ceng adalah panggilan Raka kepada guru ngajinya)


guru ngaji : gimana kalau saya kenalkan aa pada seseorang, dia wanita baik dan sudah PNS.


Raka : mmmh, terserah aceng saja.

__ADS_1


guru ngaji : mari sekarang kita ke rumahnya..


Raka pun menuruti perkataan guru ngajinya, mereka berangkat kesana berdua dengan sepeda motor Raka.


beberapa menit perjalanan mereka sampai, di sana di sambut oleh kedua orang tua wanita tersebut.


guru ngaji Raka tidak pernah membicarakan kalo kedatangannya ke sana untuk menemuni putri yang punya rumah, tapi guru ngaji Raka membicarakan hal lain dengan kedua orang tua si wanita itu.


tiba-tiba seorang wanita cantik berkerudung keluar dengan membawa minuman dan makanan ringan,lalu duduk bersama Raka dan yang lainnya..


setelah selesai ngobrol, guru ngaji Raka pamit kepada yang punya rumah untuk pulang, dan mereka bersalaman lalu pergi.


sampailah mereka di kediaman guru ngaji Raka, guru ngaji Raka menanyakan penilaian Raka tentang wanita yang Raka temui tadi.


Raka : dia ramah ceng, ( menjawab seadanya)


guru ngaji : cocok gak a? jangan pacaran, langsung saja menikah.


Raka : maaf ceng, saya gak bisa menikahi dia.


guru ngaji : kenapa?

__ADS_1


Raka : sekali lagi maaf, sebenarnya dia wanita baik dan cantik, cuman entah kenapa saya tidak bisa menikahi dia ceng.


guru ngaji : ya sudah jangan di paksakan, lebih baik nyari lagi yang cocok a.


Raka : sebenarnya saya kesini juga mau minta saran aceng, saya bawa foto-foto wanita yang pernah dekat dengan saya ceng, saya minta tolong pilihkan satu wanita yang menurut aceng cocok sebagai calon istri saya. saya sudah lama mengenali wanita2 dalam foto tersebut, bahkan ada beberapa yang sekampung dengan saya juga.


( Raka memberikan amplop yang berisi foto-foto mantan dan wanita yang dia kenal)


lalu guru ngaji Raka menerima amplop tersebut dan meminta Raka untuk menunggu, dia ingin melihat foto-foto itu dengan istrinya,


Raka pun menuruti apa yang guru ngajinya katakan.


30 menit berlalu, guru ngajinya datang dengan amplop milik Raka dan satu amplop kecil, dia memberikan amplop-amplop itu kepada Raka .


guru ngaji : nih a, saya dan istri sudah memilihkan satu wanita dalam foto itu. meski saya tidak pernah bertemu langsung dengan semua wanita dalam foto itu, namun saya percaya semua wanita itu baik. karena a Raka orang baik, pasti berteman pun dengan orang baik pula. namun ada satu wanita dalam foto itu yang menurut aceng cocok untuk aa, dan mudah-mudahan kalian berjodoh..


Raka : siapa ceng? ( langsung ingin membuka isi amplop kecil itu)


guru ngaji : eeiitt... jangan di buka sekarang, bukanya nanti setelah aa sampai di rumah.


ingat pesan saya a..

__ADS_1


Raka pun mengurungkan niatnya, dan menganggukan kepala lalu pamit pulang. di perjalanan, Raka tak sabar ingin segera mengetahui siapa pilihan guru ngajinya itu. siapa pun wanitanya , Raka sudah berjanji pada dirinya sendiri dan orang tuanya, kalo dia akan menikahi wanita pilihan gurunya itu.


__ADS_2