Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Bertemu Gadis Aneh


__ADS_3

Aska Duduk di teras depan sambil melihat saudara-saudaranya yang sudah menemukan masing-masing pengagum.


rasanya hari ini begitu sangat malas, ada yang bisa dikerjain dan benar-benar membuatnya sangat jenuh.


Dia berjalan menuju keluar gerbang sekolah entah mengapa hari ini terbang sekolah tidak ditutup, Aska berjalan keluar sekolah tanpa ada yang tahu.


dia melihat seorang gadis sedang melawan beberapa anak yang berseragam sama dengan gadis itu yaitu seragam SD.


Aska mengamati perkalian itu hingga sampai selesai beberapa anak laki-laki sudah terkapar di tanah sambil meringis memegangi perutnya ada yang lari tunggang langgang terdegar suara gadis itu mengacam, "Jangan macam-macam kalau itumu tidak mau terluka."


'Wah cadis sekali gadis ini,' pikir


Aska. Dia pun beranjak dari tempat persembunyiannya dan akan segera pergi.


Tetapi dia terkejut saat gadis itu memanggilnya dengan sangat keras," Hai kamu yang ada di situ kemarilah!"


aku memutar badanku dan bertanya, "tanya padaku dengan aku?" tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri


"Iya dengan kamu siapa lagi di sini tidak ada lagi anak selain yang terdapat di situ," katanya pada Aska sambil menatap dengan tajam.


Aska pun terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku hanya sekedar lewat kakak dan melihatmu berkelahi."


"Kemarilah apa aku harus mematahkan kakimu terlebih dahulu agar kau jalan ke sini," kata gadis itu.


"Jangan kakak! Kalau kakak mematakan kakiku nanti aku bilang apa sama Bubu?" tanya Aska pada gadis itu


"Kalau kau tidak bersalah Kenapa kau takut aku mematahkan kakimu? Ke sini sajalah aku sekedar mau bertanya pada kamu," kata gadis itu.


Aska terkekeh. " maaf Kak aku sedikit takut karena aku tidak bisa beladiri bagaimana nanti kalau kakak menyerangku apa aku tidak seperti teman kakak itu."


Gadis itu pun tertawa. "untuk apa aku memperlakukan kamu seperti itu? Kamu bersalah denganku? Membuat suatu kesalahan sehingga takut kepukul begitu?"tanyanya pada Aska


"Enggak, kak," jawabnya


"Ya, sudah ke sini kamu tidak perlu takut," kata gadis itu pada Aska.

__ADS_1


Aska pun berjalan mendekati gadis tersebut dan berdiri sejauh satu meter dengan gadis itu.


Gadis itu pun tertawa "Sebegitu takutnya kamu kepadaku hingga ku berdiri begitu jauh dariku duduklah di sini," katanya pada Aska.


Aska pun menuruti gadis itu dia duduk di samping gadis yang berseragam sekolah SD itu.


"Ada apa Kakak kenapa Kakak memanggil itu aku tadi itu sudah mau pergi kan aku sedang sekolah ini," katanya sambil lututnya bergetar.


Gadis tertawa. Namaku Arta namamu siapa?" tanya gadis itu tanpa memperdulikan ketakutan Aska pada dirinya.


"Aska, kak," jawab Aska.


"Kamu bolos sekolah?" tanya Arta


"Enggak kak tadi aku itu bosan di dalam sekolah lalu aku berjalan-jalan keluar kemudian aku dengar ada orang yang sedang berkelahi ya itu kakak adiknya aku pun mengintipmu berkelahi," kata Aska


"Ingat gimana sekolahmu berada mana?" tanya Arta


"Sepertinya ingat deh kak," jawab Aska panik karena selama ini saya tidak pernah keluar pagar sekolah bahkan dia tidak pernah tahu arah jalan di sekitar sekolahnya.


Gadis itu pun tertawa." kamu lupakan dengan sekolahmu sendiri jangan sok dewasa kalau memang masih kecil," kata Arta pada Aska.


"Lain kali jangan sok berani, tadi kalau aku kalah apa jadinya kamu, karena mereka menganggap kamu adalah temanku," kata Arta sambil berjalan mengatarkanku ku ke sekolah.


"Itu kan sekolah mu ayo sekarang masuk lah, kalau kamu ketahuan keluar gerbang sekolah pasti kena marah dan hukuman," katanya sambil tersenyum.


"Kak Arta kan juga keluar gerbang nanti kalau kembali ke sekolah pasti kakak juga kena hukum karena keluar dari gerbang sekolah.


"Iya, betul tapi tidak apa-apa yang penting mereka tidak datang lagi mengganggu.


Apa karena mentang-mentang dia kaya seenaknya tindas orang," kata gadis itu.


"Apa kalau aku ketemu kak Arta akan di pukul kayak tadi?" tanya Aska.


Arta tertawa. "Aku tahu anak orang kaya tidak selalu begitu, maaf lupakan pekataanku tadi yaa," kata Arta pada Aska.

__ADS_1


Aska mengangguk." Kak boleh berteman dengan kakak?"


"Boleh, kamu bisa cari di taman itu setiap jam yang sama," kata gadis itu.


"Kenapa kakak di situ di setiap jam yang sama bukan kah itu jam istirahat," tanya Aska


"Aku menjual lukisan wajah, jika ada yang ingin di lukis wajahnya akan ku lukis lalu mereka akan memberikanku imbalan padaku,"


"Kenapa begitu?Apa orang tua kakak tidak memberikan uang untuk jajan," tanya Aska


Arta tertawa. Orang tua kami sudah meninggal untung Pak Rt membela kami jadi kami masih bisa menempati rumah kami, sudah sana masuk nanti di cari bu guru kamu, dasar anak bandel main di luar pagar sekolah," kata Arta.


"Kakak juga, Anak bandel suka main di luar gerbang sekolah awas hati-hati nanti di hukum bu guru juga," kata Aska menatap gadis yang usianya lebih tua dua tahun darinya.


"Iya, betul ayo cepat masuk nanti kena marah," kata Arta


"Trimakasih kak Arta!" teriak Aska sambil berlari masuk kedalam gerbang sekolah.


Sampai di dalam sudah di tunggu oleh Bay, Ehan dan Al dengan tatapan bertanya.


"Dari mana kamu As?" tanya Bay.


"Tidak dari mana-mana dari depan situ saja, kalian kan sudah pada sibuk dengan teman baru kalian, jadi melupakan aku," kata aska merajuk.


"Apa gak salah? Yang sering di kerubuti, 'kan kamu As," timpal Ehan


"Masak sih perasaan tidak deh, biasa saja aku," kata Aska tertawa.


"Eh, gak merasa dia?" kata Bay mengerucutkan bibirnya.


Aska menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa.


"Kamu tadi sebenarnya kemana, sih, aku tadi sudah di depan sana loh, tapi kamunya gak ada itu sebabnya gerbang tidak di tutup karena kamu belum kembali, sampai waktunya pulang, kamu belum datang maka bu guru akan panggil mas Bara dan Mbak Ratih," kata Bay.


"Aku itu tidak kemana-mana Om aku hanya di sini saja percaya deh karena berani aku pergi-pergi," kata Aska merahasiakan kepergian.

__ADS_1


Ya sudah soalnya aku tadi itu ke sini dari kamu tapi tidak ada di kebun belakang sekolah pun juga tidak ada jadi aku bingung Kamu itu sebenarnya ke mana gitu loh tapi tiba-tiba kamu datang dari gerbang sekolah, Om, 'kan jadi bingung, lain kali jangan begitu nanti kalau ada apa-apa aku yang ditanya bukan mereka berdua ngerti kamu As?" tanya Bay pada Aska


"Baik,Om, aku ngerti," kata Aska


__ADS_2