
Hari ini mereka sarapan pagi terasa istimewa bagi Ehan karena ada kakek yang sekian lama tidak berjumpa dan mengenal baru bertemu. Setelah sarapan Ehan, meminta sang kakek untuk mengantar ke sekolah.
Mereka masuk kedalam mobil, tak lama kemudian, mobil pun berjalan meninggalkan rumah menjelajahi jalan raya yang masih lengang karena masih jam enam pagi.
Setelah satu jam perjalanan akhirnya sampai juga di sekolah Ehan, dia keluar dari mobil setelah mencium punggung tangan Andrian, dan berpamitan
ia pun keluar dari mobil serta berjalan melewati pintu gerbang dan berhenti di bangku taman, dan duduk di sana, menanti kedatangan gadis kecil yang lucu yang di rindukan kedatangannya.
Ehan menanti gadis kecil itu hingga bel masuk pun berbunyi namun belum datang juga, dia pun masuk kedalam kelasnya ia berpikir bawa gadis itu mungkin tidak masuk sekolah karena sakit. Ya sudahlah, pikirnya lalu ia pun masuk ke dalam kelasnya.
ketiga saudaranya sudah masuk dalam kelas dan duduk di bangku masing-masing, dan menerima pelajaran yang diberikan bu gurunya.
Sementara itu mobil Andrian berjalan meninggalkan gedung sekolah melaju dengan kecepatan sedang menuju ke pemakaman, dia berjalan menuju makam anisa dengan rangkaian bunga mawar merah.
Setelah sampai ia berjongkok dan meletakan rangkaian bunga di atas pusaranya.
Aku tak pernah memberimu di masa hidupmu, dan tak pernah bisa membuatmu tersenyum tulus, aku memberimu uang banyak tapi kamu lebih memilih hidup susah dengan mengambil pekerjaan yang berat, bisiknya dalam hati setelah itu pergi di suatu tempat yaitu hotel di mana ia menghabiskan dua malam terindah dengan gadis pujaannya namun tidak demikian bagi sang gadis hingga membawa lukanya sampai ajal menjemputnya.
Duduk di lobby hotel dengan sirat mata penyesalan dalam hatinya di sini ia pertama melihat gadis yang bernama Anisa yang bekerja sebagai cleaning servis, waktu itu gadis itu membersihkan lantai di area itu dan dengan segera di menelpon manager hotel yang juga masih sahabatnya itu.
Sebuah pertukaran yang fantastis, sang manager akan mendapatkan satu restoran miliknya jika bisa mengirim gadis itu ke kamarnya, hari di mana ia mendengar jerit tangis wanita itu karena telah mengambil mahkota terindahnya dan terus menyentuhnya berulang berulang kali.
Masih dia ingat tatapan kebencian yang di tujukan padanya. Tatapan itu tidak pernah berubah hingga akhirnya Andrian meninggalkan kembali ke negaranya. Lalu ia pun pergi dari hotel tersebut melangkah ke mobil dan masuk kedalam kemudian melajukannya dengan kecepatan sedang.
Di sekolah Ehan di mana ke empat anak lelaki itu melakukan aktivitas belajarnya, mereka dengan focus mengikuti pelajarannya, hingga bel istirahat berbunyi. Aska dengan tergesa-gesa keluar kelas.
Bayhas mengajak ke dua keponakan untuk mengikuti Aska. Dengan mengendap-endap mereka mengikuti Aska hingga sampai di taman di mana gadis kecil itu menggelar layanan jasa lukisannya.
__ADS_1
Seperti biasa Aska menyapa gadis itu, dan mulai sebuah perbincangan lalu menyerahkan peralatan lukis pada gadis itu.
"Ini untuk mu, mulai lah melukis di kanvas pasti akan Indah," katanya pada gadis itu.
"Kenapa kau report -repot?" tanya gadis itu pada Aska.
"Tidak apa-apa, aku ingin lukisan kakak lebih berkembang," kata Aska pada gadis itu.
Kalau begitu kemarilah," kata Arta sambil mengeluarkan handphonenya. lalu mereka berfoto bersama dengan senyuman yang sangat manis.
"Ini lukisan pertama, akan kuberikan padamu," kata Arta
"Kami juga mau dong kak, kita berempat karena kami saudara," kata Bay, Al dan Ehan bersama membuatnya Aska dan Arta terkejut.
Mereka melanjutkan perkataannya. " Kami menangkap basah dirimu As." lalu tertawa.
Aska menatap mereka dengan tatapan sebal. "Kenapa kalian mengikutiku?" tanyanya pada mereka.
Aska menghela nafas dia tahu suatu saat pasti ketahuan, saudara-saudaranya ini selalu tidak bisa membiarkannya menyimpan suatu rahasia untuk dirinya sendiri.
Arta tertawa. "Kemari lah akan ku potret kalian handphone ku dan juga di otakku, akan kubuat kan lukisan yang bagus untuk kalian semua, Aska teman ku itu artinya kalian juga temanku katanya sambil tersenyum.
"Trimakasih kasih, kak ...?" ucapan mereka terjeda karena tidak tahu nama gadis itu.
Arta tertawa. "Namaku Arta. Arta Salsabila, senang bertemu dengan saudaranya Aska."
"Aku, Bayhas Ahil, panggil aku Bay saja," kata Bay memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Aku Malah tidak tahu nama lengkap Aska," kata Tara sambil terkekeh.
"Apa Kakak Arta gak tahu nama lengkap dari Askary Fardan?" tanya mereka sambil menyebut nama lengkap dari Aska.
Aska menepuk jidatnya, saat ini seolah tengah di olok-olok oleh saudaranya pasalnya mereka sama-sama tidak tahu nama lengkap dari Aska maupun Arta.
Mereka pun tertawa sambil menatap Aska. "Hari ini aku memperkenalkan nama lengkap ku dan tanya nama lengkapnya tapi kalian mengganggu ku saja," kata Aska jengkel.
"Apa kau juga tidak tahu nama lengkapnya jika kita tidak berkenalan, sungguh kamu seperti bukan Aska," kata Bay sambil terkekeh
"Om!" teriak Aska sambil menatap tajam pada Om dan saudara sepupunya itu.
"Kalian tahu kan arti dari tatapan matanya," kata Bay pada kedua ponakannya mereka pun mengangguk sambil tertawa.
"Kalian begitu akrab sebagai saudara," kata Arta sambil tertawa.
"Oh iya kak Arta kedua ponakanku ini namanya Ehan Qamar yang punya mata biru itu, sedangkan yang ini adalah Alvan Fathan, mereka biasa di panggil Ehan dan Al," lanjut memperkenalkan diri.
"Senang berkenalan dengan kalian sebenarnya aku tidak sengaja berteman dengan, Ask.
Aku melihatnya bersembunyi di sana sedang melihat ku menghajar beberapa anak yang sedang menggangguku. Setelah selesai aku pun memanggilnya, dia sedikit ketakutan dengan ku, mungkin takut aku menghajarnya," kekeh Arta mengenang pertemuannya, dengan Aska pada waktu itu.
"Kenapa kak Arta ceritakan?" protes Aska pada Arta yang membuat mereka tertawa.
"Maaf Ask, kelepasan," jawab Arta sambil menjewer kedua telinga. Membuat semuanya tertawa.
Tampak Ehan tidak suka kehadiran saudara- saudaranya tetapi tidak ingin suasana menjadi tidak menyenangkan, dia pun berusaha tenang setelah semua saudaranya membuntutinya dan mengejutkan dirinya, wanita yang dia kagumi itu nampak akrab dengan saudaranya, itu sebabnya ia diam, tapi merasa tidak ada lagi privasi yang tercipta untuk dirinya, semua dikuasai oleh saudara-saudaranya.
__ADS_1
Ingin sekali Aska mengumpat dan mencaci maki saudara -saudara muncul dengan tiba-tiba tanpa memberi tahukan kepadanya membuatnya tak berkutik di hadapan Arta dalam hati berkata, Awas ya, kalian nanti aku tidak terima apa yang kalian lakukan padaku tunggu di kelas nanti akan ku maki habis-habisan.
.