Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Memeriksa Kehamilan.


__ADS_3

Di Akhir mata kuliahnya Pak Danu sempat menyorotkan pandangan pada wanita yang pernah di kenalnya di pantai saat sedang patah hati itu terhibur oleh teriak-teriakan sarkas yang di tujukan pada suaminya yang katanya mencintai wanita lain, kemudian ia menyuruh Frans untuk mengumpulkan tugas-tugas mereka di dua hari berikutnya lalu keluar kelas. Frans melirik istrinya ingin tahu expresi istrinya itu ketika bertemu pria yang mengantarkan Aila ke hotel malam itu.


Tak lama kemudian Dosen lain pun masuk dengan mata kuliah yang berbeda. Mereka pun mengikuti mata kuliah selanjutnya dengan serius, kadang-kadang terlihat dari wajah istrinya expresi tidak nyaman membuat konsentrasi Frans sedikit terpecah, rasa ingin menerobos keluar bersama istrinya meninggal mata kuliah yang bersangkutan. Keringat sebesar biji jagung di kening Aila pun tertangkap oleh pengelihatan Frans. Ia meraba kening istrinya sedikit panas lalu mengusap keringat dingin yang ada di kening istrinya, beruntung mereka duduk di kursi belakang hingga apa yang dilakukan Frans pada Aila tak tertangkap mata oleh sang dosen. Satu jam setengah telah berlalu dan si dosen telah mengakhiri mata kuliahnya dan keluar dari ruangan. Frans melihat jam tangannya pukul sembilan lebih lima belas menit, Mata kuliah selanjutnya sekitar jam sebelas, Frans melihat kembali sang istri yang menyandarkan kepalanya di sandaran kursi tempat duduknya, "Kita cari makan ya? Kasihan anak kita cuma makan buah dari tadi pagi, kamu ingin makan apa? Yuk kita cari."


"Aku pengen makan mie ayam yang pedas, di kafe kita, aku juga pengen beli cilok yang mangkal di depan pintu gerbang SMU kita itu loh Frans." kata Aila pelan karena merasa tubuhnya yang kurang nyaman menurutnya.


"Ya, ayok," kata Frans sambil meraih tasnya dan juga Aila di cangklongnya tas miliknya dan dijinjingnya tas milik Aila. Frans menunggu Aila berdiri dari tempat duduknya, mereka pun keluar kelas, "Ai, sanggup jalan gak nih sampai parkiran?" tanya Frans sambil berjalan dan merangkulkan tangannya di pundak Aila. Mereka berjalan melewati beberapa ruang kelas menuju mobilnya lalu masuk ke dalam dan melaju meninggalkan kampus dengan kecepatan sedang. Tak seberapa lama sudah berhenti di depan gedung sekolah SMUnya dulu, Aila dengan sangat riangnya turun dari mobil dan berlari menghampiri penjual cilok, memberikan uang 10 ribu kepada penjual cilok, dengan senyum sumringahnya si Abang cilok menerima serta melayani mengambil cilok di masukan ke dalam kantong plastik lalu di berikan bumbu kuah kacang yang pedas kemudian di berikan kepada Aila sambil bertanya, "Kuliah di mana, Mbak Ai?lama gak beli dagangan Abang."


"Di UI, Bang Trimakasih ya." jawabnya sambil berlari ke mobilnya dan masuk ke dalamnya, Frans mengangguk kepala lewat jendela kaca yang terbuka lalu mulai menarik tuas kendaraannya kemudian berjalan meninggalkan gedung sekolahnya yang lama menuju kafenya. Dalam perjalanan terlihat Aila begitu lahapnya memakan makanan yang diinginkannya berbalik belakang dengan yang tadi, memang sungguh aneh menurut Frans perubahan mood yang begitu cepat hanya menuruti keinginan yang mungkin sangat sederhana. Frans melirik istrinya lalu tersenyum, entah perasaan apa yang di alami sehingga hatinya benar-benar menghangat. Frans terus mengemudi hingga sampai ke tujuannya. Dia pun berhenti dia area parkir lalu keluar bersama Aila berjalan masuk kedalam menemui Arif untuk di sediakan 2 mangkuk mie ayam beserta sambal dan caos di ruangannya. Kemudian dia dan Aila masuk kedalam ruangan kerjanya. Sambil menunggu pesanannya, Frans mengecek laporan keuangan Kafenya.


Tak lama kemudian pesanannya datang, Aila pun dengan lahapnya menyantap menu yang diinginkannya.

__ADS_1


setelah itu mereka kembali ke kampus untuk mengikuti mata kuliah terakhir


Setelah selesai mengikuti mata kuliah terakhir, Frans memacu kendaraannya menuju rumah sakit tante Raya, mereka melakukan pemeriksaan kehamilan.


setelah beberapa lama menunggu akhirnya mereka di panggil.


Aila berbaring di ranjang lalu Raya mengusapkan krim ke perut bagian bawah lalu mengarahkan alat di area perut Aila, Raya fokus melihat layar, kemudian tersenyum. Frans yang merasa tidak sabar pun bertanya pada tantenya, "Bagaimana Tante?"


"Tante apa ini gak akan bahaya karena Aila sendiri punya miom di rahimnya,"


"Saat ini masih aman, Frans. akan tetapi terus periksa ya Frans 2 Minggu sekali." kata Raya pada ponakannya itu. Raya memberikan resep vitamin kepada Aila, mereka pun keluar dari ruangan Raya, lalu mereka berjalan menuju loket obat untuk mengambil vitaminnya, setelah mendapatkan mereka pun keluar dari rumah sakit, berjalan menuju mobilnya dan masuk kedalam lalu pergi meninggalkan rumah sakit, dalam perjalanan pulang ke rumah ia mampir ke supermarket membeli beberapa macam makanan yang di inginkan Aila dan juga membeli buah-buahan, setelah itu, mereka pun pulang ke rumah kediaman Raka, karena Frans tak tega jika meninggalkan mereka berdua sendiri di rumah walaupun ada asisten rumah tangga di rumah itu.

__ADS_1


...----------------...


Di kampus yang sama namun berbeda fakultas, Rafa dan Anin baru saja keluar dari kelasnya, mereka berjalan menuju area parkir, tak ada pembicaraan selama dalam perjalanan menuju ke area kampus. Anin berkali-kali harus berlari kecil menyusul langkah lebar dan cepat dari suaminya, mereka pun masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan kampus dengan kecepatan sedang, saat sudah berada di jalan Rafa membuka suara, "Kita mampir dulu di restoran Korea food, aku harus menemu klien, kau tidak apa-apa kan?" kata Rafa menoleh pada istrinya itu.


"Tentu tidak apa-apa kau bekerja untukku jadi kenapa aku keberatan?" katanya sambil tersenyum.


"Ah, iya betul kau memang istri yang pengertian," kata Rafa sambil terkekeh.


Mereka sampai di restoran itu duduk di tempat yang sudah restorasi oleh klien, menunggu kedatangan mereka sambil sibuk membalas wa yang berhubungan dengan pekerjaannya. Anin hanya diam saja sambil padangan menyapu seluruh ruangan ini, tak seberapa lama kemudian dua orang datang dan berjabat tangan dengan Rafa, ia pun begitu mau gak mau menerima uluran tangan mereka. Kemudian mereka mulai melakukan perbincangan serius, sekitar satu jam setengah akhirnya menemukan kesepakatan kerja, mereka pun berpamitan pergi terlebih dahulu karena ada urusan lain.


Setelah mereka pergi Rafa dan Anin menikmati sajian sabu-sabu untuk makan siang namun ada seorang yang tiba-tiba menganggu selera makan mereka, "Oh, jadi kalian sudah jadian? mau saja kamu sama cewek bekas ini yang kerjanya di club malam, "kata seorang wanita yang ternyata matan kekasih Rafa.

__ADS_1


__ADS_2