Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
kedatangan Raka dan keluarga part 2


__ADS_3

imma langsung melihat sumber suara itu, dan yaaa memang benar itu adalah suara Raka.


imma langsung tersenyum dan melihat sekeliling orang yang ada di sana, di lihatnya ayah Raka dan wanita yang di sebelahnya, lalu penglihatannya kembali ke Raka.


imma langsung duduk di samping ibunya, dan menyapa Raka..


imma : sedang apa aa di sini?


Raka : nganterin ayah teh, katanya dia punya urusan.


imma langsung menoleh ke arah ibunya, dan bertanya..


imma : mah, maksud mama soal tamu itu, keluarganya a Raka? iya kah?


ibunya imma hanya tersenyum, dan ayah Raka yang menjawab semua pertanyaan pertanyaan kedua insan yang di mabuk rasa penasaran.. (hahaha.. bukan di mabuk cinta loo yaa 😂 )


ayah Raka : berhubung semua sudah ada, langsung saja ke pokok permasalahan ya bu, kasian anak-anak dari tadi dia sudah kebingungan. hehe


ayah dan ibu imma manganggukan kepala sambil tersenyum..


Ayah Raka : jadi gini nak imma, kami datang ke sini bermaksud baik , kami ingin menjadikan nak imma sebagai menantu di keluarga kami.


sebenarnya bapak pribadi sudah membicarakan ini dengan ayah nak imma, namun bapak belum menemukan jawaban pasti, di karenakan nak imma waktu itu sedang kuliah.


nah berhubung sekarang nak imma sudah ada, bapak datang kembali untuk mendapatkan jawaban. syukur-syukur jawabannya sesuai yang di harapkan keluarga bapak.


jadi gimana? nak imm mau?


imma dan Raka mendengar itu kaget, Raka tidak percaya kalo wanita yang akan di nikahinya adalah imma . " mimpikah aku? " gumam Raka..


sedangkan imma belum menyadari kalo Raka lah yang akan menikahinya, imma berpikir kalo adiknya Raka yang ayah Raka maksud.

__ADS_1


imma kala itu hanya diam, dia tidak tahu harus menjawab apa.


ibunya imma yang sadar kalo anaknya masih kaget, langsung memegang tangan putrinya itu.


mamanya imma : jawab teh, kita semua tidak akan memaksa jika teteh keberatan. semua keputusan ada di tangan teteh.. (sambil tersenyum)


imma yang mendengar kata-kata ibunya seperti itu merasa sedikit tenang, dengan sedikit perasaan takut dia pun menjawab.


imma : maaf pak, tapi kita belum saling mengenal ?


ayah Raka tersenyum, tanda mengerti kalo gadis ini belum mengetahui benar dengan siapa dia akan di nikahkan. lalu dengan senyum ayah Raka menjawab pertanyaan imma..


ayah Raka : kalau soal itu tidak masalah, berhubung anak saya ada disini, silahkan nak imma kenali dia dulu.


imma langsung menoleh ke arah Raka, Raka hanya tersenyum dan menganggukan kepala ke arah imma.


bukan hanya imma yang tidak percaya dengan semua ini, orang tuanya pun sama. mereka tidak menyangka sama sekali kalo yang di maksud orang tua Raka itu adalah sahabat anaknya.


ayah imma : jadi maksud bapak, bapak ingin menikahkan nak Raka dengan anak saya?


ayah Raka : iya pak, jadi yang waktu itu saya bicarakan soal anak saya yang satunya lagi akan menikah itu bukan kakaknya, tapi adiknya Raka. naah berhubung adiknya akan menikah, saya menyuruh Raka untuk mencari calon istri, karena saya tidak mau Raka di langkahi oleh adiknya.


setelah beberapa kali saya melihat putri bapak, saya yakin kalo putri bapak cocok buat anak saya .


di situlah saya sudah merencanakan ini semua, karena anak saya tidak memiliki keberanian untuk terus terang kepada anak bapak, jadi sayalah yang harus turun tangan.


mendengar itu semua tertawa, namun imma dan Raka hanya tersenyum malu.


tiba-tiba suara tawa itu berhenti ketika Raka berbicara..


Raka : bagaimana teh? maukah teteh menjadi istri saya..

__ADS_1


mendengar itu badan imma panas dingin, dia tidak percaya kalau sahabat yang selama ini dia anggap kakak menanyakan hal itu.


lalu ibunya memegang tangannya,dan menanyakan hal sama.


mamanya imma : bagaimana teh? teteh mau nerima a raka jadi suami teteh?


semua orang cemas menunggu jawaban imma, imma saat itu terus menatap semua orang, d lihatnya satu persatu dengan senyumnya.


lalu dia bersuara..


imma : pak, bapak gak akan menyesal mempunyai menantu seperti saya, saya hanya anak dari orang biasa.


ayah Raka mendengar itu tersenyum..


ayah Raka : nak, kita semua sama. semua yang bapak miliki adalah titipan, dan jika kamu menjadi istri dari anak bapak, itu pun titipan Tuhan yang harus bapak jaga dengan baik.


jadi jangan pernah membedakan kedudukan dan harta, orang tua kamu pun orang tua yang beruntung, karen telah melahirkan dan membesarkan anak sepertimu.


mendengar itu imma tersenyum, tidak ada alasan imma untuk menolak, karena memang imma sadari, kalo dia menyukai Raka.


Raka : bagaimana teh?


imma : insya Allah a, saya terima..


mendengar jawaban imma, semua orang mengucap syukur, ayah dan imma bahagia karena sekarang dia sudah mendapatkan calon menantu yang tepat untuk anaknya. kekhawatiran selama ini sudah terhapus juga," alhamdulillah.. " itu yang selalu keluar dari mulut ayah imma.


Raka langsung merangkul ayah dan bibinya, tak lupa dia bersalaman dengan ibunya dan ayah imma, ayahnya imma lalu memeluk Raka, dan berkata dan mengucapkan terima kasih..


gimana para pembaca, masih mau di lanjutkan kisahnya?? 😁


di tunggu komentarnya yaa?? 😁

__ADS_1


__ADS_2