
keesokan harinya.. 🌤
di kediaman...🏡
pagi itu, imma sedang membereskan rumah dan ibunya sedang membuat kue untuk menyambut kedatangan keluarga Raka.
lalu imma menghampiri sang ibu di dapur..
imma : sini mah teteh bantu !
mamanya imma : ga usah teh, sana teteh mandi saja. urusan di dapur biar mamah dan bi nur saja yang kerjakan, teteh bersiap takutnya nanti tiba-tiba keluarga pihak laki-laki datang.
imma : ya sudah mah kalau begitu, tteh mandi dulu (meninggalkan dapur)
di kamar , dia tidak langsung pergi ke kamar mandi, imma berniat untuk memberi tahu Raka , kalo hari ini dia akan kedatangan calon suaminya..
di ambilnya hp di meja, dan dia mulai mengetik pesan.
namun tiba-tiba dia menghapus isi pesan tersebut, dia mengurungkan niatnya untuk menghubungi Raka, karena menurutnya " untuk apa? " , lagi pula Raka pun sudah jarang menghubunginya.
imma berpikir lebih baik tidak mengganggu kehidupan sahabatnya itu, biarkan Raka sibuk dengan dunianya.
karena inilah dunia imma , yang akan segera di nikahi laki-laki asing. setiap ingat itu, imma hanya bisa menghela nafas panjang.
imma pun bergegas mandi dan bersiap diri..
__ADS_1
di kediaman Raka 🏠
Raka yang sedang berada di kamarnya, mendengar suara ketukan pintu. Raka pun segera membuka pintu kamarnya, ternyata itu dari adiknya, dia ingin menympaikan pesan dari ayahnya.
adik Raka : kata ayah , jika sudah siap di tunggu di konter.
Raka : iya, sebentar lagi. ( dia menutup kembali pintu kamar, dan langsung bersiap.
beberapa menit kemudian, dia keluar dan menuju konter. di sana sudah ada ayah dan bibinya Raka.
Raka : siapa saja yang ikut yah?
Ayah Raka : ayah, bibi sama kamu saja. kebetulan ibumu sedang sibuk di toko, jadi dia menyuruh bibimu untuk menggantikannya dulu. nanti kalau semua sudah jelas, baru ibu mu yang mengatur semuanya.
Raka : baiklah, mari kita berangkat !
beberapa menit Raka mulai sadar, kalau jalan yang mereka lalui itu sama dengan jalan menuju rumah imma. namun Raka tidak berani menanyakan hal itu, dia hanya menunggu ayahnya memberhentikan kendaraan.
sampailah mereka di depan rumah imma, dia masih bertanya-tanya dan bingung, kenapa ayahnya berhenti di depan rumah sahabatnya itu.
lalu dengan sedikit ragu , raka pun memberanikan diri bertanya kepada ayahnya.
Raka : yah, kenapa kita berhenti di sini?
ayah Raka : sudah jangan nanya, ikuti saja ayah. ayo kita masuk!
__ADS_1
mereka pun mengucapkan salam , orang tua imma menjawab salam mereka lalu mempersilahkan keluarga Raka masuk.
Raka yang kala itu masih bingung, langsung bersalaman dengan orang tua imma. dan langsung menanyakan keberadaan imma.
Raka : bu, teh immanya ada?
mamanya imma : ada a, nanti ibu panggilkan dulu..
ayah imma dan ayah Raka langsung berbincang, mereka belum membahas soal perjodohan itu.
Raka banyak diam, beribu pertanyaan seakan menari nari di pikirannya.
jika saat itu Raka yang sedang sibuk dengan kebingungannya, sebaliknya imma hanya berbaring di tempat tidur.
tiba-tiba ibunya masuk, imma langsung beranjak dari tempat tidurnya.
mamanya imma : Ya Allah teh, kamu ini belum bersiap juga, ayo cepat ganti baju ! tamu kita sudah menunggu.
imma : tinggal pakai kerudung doang koq mah..
mamanya imma : iya ayo cepat, jangan biarkan tamu kita menunggu terlalu lama !
imma pun langsung bergegas, dan mengekor di belakang ibunya. dan mereka berdua masuk ke ruang tamu, kala itu imma belum melihat tamunya, dia masih menundukan muka, dia belum siap melihat calon imamnya itu.
Raka yang dari tadi melihat kedatangan imma, langsung menyapanya.
__ADS_1
Raka : teh, sehat?
imma terkejut mendengar suara itu, .."a Raka ".. gumam imma..