Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Hormon Bumil


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit, kini Nantha dan Nada sudah berada di rumah. Nantha yang seharusnya masih ada jam di kantor ia pasrahkan kepada Devan, mengingat kondisi Nada yang masih terbilang cukup lemah, tidak bisa ia tinggalkan begitu saja walaupun hanya ke kantor.


"Sayang, kamu istirahat ya. Aku temenin." ujar Nantha.


"Kamu nggak ke kantor lagi?" tanya Nada.


"Biar di handle sama Devan." jawab Nantha dengan menanggalkan kemejanya.


"Aku nggakpapa kok kalo kamu mau ke kantor. Kasian Devan harus ngerjain semua sendiri." ujar Nada.


"Iya kamu bilang nggakpapa, tapi aku nggak yakin. Aku masih parno denger kabar kamu dari bibik tadi." sahut Nantha.


"Lagian kerjaan tadi juga nggak begitu numpuk. Buat Devan itu urusan kecil, palingan bentar lagi juga udah selesai."


"Yang penting itu sekarang kamu. Kamu nggak usah mikirin yang lain. Cukup fokus sama Nantha junior di dalam sini." imbuhnya.


"Kamu seneng?" tanya Nada.


"Sayang kamu sadar nanyain ini ke aku?" tanya balik Nantha.


"Emang ada yang salah." ujar Nada.


"Aku aja sekarang masih kayak mimpi, setelah tau kalo istri aku hamil. Aku nggak bisa deskripsiin betapa senengnya aku, nggak lama lagi aku bakal jadi ayah." jelas Nantha dengan tersenyum haru.


"Makasih sayang, ini kabar terindah yang pernah ada." lanjutnya.


"Makasih juga, kamu udah jadi lelaki yang super siaga buat kita." ujar Nada.


"Kita?" tanya Nantha bingung.


"Aku dan junior." jawab Nada.


Nantha tersenyum dengan mendekap Nada erat, "Aku akan terus berusaha untuk jaga kalian." ujar Nantha.


"Oh iya, kapan mau ngasih tau mama papa, mami papi?" tanya Nada


"Besok aja kita dinner sama mereka ya. Hari ini kamu istirahat dulu." ujar Nantha.


"Yaudah aku ngikut aja." ujar Nantha


"Gitu dong nurut." ujar Nantha


"Bukannya aku selalu nurut, kamu kan maksaan." sahut Nada.


"Iya, tapi kadang masih ada ngebangkangnya." balas Nantha.


"Ihh enggak ya.." protes Nada tak terima, pasalnya ia selalu menurut dengan suami yang selalu tukang paksa itu.


"Ssstttt, udah udah. Sekarang istirahat, tidur." ujar Nantha mengakhiri perdebatan mereka.


"Kamu mandi dulu sana. Bauuu..." ujar Nada mendorong tubuh Nantha.


"Sayang, ini masih beberapa jam aku dari kantor lo, masih wangi ini." ucap Nantha membela diri.


"Nggak, pokoknya kamu mandi." ujar Nada.


"Tapi, yang."


"Yaudah nggak usah deket-deket aku. Aku tidur sendiri." sahut Nada segera naik ke ranjang.


"Huhh... iya iya aku mandi." ujar Nantha dengan menghela napas.

__ADS_1


°


°


°


Hari sudah sore dan sebagian matahari sudah tenggelam, namun dua sejoli itu masih nyaman dengan posisi saling berpelukan. Hingga suara ketukan pintu membangunkan salah satu diantaranya.


Nada yang mendengar ada suara ketukan pintu dari luar, melepaskan pelukannya dan segera turun dari ranjang untuk membuka pintu.


"Iya ada apa bik?" tanya Nada setelah tahu yang mengetuk pintu bibi.


"Neng, gimana atuh keadaannya? Tadi neng pulang, bibik nggak tau, karna bersih-bersih taman belakang. Terus tadi pak Danu ke dapur sambil bawa kantong belanjaan isinya susu buat ibu hamil. Neng Nada beneran hamil?" jelas bibi panjang lebar. Memang tadi Nantha sempat meminta Pak Danu untuk membelikan susu ibu hamil untuk Nada setelah mereka tiba di rumah, karna tadi Nantha dan Nada kelupaan saat di jalan.


"Alhamdulillah, bik." balas Nada.


"Alhamdulillah Yaa Allah. Bibik senang sekali, neng." ujar bibi.


"Makasih ya, bik udah selalu perhatian sama Nada. Maafin Nada, kalo udah ngerepotin bibik." ujar Nada.


"Aduh, jangan ngomong gitu atuh neng. Udah sekarang neng makan, mau minta di masakin apa? Tadi siang neng sama aden nggak makan, jadinya makanan di meja tuh masih utuh." jelas bibi.


"Kenapa nggak bibik makan sama Mbak Nining dan Pak Danu juga?" tanya Nada.


"Bibik, Mbak Nining, dan Pak Danu teh udah makan neng." jawab bibi.


"Beneran bik?" tanya Nada memastikan.


"I-iya, neng." jawab bibi terbata.


"Bibik, kalo bibik masak terus aku dan Nantha nggak sempet makan, nggakpapa bibik makan aja. Biar makanannya juga nggak mubadzir. Jangan sampe bibik dan yang lain makan makanan sisa aku dan Nantha atau bibik masak lagi. Jangan sungkan ya bik, apapun yang bibik mau, kalo aku dan Nantha lagi nggak di rumah atau nggak sempet makan kayak tadi, ya bibik masak aja dan makan sama yang lain." jelas Nada panjang lebar, ia tidak ingin jika asisten rumah tangganya merasa sungkan, selaku majikan ia juga tidak ingin membeda-bedakan. Bibi dan asisten yang lain sudah ia anggap seperti keluarga sendiri.


"Yaudah, malam ini bibik nggak usah masakin Nada dan Nantha. Kasian bibik capek. Minta tolong di angetin aja ya bik." ujar Nada.


"Nggakpapa, neng?" tanya bibi.


"Emangnya kenapa bik, makin enak tauk.. hehehe." ujar Nada di sertai kekehan.


"Tapi aden?" tanya bibi lagi.


"Udah, nggakpapa bik." ujar Nada.


"Yaudah, kalo gitu bibik turun dulu ya neng." ujar bibi.


"Iya bik."


Nada menutup pintu kamarnya kembali dan hendak pergi ke kamar mandi untuk mandi, tapi sebelum itu ia membangunkan Nantha terlebih dulu.


"Loh udah bangun? Sejak kapan?" tanya Nada


"Sejak kamu ngelepasin pelukannya." jawab Nantha.


"Kenapa nggak langsung mandi, udah sore banget loh ini." ujar Nada.


"Nungguin kamu." balas Nantha.


"Ha?"


"Maunya mandi sama kamu." ujar Nantha memperjelas.


"Ck, nggak ada ya. Mandi sendiri." decak Nada.

__ADS_1


"Sayanggg....plissss. Janji cuma mandi." ujar Nantha.


"Pasti kamu ingkarin." sahut Nada masih kurang percaya. Bukannya ia tidak mau melayani suaminya, tapi ini sudah sangat sore.


"Nggak sayang. Aku juga tau ini udah sore, kita juga belum sholat ashar. Nah untuk mempersingkat waktu biar nggak kelamaan, kita mandi bareng." jelas Nantha meyakinkan Nada.


"Itu sih maunya kamu." balas Nada.


"Kamu juga suka kan." ujar Nantha dengan mengangkat Nada ala bridal style.


"Eeehhh maen angkat aja." Nada yang belum siap, kaget tiba-tiba di angkat Nantha.


"Diem, nanti jatoh."


🌼🌼🌼🌼🌼


Nantha menepati janjinya untuk tidak 'melakukan lebih' saat mandi bersama Nada. Setelah melakukan ibadah sholat ashar berjamaah, dan di lanjut dengan magrib beberapa menit kemudian. Kini mereka turun menuju meja makan untuk makan malam masakan yang tadi di hangatkan kembali oleh bibi.


"Selamat makan neng, aden." ujar bibi setelah menyajikan makanan di atas meja.


"Makasih bibik."


"Makasih bik." jawab Nada dan Nantha bersamaan.


"Hmmmmm enak nih." ujar Nada mencium aroma masakan. Beberapa hari ini ia merasa mual saat mencium aroma masakan, entah mengapa kali ini tidak seperti biasanya.


"Makan yang banyak sayang." ujar Nantha.


"Pasti dong, sekarang harus lebih dari satu porsi." balas Nada.


Nantha terkekeh, "Bukannya tiap hari gitu ya." ujar Nantha.


"Yaa emang sih.... tapi kan nggak sering." balas Nada.


"Iya udah udah, sekarang makan ya." ujar Nantha.


"Emang kenapa sih ngeledekin aku gitu? Kamu nggak suka kalo aku makannya banyak? Takut aku gendut terus nggak cantik lagi? Yaudah aku nggak makan." oceh Nada tiba-tiba yang langsung membuat Nantha kaget.


"Loh loh, sayang nggak gitu. Aku nggak ada maksud apa-apa. Yaudah sekarang makan yaa. Mau aku suapin?" bujuk Nantha berharap istrinya itu luluh.


"Mau." jawab Nada singkat dengan ketusnya.


"Bentar ya aku ambilin. Mau lauk yang mana?" tanya Nantha sehalus mungkin.


"Semua." jawab Nada.


"Iyaa.."


"Huhh, hampir aja." gumam Nantha dalam hati. Ia lupa jika saat ini hormon istrinya sedang naik turun dan istrinya mudah sekali sensitif dengan hal kecil pun.


Dear Readers💓


Hallo temen-temen reader tersayang...🥰🤗💓


Maaf kalo lama banget nggak up². Itu semua tak lain dan tak bukan karna aku yang emang lagi hectic banget di real life dan bener² nggak sempet bahkan cuma buat buka aplikasi NT aja. So, sekali lagi maaf bangettttt.🥺🥺🥺🙏


Makasih buat kalian yang selalu nungguin up chapter cerita ini, makasih buat supportnya. Aku harap kalian selalu dan selalu nungguin up cerita ini sampai ending sampai aku bikin cerita² yang lain lagi yang nggak kalah seru dari ini.🤩😍


Jangan capek untuk selalu support aku terus yaa.. tanpa kalian aku juga nggak mungkin bisa semangat buat lanjutin nulis cerita.


Sekali lagi terima kasih banyak buat kalian... Aku sayang kalian semua. I love u, guyssss🥺🥰😘🤗🤗🤗💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2