
waktu berlalu begitu cepat,, imma sibuk dengan kerjaannya..
hari harinya dia habiskan dengan murid dan keluarganya..
kisah hubungan jarak jauhnya masih berjalan baik, dia dan Ranu berkomusikasi lewat videocall dan chating.
saling percayalah yang membuat hubungan jarak jauh mereka awet sampai setahun..
sepulang ngajar, siang ini dia rebahan di kamar.
tiba-tiba ponsel imma berdering, d lihatnya no di layar. ternyata no asing masuk.
tidak salah lagi itu pasti dari Ranu.
imma : assalamu'alaikum
Ranu : wa'alaikumsalam, lagi apa neng?
imma : biasa a, lagi tiduran. aa lagi istirahat ya?
Ranu : iya neng, gimana kabar calon mertua aa?
imma : alhamdulillah baik a
Ranu : nanti malem gak akan kemana mana kan?
imma : gak a, imma kan jarang main malam. kalo pun main, paling kerumah bibi atau sepupu.
Ranu : iya neng, siapa tau aja punya acara sama temen. 😊
imma : enggak a, emangnya kenapa?
Ranu : nanti juga akan tau. pokoknya keluarga neng gak boleh kemana-mana ya, aa kerja lagi.. daah
imma : iya a ( sambil penasaran dengan apa yang d bicarakan Ranu)
malam tiba, keluarga imma sedang ngumpul di teras rumah.
tiba-tiba 2 motor berhenti d depan rumah, ternyata orang tua ranu.
mereka menanyakan keseriusan imma dengan Ranu, dan menentukan hari pertunangan.
Ranu sudah mempercayakan sepenuhnya kepada orang tuanya untuk melamar pujaan hatinya.
singkat cerita, acara pertungan di gelar.
__ADS_1
di sana terlihat keluarga besar ranu, keluarga besar imma berkumpul. hangat sekali malam itu, acara di pimpin oleh ustadz di kampung imma.
dan acara tunangan berjalan lancar, imma di perlakukan seperti putri malam itu.
orang tua Ranu terlihat sangat menyayangi imma. dia selalu merangkul calon menantunya itu.
waktu pun berlalu, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun pun berlalu. imma selalu bersabar menunggu tunangannya, cinta imma sangat besar pada Ranu, dia kuat menjalani hubungan jarak jauh ini.
sampai suatu hari, imma mendapat telpon dari kaka perempuan Ranu, dalam inti pembicaraannya dia ingin meminjam emas tunangan imma dari Ranu, kakaknya Ranu lagi butuh uang. imma saat itu bingung, dia harus apa, sedangkan kakak Ranu melarang imma bicara pada Ranu kalau emas tunangan mau iya pinjam. , imma mulai dilema, ia tau itu titipan Ranu kepada dirinya yang harus ia jaga , sedang di sisi lain dia merasa kasihan pada kakak Ranu.
akhirnya imma memutuskan untuk meminta izin pada ibunya Ranu, dia akhirnya pergi ke rumah Ranu.
imma : assalamu'alaikum...
ibu ranu : wa'alaikum, eh neng sama siapa kesini, ayo masuk!
imma : sendiri bu, ibu sama siapa d rumah?
ibu Ranu : sendiri neng, bapak lagi ke bandung.
imma : oh, bu tujuan imma ke sini ada yang ingin imma bicarakan sama ibu, tapi ibu gak boleh ngomong ke a Ranu ya?
ibu Ranu : bicara apa neng? kenapa gak boleh ngomong ke Ranu?
imma : pokoknya gak boleh bu
imma : gini bu, teh indah mau pinjam emas tunangan, katanya teteh lgi butuh uang.
ibu Ranu : hah, si indah mau pinjam emas tunangan, bener gak punya malu ya tu anak.
kenapa gak pinjam ke mamah, malah pinjam ke neng. (kesal)
imma : bu jangan marah, mungkin teh indah sudah menganggap imma adiknya sendiri.
ibu Ranu : iya, tapi tetep gak pantes neng, jangan kasih emas itu ya neng, itu emas tunangan neng sama Ranu.
soal indah, biar ibu yg bicara sama dia.
imma : ya sudah bu, aku pamit pulang.
assalamu'alikum
ibu Ranu : wa'alaikumsalam.. hati- hati neng!
sesampai di rumah imma langsung mengapa ibunya yang lagi sibuk di warung.
__ADS_1
imma : assalamu'alaikum mah..
mamanya imma : wa'alaikumsalam..teteh habis dari mana?
imma : dari rumah orang tua a Ranu mah..
mamanya imma : oh, gimana keadaan mereka?
imma : Alhamdulillah mah..oya mah, bapak kemana?
mamanya imma : bapak lagi ngajak adikmu jalan-jalan ..
imma : oh, bu kenapa ya perasaan teteh gak enak gini ?
mamanya imma : gak enak gimana teh? sambil terus membereskan warung.
imma : ya gak tau, tiba-tiba saja kayak gini.
mamanya imma : pergi sholat gih, kabis itu ngaji pasti perasaan teteh tenang kembali..
imma : baik mah, sambil meluk tangan mamanya..
imma pergi ke kamarnya, setelah ganti baju imma mendapat pesan di ponselnya , ternyata itu dari indah kakaknya ranu.
isi ponsel itu sangat tak enak di baca, ternyata indah memarahi imma soal emas pertunangan yang imma ceritakan ke ibu Ranu. indah tak terima, karena Ranu menegur Indah. dia menyangka bahwa imma yang sudah mengadu pada Ranu.
kesalah pahaman itu membuat indah murka, dan berkata kasar pada imma.
imma tidak bisa membalas pesan indah, karena dia saat itu sangat kaget dan sedih..
astaghfirullahaladzim,, gumam imma sambil duduk lemas..
imma sangat tidak percaya semua ini, yang selama ini ia anggap kakak sendiri, ternyata bisa berbuat seperti itu..
setelah imma mulai tenang, imma membalas pesan kakaknya Ranu dengan gemetar, dia mengirimkan permintaan maaf.
tapi tak ada balasan dari kakak Ranu.
imma tak pernah berani berbicara masalahnya dengan ibunya, karena pikir imma dia dan Ranu akan menikah, jadi keluarga Ranu adalah keluarga dia juga.
dia rahasiakan kejadian itu dari orang tuanya.
2 thun sudah Ranu di jepang, dia mulai membicarakan ingin membeli sebuah tanah, biar pulang nanti Ranu sudah memiliki rumah impian buat dia dan Imma..
Ranu menabung untuk rumah itu, dan akhirnya dia di tawari tanah lumayan cukup luas, yang sudah ada pondasinya..
__ADS_1
Ranu menyuruh imma untuk melihat tanah dan pondasi itu, imma pun setuju.