
setelah sepulang mengantar imma, Raka mengajak imma untuk pergi menemui orang tuanya..
sudah lama berteman, namun iya belum mengenalkan sahabatnya itu..
sebenarnya imma ragu, karena malu..
namun kalo sudah menyangkut orang tua, imma paling tidak suka menolak..
akhirnya imma menuruti ajakan Raka..
sampailah mereka di rumah Raka, kebetulan d sana ada ayah Raka .
Raka : assalamu'alaikum, lagi apa yah?
ayah Raka : wa'alaikumsalam.. biasa, baru selesai ngecek barang di gudang. (sambil mengaduk kopi yang baru beliau seduh).
Raka : oya pak, ada yang mau Raka kenalkan ke bapak, tapi dia bukan pacar Raka dia sahabat Raka.
ayah Raka : ngapain kamu bawa teman, kan ayah minta calon istri ..?
Raka : iya itu soal nanti yah, sekarang Raka pengen ngenalin ayah ke temen Raka..
ayah Raka : ah paling temen laki-laki, nanti sajalah ayah mau minum kopi dulu di teras belakang.
Raka : lihat dulu sebentar, knapa sih yah??
Ayah Raka : ya sudah, mana dia?
Raka : di tuang tamu yah...
ayah Raka berjalan menemui imma, dan setelah menemui imma , ayahnya tidak menunjukan wajah kaget, karena wanita yang duduk itu adalah wanita yang sama yang menitipkan jas Raka dan yang bikin tugas dengan Raka di rumahnya..
Raka mengekor di belakang sang ayah..
__ADS_1
ayah raka : 0oh si eneng ini, ayah pernah ketemu sama dia. yang waktu itu nganterin jas hujan kan neng?
imma : iya pak,,, (sambil berdiri bersalaman)...
ayah Raka : sengaja ke sini neng?
imma : iya pak, sekalian ke tukang jahit..
ayah Raka : sudah kenal berapa lama dengan anak bapak ?
imma : belum lama pak, baru beberapa bulan kebelakang..
ayah Raka : neng guru?
imma : iya pak, saya guru honorer..
ayah Raka : sudah punya pacar?
imma kaget saat mendengar pertanyaan ayahnya Raka, namun dia harus menjawabnya..
ayah Raka : loh, kenapa belum punya pacar?
imma : sebenarnya saya tidak mau pacaran pak, mau langsung nikah saja.
ayah Raga : bagus dong, memang itu seharusnya. di dalam islam tidak ada kata pacaran..
mereka pun berbincang lumayan lama, raka kebanyakan diam bila ada sang ayah..
sang ayah lah yang asik ngobrol dengan imma.
lalu imma pamit pulang, karena takut ibunya khawatir...
imma pamit kepada ayah Raka, dan Raka mengantar imma sampai ke tempat imma memarkirkan motor..
__ADS_1
imma : oya a, makasih sudah mengantarkan saya ke tukang jahit dan makasih juga aa telah mengenalkan saya dengan ayah aa..
Raka hanya tersenyum, dan imma berlalu meninggalkan Raka.
setelah selasai mengantarkan imma, Raka langsung ke rumahnya. di sana terlihat ayah Raka sedang meminum kopi sambil merokok..
ayah Raka : Raka sini, kamu duduk dulu. bapak mau bicara!
Raka : ada apa yah?
ayah Raka : Nikahi saja wanita tadi..
Raka : apa? 😱 ( raka kaget, selama ini ayahnya sangat apik memilih pasangan untuk anaknya, namun setelah ketemu imma cuma 3x, ayahnya langsung menyuruhnya menikahi imma)
ayah Raka : iya, nikahi saja sahabatmu itu. kelihatannya dia wanita sedehana dan sopan. dia juga kan belum punya pacar , lalu apa salahnya?
Raka : tapi yah, tak semudah itu. imma bukan wanita yang gampang di rayu rayu, dia tidak suka itu.
ayah Raka : loh ngapain musti di rayu segala, emangnya kamu playboy yang bisanya cuma ngerayu saja? jaman sekarang yang di pegang bukan omongan, tapi bukti..
Raka : terus Raka harus gimana?
ayah Raka : kelihatannya kamu suka sama dia?
Raka : sebenarnya sih bukan suka, mungkin kagum..
ayah Raka : nah itu, kamu mengaguminya berarti kamu suka. (sambil tersenyum)
ya sudah gini saja, kamu coba berbicara sama dia. kalo caramu tidak berhasil, nanti ayah yang ke rumah sahabatmu itu. (sambil menepuk pundak Raka dan berlalu meninggalkan Raka)
Raka senang dan gelisah, senangnya ternyata ayahnya menyukai imma.
dan gelisahnya, karena dia bingung harus berbicara seperti apa ke imma...
__ADS_1
***maaf ya para pembaca tercinta, episode ini up nya lama, soalnya ada kepentingan keluarga dulu 🙏🙏🙏, terimakasih sudah setia dengan kisah ini 😊***