
sampailah Raka di rumahnya, dia langsung menemui ayahnya.
namun di lihat ayahnya sedang sibuk di toko, Raka pun pergi ke rumahnya dengan perasaan tak menentu, karena sebentar lagi dia akan melihat foto wanita pilihan gurunya.
Raka langsung menuju kamarnya, dia membuka tas dan membawa amplop kecil.
saat ingin membuka, Raka ingat kalau sebaiknya dia sholat dulu.
Raka segera mengambil wudhu, dan melaksanakan sholat ashar..
selasai sholat, Raka mendapat telpon dari imma, kalo imma ingin bertemu dengannya.
Raka mengiyakan ajakan imma, dan dia bilang ke imma kalo nanti malam dia akan ke rumahnya.
setelah mengakhiri panggilan, Raka ingat soal amplop dan dia membuka amplop itu perlahan.
jantungnya berdebar kencang, setelah di buka Raka kaget bukan kepalang, ternyata amplop itu isinya foto imma.
Raka duduk lemas, dia bingung dengan semua ini, kehidupan seperti sedang mempermainkannya. setiap dia ingin menjauhi imma, namun ada saja hal yang harus membuat dia dekat lagi. setiap dia mencoba melupakan, namun ada saja hal harus membuat dia mengingatnya..
Raka hanya duduk memikirkan semua itu, tiba-tiba suara hp berdering, raka melihat nama di layar hpnya, ternyata itu dari gurunya.
Raka : assalamu'alaikum...
gurunya : wa'alaikumsalm, sudah sampai rumah a?
__ADS_1
Raka : alhamdulillah sudah ceng,
gurunya : berarti amplopnya sudah aa buka?
Raka : sudah, ini bener ceng. aceng gak salah pilih?
gurunya : insya Allah, jika Allah menjodohkan kalian berdua, berarti aceng gak salah pilih.
Raka : alasan aceng memilih wanita ini, apa?
gurunya : tidak ada alasan khusus, cuman pas lihat semua foto itu, saya dan istri langsung menyukai satu foto yang sekarang aa buka itu.
Raka : tapi ceng, dia tidak menyukai saya.
kalau kalian di takdirkan berjodoh, halangan apapun dan bahkan rasa benci sekalipun akan berubah menjadi perasaan sayang.
biarkan perasaan itu tumbuh setelah kalian menikah nanti...
Raka : iya ceng terimakasih..
gurunya : ya sudah pertimbangkan dengan tenang perkataan saya, saya pamit dulu.
assalamu'alaikum..
Raka : wa'alaikumsalam
__ADS_1
Raka terdiam, memang benar dengan apa yang gurunya itu katakan. mungkin ini petunjuk dari Tuhan, kalau dia dan imma akan berjodoh. Raka menghela nafas panjang, dan bersiap untuk mandi.
* kediaman imma *
kebetulan hari ini neneknya imma datang dari kampung, dia ingin membicarakan soal laki-laki yang menyukai imma. dia seorang PNS, anak satu2nya di keluarganya. kebetulan dia anak kerabat neneknya imma..
namun ibunya imma tidak mengiyakan , karena itu adalah hak anaknya .
sehabis mandi, imma menghampiri ibu dan neneknya itu. neneknya menjelaskan pada imma kalo kedatangannya itu ingin menyampaikan amanat dari keluarga pihak laki-laki.imma saat itu bingung, namun dia tidak mempunyai pilihan lain.
sebentar lagi Raka akan menikah, meski berat dia pun harus mempunyai teman hidup. karena sesudah menikah nanti, Raka tidak akan menjadi sahabatnya lagi,pikir imma seperti itu.
imma : baiklah emak, kalo soal itu teteh serahkan sama mama saja. kalo menurut mama dia laki-laki yang pantas, teteh akan terima
mamanya imma : tapi teh, pikirkan dulu dengan baik. jangan terburu-buru, ini soal pernikahan . pernikahan itu sekali seumur hidup, jangan sampai teteh menyesal dengan keputusan teteh.
neneknya imma : iya teh, pikirkan dulu. emak hanya bisa mendo'akan teteh bahagia dengan siapa pun teteh menikah nanti.
imma : teteh sudah capek mah, semua laki-laki yang teteh pilih, pasti tidak tepat buat teteh. jadi sekarang terserah mama dan nenek saja.
mamanya imma : ya sudah, pikirkan saja dulu. jangan mengambil keputusan terburu-buru. nanti menyesal di kemudian hari..
sekarang teteh sholat maghrib dulu, dan mengaji.
imma mengangguk dan pergi ke kamarnya meninggalkan nenek dan ibunya.
__ADS_1