
waktu sudah menunjukan pukul 20:00wib, Raka bergegas menemui imma. ya seperti biasa, jika ada masalah dia selalu meminta mendapat dari sahabatnya itu..
sampailah dia di depan rumah imma, imma yang sedang berada di teras rumahnya, kaget dengan kedangan Raka yang tiba-tiba...
jmma : loh a, knpa gak ngasih tau dulu kalo mau kesini?
Raka : mendadak teh, saya gak ganggu kan? ( dengan wajah yang serius)
imma menatap aneh wajah sahabatnya itu,, ..
imma : aa lagi ada masalah?
Raka : banyak teh, makanya saya ke sini mau minta saran dari teteh..
imma : saran soal apa a?
Raka : sebentar teh, saya bingung harus ngomong dari mana dulu.. (sambil memegang keningnya)
imma : langsung ke intinya saja a..
Raka : gini teh, ayah saya menyuruh saya menikah.
deg deg deg... imma bagai di sambar petir di malam hari, cwok yang ada di hadapannya akan menikah.
__ADS_1
ingin rasanya imma menangis, tapi ia tahan..
"ya Allah inikah takdirku, yang harus selalu di tinggalkan? " gumam imma dalam hati. .
imma : ya bagus dong a.. ( mencoba menguatkan hatinya)
Raka : iya sih teh, gak apa2 kalo saya menikah?
imma : gak apa2 lah a, malah ikut senang.. (sambil memaksakan tersenyum)
Raka : ya sudahlah teh, oya kmna bapa sama mama?
imma : lagi ke rumah sodara a, nanti juga pulang ( berbicara namun tak berani menatap wajah raka)
Raka : teh kenapa? koq dari tadi hanya menunduk? tth sakit?
imma hanya menggelengkan kepala, dengan sedikit ragu raka mencoba mengangkat kepala imma, betapa kagetnya, ternyata sedari tadi imma menangis. rupanya imma sudah tidak kuat menahan kesedihannya..
Raka : ya Allah teteh, teteh knpa nangis? ada perkataan saya yang menyinggung tteh? atau tth lagi sakit? jawab teh !!
Raka begitu takut jiga melihat imma menangis, namun imma terus menggelengkan kepala, dia tak kuat berbicara rasanya lidahnya berat sekali .
tiba-tiba kepala imma bersandar ke bahu raka, sambil menangis sesegukan..
__ADS_1
raka hanya diam, dia membiarkan wanita di depannya menumpahkan semua kesedihannya...
lalu dengan nada bergetar, imma mencoba berbicara pada raka ...
imma : a, setelah manikah nanti jangan lupakan saya ya? aa tetap akan menjadi teman saya kan?
mendengar perkataan imma, raka terasa merinding. baru kali ini dia mendengar imma bertanya seperti itu padanya. padahal selama berteman dengan imma, imma orang yang cuek.
Raka : hey, jadi teteh nangis karena saya mau menikah? (sambil menahan tawa bahagia)
imma : emang kenapa? (sambil melepaskan sandarannya)
Raka : gak apa-apa, tenang saya gak akan pernah melupakan teteh.
imma : janji ?
Raka : insya Allah teh.. (sambil mengusap air mata imma) , sudah jangan menangis lagi ya, saya pamit pulang .
imma : iya a ( berat hati imma saat raka pamit pulang, ingin lebih lama ia di sisi raka, namun ia mencoba menutupinya )
Sepulangnya Raka, imma kembali menangis di kamarnya..
dia sesak mendengar raka akan menikah, rasanya dia ingin berteriak..
__ADS_1
"kenapa saya sakit hati seperti ini? ".. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜