Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Menuai Apa Yang Ia Tabur


__ADS_3

Ia pun keluar mobilnya dan masuk dalam rumahnya melalui pintu penghubung.


Berjalan ke dapur, ia tersenyum lalu mendekati sang istri kemudian memeluknya dari belakang.


"Aku sedang membuat ayam krispi balut keju." kata sambil melanjutkan masaknya setelah itu, ia pun menata di meja makan.


"Kelihatan enak, nih," kata Diki sambil duduk di meja makan.


"Dapat resep dari mana bikin beginian?" tanya Diki.


"Lihat di YouTube dicoba ya, Bang," kata Nara sambil memberikan ayam krispi balut keju pedas di piringnya. Di ambilnya sedikit lalu dimakannya perlahan kemudian tersenyum. "Enak," katanya.


Diki mengambil nasi kemudian memakannya dengan lahap. Nara pun ikut mengambil nasi dan ayam kedalam piringnya, dia masih terlihat ragu untuk memakannya tapi saat ia mengambil sedikit untuk mencicipinya. Matanya membulat sempurna, ia tak menyangka jika makanan yang ia masak seenak ini.


Diki mulai menceritakan apa yang terjadi di rumah sakit, tentang Dokter Anita mengadopsi bayi yang mengalami kelainan jantung bawaan dan memerlukan perawatan intensif. Juga tentang keterlibatannya dia dan dokter Danu dalam membahas cara menanganinya. Semuanya diceritakan tanpa terlewati sama sekali.


"Bagaimana menurutmu sayang apakah aku tetap membantunya ataukah tidak?"


"Abang Dokter'kan?" tanya Nara sambil terus melanjutkan makan.


"Ya, jelas dong sayang masak tukang parkir sih," katanya sambil mengerutkan dahinya.


Nara terkekeh, "Maksudnya Nara itu, kalau abang seorang dokter ya bantulah, tidak perlu pertimbangan masa lalu Abang dengan mbak Anita. Kalau punya niatan selingkuh ya selingkuh saja tidak perlu ada suatu hal yang membuat terjadinya perselingkuhan.

__ADS_1


Aku percaya saat Abang memutuskan untuk memilihku sebagai istri Abang, saat itu hubungan perasaan masa lalu Abang telah selesai, dan aku satu-satunya orang yang abang cintai.


"Trimakasih, Sayang. ternyata pikiran kamu lebih dewasa di bandingkan usiamu, Abang memang tidak salah memilih kamu sebagai istri Abang."


"Sama-sama, Abang." jawab Nara dengan tersipu.


...--------------...


Di rumah rumah kontrakannya Pak Haidar makan malam bersama dengan Vino putranya sehabis menerima panggilan video dari Ratih dan Bara.


Hati begitu bahagia setelah melihat putrinya baik-baik saja di tempat yang jauh setelah kejadian sebelum keberangkatan mereka di Amerika serikat.


matanya berkaca-kaca melihat putrinya terlihat bahagia.


Ratih bahagia saat tahu ayah juga baik-baik saja. Tidak diperkarakan dalam kasus penusukan yang dilakukannya untuk melindungi dirinya dan Ayahnyalah yang akhirnya mengantikan dirinya sebagai pelaku penusukan itu.


Entah apa serta bagaimana paman Aiko melakukan penghapusan jejak digital, dan bagaimana membuat luka tusukan itu tak berbekas sama sekali di tubuh pelaku.


Disaat menikmati hidangan makan malam, sebuah ketukan keras terdengar dari luar pintu rumahnya. Ia menghentikan makannya lalu menyuruh vino tetap menyelesaikan makan malamnya. Ia pun beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju pintu kemudian membukanya, seorang wanita menerobos masuk kedalam rumah kontrakannya lalu dengan suara lantangnya ia memaki Haidar, "Dasar kau lelaki tak tahu diri! bisa-bisa kau menjual semua aset menjadi hak miliku," Hardik wanita itu yang ternyata adalah Cinta.


"Hak apa yang kau maksud? Aku tak mengerti," jawab Haidar tenang.


"Perusahaan yang kau dirikan, rumah kak Rindu itu jadi milikku, karena aku adalah adik kandungnya."

__ADS_1


"Semua milik dari ibunya Rindu, apakah kamu terlahir di rahim yang sama, tentu tidak bukan. Jika tidak kenapa menuntut hak sama dengan Rindu, lalu apa yang kau lakukan pada putriku Ratih cukup membuat gugurnya Ratih yang berbelas hati padamu. kami sudah tak punya apa- apa jadi apa yang kau tuntutan dari kami? pergilah atau aku akan akan menuntutmu sebagai otak percobaan Penculikan dan pelecehan terhadap Ratih putriku.


"Lalu bagaimana dengan putriku?" teriak Cinta.


"Itu urusanmu dengan ayah biologisnya, bukan aku." kata Haidar dengan sangat tenang.


Cinta pun keluar dari rumah Haidar ia berjalan dengan terseok-seok di malam buta. Putri gadis kecil berusia 5 tahun itu menjadi jaminan atas hutangnya pada Lorenza sebesar tiga miliar. Jika dia tak melunasinya segera maka dia dan anaknya harus bekerja seumur hidupnya pada Lorenza. ia pun kembali ke Surabaya dengan tangan kosong, tidak mendapatkan apa-apa dari kakaknya Rindu. Ia menaiki kereta api dengan kelas ekonomi, karena sudah tidak memiliki uang, Dia sudah tak bisa hidup seperti dulu. Rumah yang ia tinggali sudah terjual untuk melunasi hutangnya pada Lorenza.


Rumah dan mobil yang terjual itu hanya mampu membayar sejumlah dua miliar. Jika pada akhirnya harus terjadi pada dirinya menjadi salah satu pekerja di rumah hiburan Lorenza yang dianggap temannya atau sahabatnya ia relah tapi jangan sampai putri menjadi penebus kesalahannya


Didalam kereta ia pun tertidur hingga pagi menjelang. Setelah sampai di stasiun Semut Surabaya ia pun turun dan berjalan mencari taxi untuk ke rumah Lorenza. ketika sudah dapat ia pun menaikinya, 30 menit kemudian ia pun sampai, lalu menemui sahabatnya itu.


Seorang wanita duduk dengan anggunnya di sofa ruangannya menanti temannya itu. Cinta menemui temannya itu, "Za, aku tak bisa membayar sisanya, tolong aku saja yang menjadi penebus hutangku pada mu jangan Putri."katanya dengan tatapan memohon."


"Kau tak bisa membawa Ratih, padaku maka Putri akan jadi milikku dan kelak akan menggantikan dirimu."


"Tolonglah Za. jangan lakukan itu."


Lorenza tak perduli ia memanggil anak buahnya melalui intercom, lalu datang lah 2 Lelaki dan satu wanita di ruangannya,"Dandani Dia dan antarkan ke hotel di mana mereka berada."katanya sambil menatap dan tersenyum sinis pada Cinta.


"Tunggu, apa maksud mu dengan mereka?" tanya Cinta dengan tatapan mata yang terluka.


Lorenza tertawa, "Aku sudah mengira kau takkan mendapatkan uangnya itu, maka aku pun memajang foto mu sebagai salah satu pekerjaku dan mereka memilih mu. Tenang saja bayarannya sangat mahal 300 juta 2 malam, mereka suka bermain bersama-bersama."

__ADS_1


"Za, kenapa kau lakukan ini padaku? tolong jangan mereka. Aku tak akan kuat Za," kata Cinta.


Lorenza menghelah nafas panjang, "Hanya ini yang bisa kamu lakukan agar kamu bisa segera melunasi hutangmu, jadi sudah jangan protes padaku." katanya sambil membuang muka menatap kearah yang lain. Dua pria Itu menyeret Cinta di sebuah kamar dan di kamar itu, dia pun dirias dan dipakaikan pakaian yang sangat minim. Setelah itu dia di naikan di mobil dengan secara paksa kemudian kendaraan itu berjalan meninggalkan rumah itu menuju Hotel.


__ADS_2