Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
orang tua akhirnya tahu


__ADS_3

malam itu imma sedang menangis, tiba-tiba ibunya masuk, sontak imma kaget dan langsung mengusap air matanya.


mamanya imma : ada apa teh? sepertinya teteh menangis?


imma : gpp koq mah, teteh baik-baik saja. (sambil menundukan kepala )


mamanya imma : jangan bohong sama mama, mama ini ibu yang melahirkan dan membesarkanmu teh. dengan tangan ini, mama selalu mengusap air mata teteh, dari teteh berumur 0bulan. jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari mama, ceritalah.


saat itu pula imma langsung memeluk ibunya, dan menangis sekeras mungkin, menumpahkan semua beban yang ada di benaknya.


imma : teteh capek mah, capek dengan semua ini.


entah ini ujian atau siksaan. yang pasti tth sudah tidak kuat.


mamanya imma : istighfar teh, ada apa? mama gak paham dengan apa yang tteh katakan, coba ceritakan sama mama nak..


imma : teteh ingin cerita mah, tapi belum waktunya. nanti juga mama bakal tau, tapi bukan sekarang.


mamanya imma : ya sudah terserah teteh saja, tapi ingat kalau ada apa" cerita ke mama.


imma : baik mah (sambil tidur di atas pangkuan ibunya, itulah tempat ternyaman imma) .


waktu berlalu, mentari pun sepertinya malu" keluar


pagi yang mendung. (cocok dengan suasana hati imma)


pagi itu imma sudah bersiap untuk kerja,


imma : mah, hari ini tteh bawa motor sendiri ya.


mamanya imma : kenapa gak bareng sama bapa teh?


(ibu imma khawatir kalo imma bawa motor sendiri, dengan kondisi imma seperti itu)


imma : hari ini tteh ada rapat di sekolah lain, tteh mewakili guru lain.


mamanya imma : ya sudah kalo gitu, hati - hati ya..


kalo ada apa2 telpon saja bapa.


imma : iya mah, teteh berangkat dulu ya. assalamu'alaikum..


mamanya imma : wa'alaikumslm...


imma berangkat dengan motor matic nya..


sebelum pergi rapat, imma menyempatkan mengajar satu mata pelajaran. dan setelah selesai ngajar, dia pun pergi rapat..


ke tempat rapat tersebut, membutuhkan waktu 30 menit.


akhirnya sampai di tempat tujuan, rapat pun di mulai.


selang beberapa jam, rapat pun selesai.


imma langsung bersiap pulang,


di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan turun.


dia langsung berhenti di sebuah pos ronda, karena gak bawa jas hujan dia terpaksa menunggu sampai hujan reda.


imma melihat ada warung di depan pos ronda , dia pun berniat untuk membeli makanan di warung tsb.


sesudah membeli makanan, dia kembali ke pos ronda.


akhirnya hujannya reda, imma pun pulang.


sesampai di rumah, imma langsung ke kamar untuk mengganti pakaian yang agak basah karena kehujanan.


di rasa imma, hari ini sangat melelahkan.


dia pun istirahat di dalam kamar sambil buka fb.


di lihatnya pesan dari Ranu sepanjang kereta api, isinya hanya bertanya kemana saja imma hari ini, main dengan siapa saja, sekarang lagi di mana.


sebenarnya imma malas untuk menjawab pertanyaan Ranu, karena ujungnya pasti berantem.


imma hanya menarik ulur beranda saat itu.


tiba-tiba ada yang mengirim pesan, dari seseorang yang belum dia kenal sama sekali.


nama akun itu Raka Dhea..


Raka dhea : assalamu'alaikum..


imma : wa'alaikumsalam..


Raka dhea : teh, alumni MAN ya? ( Madrasah Aliyah Negeri )


imma : iya

__ADS_1


Raka dhea : kenal sama fitri gak teh?


imma : fitri angkatan tahun berapa?


Raka dhea : 2008 kalo gak salah


imma : orang mana ?


Raka dhea : orang ****** ...! yang tinggal sama bibinya


imma : oh iya, itu teman saya a. dulu kita deket banget, tapi sekarang lost kontak. mungkin dia sudab ganti nomor.


Raka : oh, teteh mau nomor fitri?


imma : mau a, aa punya?


Raka dhea : kalo nomornya gak punya teh, cuman kebetulan rumah bibinya fitri lumayan dekat dengan rumah saya. nanti kalo ketemu bibinya atau keluarganya saya minta, karena bibinya suka beli pulsa ke konter saya.


imma : oh gitu a, tapi gak ngerepotin?


Raka dhea : gak teh, nanti kalo ada no nya saya kirim kemana?


imma : ke no saya saja a, ini... (sambil mengirimkan no ponsel)


Raka dhea : iya teh, nanti kalo ada no nya saya langsung kirim.


imma : oke.


obrolan pun di akhiri..


singkat cerita, hari berlalu..


imma masih dengan ke galauan nya, keluarga Ranu semakin menjauhi imma.


imma pun jadi jarang berkunjung ke rumah Ranu, karena setiap pulang dari sana, hanya kesakit hatian yang dia terima.


sampai akhirnya imma mencoba memberanikan diri untuk menceritakan semua masalahnya kepada ibu nya, dari mulai masalah kakaknya Ranu, adik nya Ranu ,perubahan sikap ibunya Ranu , fitnahan selingkuh dengan perawat,dan sikap ranu yang terlalu over dan sering marah-marah..


ibunya imma kaget, ternyata masalah imma banyak sekali.. dia sedih mendengar semua itu.


anak perempuan yang ia besarkan dengan kasih sayang, kini tengah mengahadapi berbagai maslah.


pikir ibu imma, belum menikah sudah banyak masalah.


apalagi nanti, akhirnya ibu imma menasehti imma .


mamanya imma : teh, mama hanya ingin melihat teteh bahagia, pikirkan lagi dengan baik, hubungan ini pantas untuk di pertatahankan atau tidak. minta petunjuk kepada Allah swt..


imma : sebenarnya teteh ingin cerita dari awal kejadian itu mah, cuma tth takut mamah sedih. karena niat teteh hubungan imma dengan a Ranu panjang.


tapi yang teteh rasakan sekarang ini, a Ranu bukan dia yang dulu, keluarganya pun berubah.


teteh harus apa mah??


mamanya imma : ikuti kata hati teteh, jika teteh kuat dengan semua itu teruskanlah, tapi jika tidak, mau tidak mau teteh mundur saja.


karena jika dalam hubungan rasa kepercayaan sudah tidak ada, maka lama" akan hancur.


imma : tapi imma mencintai a Ranu, (sambil menangis)


mamanya imma : mama ngerti teh, hubungan kalian bukan baru beberapa bulan, tapi sudah bertahun tahun, pasti rasa itu akan semakin tumbuh di hati teteh.


mama hanya ingin melihat teteh bahagia, mama ingin melihat teteh ceria seperti dulu.


ya sudah mamah masak dulu teh..


imma : iya mah. .


imma hanya terdiam, mulai dilema dengan perasaanya..


tiba" hp imma berdering, satu pesan di terima.


di lihatnya nomor baru, isi pesan itu :


" assalamu'alaikum, teh ini no fitri " maaf lama, soalnya saya baru dapat nomornya berusan "


imma pun tidak membalas pesan itu, dia hanya meyimpan no fitri.


imma tertidur, berharap bangun nanti masalahnya hilang.


sore hari imma di bangunkan ibunya ..


mamanya imma : teh bangun sudah sore, mandi, sholat lalu makan.


imma : iya mah, beranjak dari tempat tidur. lalu mandi.


sehabis sholat imma hanya main hp di depan tv..


ayahnya menghampiri imma..

__ADS_1


ayahnya imma : teh, apa benar yang di katakan mamamu?


imma : soal apa pa?


ayahnya imma : soal hubungan mu dengan Ranu.


imma : imma hanya terdiam, memandangi ponsel.


ayahnya imma : sudahi saja kalo itu bikin teteh sakit hati, biar bapak yang bicara kepada keluarga Ranu.


imma : jangan pak, imma gak mau orang tua imma menanggung malu, orang orang pasti menertawakan kita.


ayah imma : jangan pedulikan omongan orang, orang lain tidak akan merasakan apa yang kita rasakan. bapak gak ridho kamu sedih seperti ini, badanmu jadi kurus.


imma : gpp pak, teteh masih kuat..


ayahnya imma menghela nafas panjang, lalu bangkit dari kursi dan masuk kamar.


imma sedih melihat ayahnya, dia kasihan sama orang tuanya, gara" imma mereka sedih..


malam itu pulsa imma habis,di luar hujan deras.


sementara imma butuh pulsa, imma bingung minta tolong ke siapa.


tiba-tiba dia ingat kalau orang yang baru ia kenal, punya konter.


oh ya, a Raka jualan pulsa. gumam imma..


lalu imma meminjam hp ayahnya untuk sms Raka.


imma : assalamu'alaikum, maaf ganggu. ini imma a, temannya fitri, aa jualan pulsa kan? bisa isikan pulsa gak a yang 10 ke nomor saya ? soalnya di luar hujan, saya gak bisa keluar. besok uangnya saya antarkan ke konter aa..


pesan pun terkirim..


tak butuh waktu lama raka pun membalas..


Raka dhea : wa'alaikumsalam.. siap teh , di tunggu.


pulsa itu sudah masuk..


imma : udah masuk a, terima kasih.


besok uangnya ya..


Raka dhea : iya teh, santai saja..


begitulah awal perkenalan imma dengan Raka dhea, Raka dhea anak pertama dari 4 bersaudara, dia mahasiswa di sekolah tinggi teknologi, orangnya mandiri dan pekerja keras.


meski hidup di keluarga berada, dia tidak sombong.


selain kuliah, dia juga membantu orang tuanya di toko.


ke esokan harinya, sepulang mengajar imma pergi ke konter raka, jaraknya cuma 15 menit dari tempat kerja imma.


sampailah imma di konter raka, kebetulan saat itu raka sedang sholat dzuhur di mesjid dekat toko milik orang tuanya..


di konter itu ada laki-laki, mungkin adiknya raka dhea tebak imma.


dia duduk di bangku depan konter raka, setelah beberapa menit menunggu, ada laki-laki memakai sarung masuk konter, dalam hati imma mungkinkah dia raka dhea.


yaa memang itu Raka..


dari dalam konter, raka tersenyum ke arah imma..


Raka : teh imma ya?


imma : iii...iyaa, a raka ya?


Raka : iya teh, sudah lama di sini?


imma : baru beberapa menit a..


Raka : maaf ya teh menunggu..


imma : gpp a, saya kesini juga gak akan lama, cuma mau bayar pulsa yang semalam.


Raka : oh, padahal santai saja teh.


imma : ah gak enak a, baru saja kenal udah ngutang. 😁


Raka dhea hanya ketawa , matanya yang sipit terlihat terpejam saat tertawa.


imma : ya udah a, ini uangnya.. saya pamit pulang.


Raka dhea : gak main dulu teh?


imma : gak a, saya belum pulang ke rumah, nanti mama saya khawatir kalo saya terlambat pulang .


Raka dhea mengangguk tanda mengerti, seragam guru yang imma kenakan pun menandakan kalo sepulang kerja dia langsung ke konter miliknya.

__ADS_1


imma pun pulang..


__ADS_2