Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Bersama kakek tercinta.


__ADS_3

Mereka pun sudah keluar dari mall, berjalan mencari rumah makan atau restoran terdekat yang di inginkan cucunya."


Mereka mengitari area mall untuk mencari tempat makan yang sesuai dengan yang di inginkan cucunya.


Akhirnya sang cucu malah masuk ke kedai penjual bakso dan pangsit ayam.


Mereka memesan dua mangkuk bakso dan dua gelas es kelapa muda.


Tak lama kemudian dua mangkuk dua gelas disajikan di meja, merekapun makan dengan sangat lahap, sambil minum es kelapa muda Raka pun bertanya pada cucunya "Sekarang mau apa lagi, masih jam berapa ini?"


"Hampir jam 12.00 Kek," kata Rena pada Kakeknya.


"Sebentar lagi mau dzuhur, kita sholat dulu, lalu kita lanjutkan petualangan kita, ayo habiskan minumnya! lalu kita ke masjid," kata Raka pada Rena.


Setelah mereka selesai Raka membayar makanan dan minuman itu lalu keluar dari kedai itu dan berjalan mencari masjid atau musholla setelah menemukan mereka melaksanakan shalat dzuhur setelah itu mereka kembali melanjutkan petualangan mereka. "Sekarang mau apa lagi?"


"Aku mau ke kedai es krim di sana itu, Kek,"pinta Rena.


"Boleh, Ayo kita sana, princess!" kata Raka sambil meminta sang cucu menggamit lengannya seperti layaknya pasangan tapi ini adalah kakek dan cucu, tingkah mereka menjadi pusat perhatian orang yang ada di area itu, banyak yang terseyum kagum akan kebersamaan mereka, apalagi Rena memanggil sang kakek dengan sangat keras. Tibalah mereka di kedai itu di sana mereka bisa memilih rasa dan topping apa saja yang mereka inginkan.


Sambil menyiapkan es krim yang di pesan pelayan itu berbicara sekadar berbasa-basi. "Cucunya, Pak?" tanya pelayan pada Raka. "Iya, paling bontot sendiri, ingin jalan-jalan sama kakeknya, bosan sama ayahnya katanya," kekeh Raka. Pelayan itu pun ikut tertawa.


Satu gelas besar eskrim tiga rasa dengan berbagai macam topping dan satu gelas kecil rasa coklat original telah siap, Raka membawa kedua eskrim kesebuah meja yang kosong dan mereka menikmati eskrim masing-masing di sana. Setelah puas mereka pun memutuskan pulang ke rumah.


...----------------...

__ADS_1


Sementara itu, Diki yang mengajak istrinya kencan, mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke pantai, dia melirik sang istri telah terlelap di sampingnya, ia pun terkekeh.


Rasanya baru kemarin dia mengenal gadis ini, jalan takdir seseorang memang berbeda-beda, kadang harus melewati beberapa bunga untuk mendapatkan bunga yang bisa dipetik, ada pula hanya sekali saja sudah mendapatkannya.


Bahkan mungkin harus melewati badai dulu baru mendapatkannya. Seperti dirinya yang harus terluka dulu baru menemukan pujaan hatinya.


Dia tidak mengira bahwa wanita ini lah yang nantinya akan menghiasi hari-harinya. Hanya satu Minggu saja bertemu lalu berteman, jalan takdir memang tidak ada yang tahu bahkan Diki tidak perlu susah-payah mencari di mana bunga hatinya berada, tiba-tiba bertemu dan menikah.


Setelah perjalanan selama dua jam akhirnya sampai di pantai Florida, Anyer. Diki membangunkan istrinya dengan menepuk pipinya pelan. "Sayang, Bangun! Sudah sampai."


Nara mengerjapkan matanya melihat sang suami, lalu melihat sekelilingnya, ia belum sepenuhnya sadar. "Heem, dimana ini, Bang?"


"Di pantai, Sayang. Sudah bangun apa belum sih?" tanyanya sambil terkekeh.


Diki yang mendengar jawaban Nara memukul jidatnya. "kamu baru dua jam saja tidur sudah amnesia, Ra?"


Nara kembali tertawa bahkan lebih kencang lagi. "Iya tadi kita 'kan keluar yaa, Bang? Kok bisa lupa yaa, aku."


Diki tertawa kembali. "Istriku ini benar-benar dah, selalu saja bikin abang takjub, bagaimana tidak, coba. Baru saja bangun sudah bikin lelucon. Ya sudah, ayo keluar kita lihat ada apa saja di pantai!" kata Diki sambil membuka pintu mobil lalu keluar ia berjalan memutar ingin membukakan pintu untuk Istrinya namun ternyata Nara sudah membukanya terlebih dahulu, kemudian menutupnya kembali.


Mereka berjalan menuju pantai Pemandangan pantai ini yang eksotis membuatnya terpesona.


Hamparan pasir putih yang bersih terlihat sangat indah serta suasana yang tenang membuat mereka melupakan sedikit rutinitas pekerjaan yang padat. "Ra, aku belum pernah kesini sih, tapi kata teman-temanku di pantai ini kita bisa menikmati pemandangan matahari terbenam."


"Oh yaa, aku jadi ingin melihat dan menikmatinya, Bang." kata Nara sambil bergelanyut manja di lengan Diki.

__ADS_1


"Kata mereka sunset di pantai ini berada tepat di tengah, berbeda dengan pantai lainnya yang ada di Anyer, kebanya 'kannya akan terlihat di sebelah kiri, itu lah uniknya, Ra. Maka aku mengajakmu ke sini."


"Iya, Bang. Benar-benar indah," kata nara menatap mesra.


"Dulu aku pernah akan di ajak ke sini, tapi aku menolak karena mereka membawa pasangan dan saat itu aku baru saja mengalami kekecewaan karena dengan mata kepalaku sendiri dia melakukannya bersama dengan sahabatku, andai bukan sahabat mungkin tak sesakit itu. Kacaunya lagi teman-teman malah bikin rusuh mereka bilang aku harus ikut biar cepat move on kalau aku lihat mereka pacaran apa gak gila tuh namanya," cerita Diki.


Nara tertawa dengan sangat keras mendengar cerita suaminya. "Lalu Abang bilang apa, untuk menolak mereka?" tanya Nara pada Suaminya itu.


"Aku bilang, nanti-nanti sajalah aku kesini sama istriku. Dan tengilnya mereka malah menertawakan aku. Mereka bilang, lo kapan punya bini sekarang aja masih jomblo, patah hati pula," kata Diki menceritakan teman-teman tengilnya itu. "Apa Abang gak marah digituin sama teman?" tanya Nara pada Diki.


"Enggak sudah biasa Ra, mereka seperti itu hanya bergurau, kapan-kapan deh kamu akan ku kenalkan pada mereka," kata Diki pada Nara.


Di saat waktu dhuhur mereka pergi ke masjid dan melaksanakan sholat di sana lalu mencari tempat makan yang enak pilihan mereka adalah warung tenda dengan duduk di atas tikar dan sajian ikan laut sebagai menu utamanya.


Diki memesan gurame Bakar, tumis cumi-cumi, kepiting soka telur asin pedas dan dua piring nasi putih serta es kelapa muda yang disajikan langsung di batok kelapanya.


Mereka makan dengan menikmati ke indahan panoroma yang disajikan oleh pantai Florida.


Semua makanan yang dipesannya tandas beralih ke dalam perut mereka cita rasa masakannya tak mampu membuat mereka berhenti untuk melahapnya.


Setelah makan dan membayar semua makanan yang di pesannya Diki dan Nara kembali menikmati deburan air yang datang silih berganti menerjang kaki mereka sambil menunggu senja datang mengantikan sang surya.


Berjalan bergandengan tangan dan bersendagurau memberikan kehangatan tawa dan senyum serta mengukir kisah yang mungkin hanya bisa di ingat dikemudian hari, tak mungkin bisa mengulangnya kembali namun menambah kisah yang lebih menarik dan berkesan di hati mereka berdua.


.

__ADS_1


__ADS_2