
Sepulang dari mengantar Rena ke rumahnya Rendra langsung masuk ke kamarnya dilihatnya jam yang terganteng di dinding menunjukkan pukul pukul 14.00 Hendra menatap wajah dan tubuhnya di cermin rasanya waktu segera ingin cepat berputar agar acara malam nanti segera terlaksana dia sudah tidak sabar menunggu waktu diambilnya kotak perhiasan dibukanya kotak itu sebuah cincin yang indah bukan sebuah cincin pernikahan tapi sebuah cincin permata yang begitu indah dia tidak ingin teman-teman Rena membullynya hanya karena sebuah cincin. Itu sebabnya dia memiliki cincin ini.
dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang mencoba memejamkan matanya sebentar akhirnya ia pun tertidur.
Sementara di kediaman Angga Rena begitu uring-uringan karena merasa semua orang melupakan tanggal ulang tahunnya dari mulai Bang Rendra ayah ibunya juga bik Darmi.
Kenapa semua orang lupa dengan tanggal lahirku apa ku harus mengingatkannya jelas itu bukan gayaku, gumamnya dalam hati.
Rena membaringkan tubuhnya di di atas ranjang ia pun tidur tanpa mengganti pakaiannya karena begitu kesalnya pada orang-orang di sekitarnya sebab mereka melupakan tanggal lahirnya padahal biasanya sejak pagi pasti mereka akan mengucapkan selamat ulang tahun pada ternyata hari ini tidak.
Rena tertidur hingga suara ketukan pintu berkali-kali membuatnya dia terbangun.
dia menyeret angkanya berjalan menuju pintu kemudian membukanya jika berdiri di depan pintu dengan menatap keheranan pada Sang Putri.
"Segera mandi," kata Rika.
"Memang mau ngapain Bun ini kan masih siang masih jam--, Rena terkejut melihat jam dinding sudah pukul empat sore.
Rina melihat sang Bunda sudah memasang muka horor yang membuatnya tidak berani untuk membantah."Baik Bu Rena akan mandi segera kata gadis itu sambil berjalan masuk kamarnya dan menutup kembali pintunya dengan rapat.
Rina mengatakan kakinya lalu berjalan dan duduk di bibir ranjangnya.
Aku malas sekali untuk beraktivitas Kenapa mereka lupa ya, Rena teringat kembali dengan deritanya.
Rena bangun dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, 15 menit kemudian dana keluar berjualan menuju work in closet untuk berganti pakaian setelah itu dia pun keluar dari kamarnya dengan rasa malas.
"Bi Darmi nggak ada roti apa atau camilan-camilan," tanya Rena.
"Lah roti dari mana to Non wong saya itu gak ke mana-mana," kata Mbok Darmi.
"Bunda gak bikin roti," tanya Rena malas.
__ADS_1
"Lah ngapain to non Nyonya bikin roti? nggak ada acara apa-apa," kata bik Darmi.
"Ya sudah mbak aku mau tanya aja," kata Rena dengan kesal.
bik Darmi hanya tersenyum melihat Apa yang dilakukan Rena.
Rena mengambil makanan ke dalam piringnya lalu mulai menyuapkan makanan dalam mulutnya, semua apa yang dimakannya terasa hambar.
waktu berjalan dengan cepat akhirnya waktu magrib pun tiba mereka menjalankan ibadah salat magrib berjamaah.
Setelah selesai, ia pun pergi ke kamarnya namun ia pun terkejut karena, di sana sudah ada tante Yuna.
"Loh kok Tante ada di sini?" tanya Rena
"Ya Mau make up-in kamu, deh," kata Yuna.
"Emang ngapain Aku di make up-in kata Rena.
"Gak mau dirayain nih tanya," Yuna.
senapan mulai merias wajah Rena, lalu memberikan busana pengantinnya, pada gadis itu. "Ini pakai yaa bajunya," kata Yuna.
"Aku pakai baju ini Tante, benar bajunya nggak salah?" tanya Rena.
Yona tertawa lalu berkata, "Memang itu benar tidak ada yang salah dengan pakaiannya, itu adalah pakaian ulang tahunmu, pakai saja."
"Baiklah kalau begitu kata Rena tante keluar dulu karena kan malu kalau ganti baju dilihat orang," kata Rena
"Baik Tante keluar, jangan ke mana-mana ya, tetap di sini saja," kata Yuna.
sementara itu di rumah Rendra tampak sibuk dengan dandanannya setelah selesai ya belum menghampiri ibunya "Sudah Bu?" tanyanya
__ADS_1
"Ibu sudah selesai dari tadi malah Ibu menunggumu perasaan sekarang ya lama kamu dandannya," kata Bu Nurul.
Rendra tertawa, "Masak sih, Bu. Perasaan baru saja aku memperbaiki dandanan ku," kata Rendra
"Kamu perbaiki kayak apapun tetap sama, Ren. Gak ada bedanya," kata ibunya. Renda pun tertawa. "Ya udah, ayo bu kita berangkat!" kata Rendra.
Hendra dan ibunya keluar dari rumah mengunci pintunya lalu masuk kedalam mobilnya lalu menjalankanya hingga keluar pintu pagar rumahnya lalu ia keluar mengunci pintu pagar rumahnya, ia masuk kedalam dan menjalankan mobilnya kembali dengan kecepatan sedang.
satu jam kemudian mereka sampai kediaman Angga di sana sudah banyak orang yang berkumpul kebanyakannya adalah keluarga sendiri. acara diadakan di ruangan depan dengan beralaskan karpet bulu dan di tengahnya sudah di sediakan meja kecil.
Prosesi akad nikah akan segera dilaksanakan, Ada penghulu yang sudah membawa draf surat pernyataan yang telah di beri matrai.
Semua sudah bersiap Rendra duduk di depan Angga siap mengucapkan Akad.
"Aku nikahkan engkau Rendra Prayoga bin Yusuf Parayuga dengan Karena Natasa Dintara Binti Angga Dintara dengan mas kawin uang tunai lima juta rupiah di bayar tunai lalu Angga menghentakkan tangannya
"Saya trima nikahnya dan kawinnya Karena Natasa Dintara binti Angga Dintara dengan mas kawinnya yang tersebut di bayar tunai." Dilafalkan dengan satu tarikan nafas.
Setelah terdengar kata SAH di ucapkan oleh orang yang hadir. Hanya orang tertentu saja yang di undang agar tidak suatu hal yang tidak inginkan terjadi. seperti Bapak RTdan RW di tempat tinggal Angga juga Redra.
Rena yang di temani oleh bundanya terkejut, saat mendengar ucapan akad atas nama dirinya. Dia menoleh ke arah bundanya dan Rika mengangguk lalu ia mengajaknya keluar menemui suaminya
dengan terseyum malu dia pun bangkit dari duduknya dan berjalan bersama ibunya keluar dari kamarnya menuju ruang tamu yang di gunakan prosesi akad nikah
Rika membawa Rena mendekat pada Rendra, pria itu terpanah melihat kecantikan Rena saat ini.
Rena meraih tangan Rendra lalu mencium punggung tangan pria itu yang kini telah menjadi suaminya.
Pak Rt pun akhirnya menyeletuk," lah wong cantik begitu jadinya nak Rendra takut di sambar orang, jadi gak mau nunggu empat tahun." membuat semua yang hadir tertawa.
Rendra hanya tersenyum saja lalu menaruh tangannya di atas kepala Rena mengucapkan doa kemudian mencium kening istrinya itu.
__ADS_1
Acara dilanjutkan menanda tangani surat keterangan telah menikah beserta saksi-saksi yang ada disitu lalu dengan makan bersama saat acara itu berlangsung Rendra meminta ijin kepada ayah mertuanya untuk mengajak Rena merayakan ulang tahunnya di suatu tempat yang sudah dipersiapkannya.
"Ayah boleh aku mengajak Rena untuk merayakan ulang tahunnya di suatu tempat?" tanya Rendra dengan hati-hati.