
Setelah mengisi perut Rafa mengajak keluar untuk belanja.
Di lajukan mobilnya menuju supermarket.
sesampainya di area parkir Rafa memakirkan mobilnya, lalu mereka keluar dari mobil," Aku gak tahu yang harus di beli, ambil saja apa yang kamu butuhkan dan kamu mau," katanya berjalan mendahului Anin.
Anin berlari kecil, untuk menyusul Rafa.
Rafa mengambil troli dan mendorongnya Anin mengambil barang yang di butuhkan dari sayuran daging-dagingan, dll.
adang Rafa sengaja menggodanya ketika Anin memilih barang dengan sengaja meninggalkannya
dan berdiri agak jauh tak hayal Anin berlari mengejar Rafa untuk menaruh barang bawaannya sambil memukul bahu Rafa, Rafa tergelak.
Setelah di rasa cukup Rafa pun membawa barang belanjaan ke kasir dan mengantri di sana.
Sambil menunggu dia sibuk hpnya hingga dia tak mendengar panggilan dari Anin, Anin memukul tangannya.
"Apa? tanyanya
"Bayar Fa!" perintah Anin
Rafa mengambil dompetnya dan di berikan ke pada Anin, Anin mencari namun hanya ada uang kes sebesar 1juta
Fa uangnya kurang." Rafa menatap Anin sekilas diambilnya debit BNI di serahkannya padanya lalu kembali sibuk hpnya kembali.
"Paswordnya Fa?"
"Tanggal pernikahan kita."
Hati Anin menghangat dia menyerahkan kartu debitnya ke kasir setelah membayar kartu kembali di masukan ke dalam dompet Rafa.
"Fa sudah." kata Anin memberi tahu sambil mengembalikan dompet ke Rafa.
Rafa mengabil dompet yang di sodorkan Anin menaruh di saku celananya begitu juga dengan hpnya.
Rafa mendorong troli ke mobilnya, memindahkan barang di bagasi lalu masuk kedalam masuk kedalam mobil, begitu pula Anin masuk ke dalam mobil.
Mobil pun melaju meninggalkan Supermarket membela jalanan ibu kota.
"Kita mampir ke studio dulu." Anin hanya mengangguk.
"Kartu debit tadi sudah lo simpan?"
"Sudah aku taruh di dompet mu lagi."
"Loh itu punya kamu Nin kenapa di kembalikan lagi, ya udah kita bahas ini di rumah saja nanti."
Mobil itu berhenti di Production house.
Ayo turun, aku masih ada urusan di sini."
Anin menurut mengikuti Rafa turun dari mobil.
Seperti biasa Rafa berjalan cepat menuju pintu masuk. Anin berjalan mengikuti Rafa dengan cepat kadang berlari kecil sambil menggerutu pelan namun masih terdengar oleh Rafa
"Gue ini istrinya apa tetangganya sih?"
__ADS_1
Rafa menghentikan langkahnya menunggu Anin, begitu dekat Rafa merangkul di pundak Anin, " Jadi kalau begini istri kalau yang tadi tetangga begitu?"
Anin menggelengkan kepalanya sambil meringis," Setidaknya jalan pelan-pelan jadi aku engak kecapaian ngikutin langkah mu."
"Iya siput, aku tahu kalau kamu siput, Gini ya punya istri siput apa-apa pelan, gak papa deh asal yang itu gak boleh pelan, gak berasa."
"Apaan sih Fa?"
"Sayang hari ini agenda padat kalau enggak sudah gue kandangin lo di kamar Nin."
Anin menjebikan bibirnya, mereka sudah memasuki ruangan Rafa meminta Anin duduk di sofa ruang tamu, ia sendiri pergi menemui Bram.
"Itu yang lo bawa siapa?"
"Istri gue bang."
"Cocok untuk model berikutnya si Fa."
"Dia gak boleh jadi model, gue gak suka."
"Cek, istri maju kenapa gak lo dukung si Fa."
"Gue dukung kalau dia kerja di tempat bokap gue, bukan jadi model yang tubuhnya di lihat banyak orang, gue gak suka."
"Kok beda sih perlakuan lo dengan Clara."
"Jelas beda Clara dia memang model kalau Anin bukan dan gak akan jadi model bang."
"Lo posesif banget si Fa, jangan-jangan lo sudah jatuh cinta ni."
"Gue jatuh cinta juga gak papa lah bang, dia istri gue jadi sah-sah saja."
"Abang lihat sendiri deh," kata Rafa sambil menyodorkan hasil cetakan dan flashdisknya ke bang Bram.
"Ok! deh gue cocok," katanya sambil mengambil Flashdisk.
"Nanti kalau waktunya eksekusi lo gue hubungi."
"Ok! bang beres!"
"Oh ya, Fa gue di suru bos nanyain loh, kontrak di perpanjang kagak."
"Enggak bang, gue di suru ngurusi hotel sama bokap."
"Oh ya udah, nanti gue sampaikan sama bos deh."
"Ok! bang gue pamit dulu." kata Rafa sambil menjabat tangan seniornya."
Rafa keluar dari ruangan menghampiri Anin, yang duduk di sofa.
"Ayo pulang, Gue sudah selesai,"
"Iya, Fa?
"Apa?
Anin membisiki sesuatu, Rafa melebarkan matanya," Banyak?"
__ADS_1
"Kayaknya belum deh Fa," kata Anin
"Di depan ada minimarket."
"Uangnya Fa?" tanya Anin sambil menadakan tangan.
Rafa memberikan 5 lembar ribuan. Anin berlari menuju mini market terdekat, membeli keperluannya. Setelah itu pergi ke toilet untuk menggantinya. Tak lama kemudian dia keluar dari minimarket dan kembali ke tempat kerja Rafa.
Dengan nafas memburu ia masuk kedalam untuk memanggil Rafa, Rafa mengernyit melihat Anin kembali ke ruang itu.
"Ngapain kamu kesini lagi?"
"Panggil kamu Fa." jawabnya dengan tatapan bingung.
"Lo bawa hp kan Nin."
"bawa Fa."
",Kenapa gak telpon kalau kamu sudah selesai dan aku akan keluar."
"Oh, iya."jawabnya sambil menepuk dahinya.
Rafa terkekeh." Ya sudah ayo keluar, dasar siput."
Rafa dan Anin keluar dari rumah itu. mereka berjalan menuju mobil mereka lalu masuk ke dalam dan mobil itu meninggalkan Production house.
Dengan kecepatan sedang menembus jalanan yang sedikit macet menuju apartemen mereka.
Sementara di tempat lain di rumah Frans Aila sedang duduk berdua bersama nenek yang sedang menyongket.
Di tangan kiri Aila memegang benang sebelah kiri memegang alat songket, sambil melihat nenek dia pun mencoba menyongket sesuai yang di ajarkan olehnya.
"Kok punya Ai jelek sih nek."
Nenek terkekeh," Itu karena belum terbiasa kalau nanti sudah terbiasa maka hasilnya akan cantik.
"Seperti punyaan nenek, bagus sekali kapan ya aku bisa merajut seperti nenek."
"Banyak berlatih pasti nanti bisa."
Frans keluar dengan pakaian rapi menghampiri Aila, merampas benang dan alat rajut ditaruhnya di meja.
"Ayo ikut!"
"Kemana?"
"Kencan pertama."
Aila tertawa, setiap hari dulu kita sering keluar rumah apa itu juga di sebut kencan.
"Bedah, Ai dulu kau teman sekarang kau istri ku."
"Ok! pamit dulu sama kakek dan nenek.
Frans dan Aila mencium punggung tangan nenek dan kakek lalu mengucapkan salam dan mereka pun berjalan menuju garasi mengambil motor kesukaan dan mulai menaiki bersama istrinya.
Motor itu berjalan keluar garasi lalu keluar gerbang meninggalkan rumah kakek membela jalanan yang terlihat padat Frans menjalankan motornya meleok ke kanan dan ke kiri mencari jalan di selah kanan kiri mobil.
__ADS_1
Trimakasih telah berkunjung dan membaca karya saya, dukungan anda sangat berarti buat saya, selalu dukung saya dengan memberi Like dan koment agar lebih semangat lagi untuk update dan sehat selalu serta di berikan kelancar rizki bagi anda semua.