Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
kebersamaan Raka dan Nita


__ADS_3

setelah 3 hari di garut kota, Raka pun pulang.


dia kembali melakukan aktivitas seperti biasa...


hari itu di rumahnya akan ada tamu, adiknya Raka yang beda usia 3 tahun dengan Raka, akan membawa pacarnya ke rumah orang tua Raka. ibunya Raka pun menyambut kedatangan calon menantunya itu, karena di keluarga Raka. jika anaknya sudah mebawa oacarnya ke rumah, berarti anaknya harus menikahi wanita tersebur. jika niatnya cuma pacaran saja, jangan pernah di bawa ke rumah.


begitulah peraturan ayahnya..


selama memiliki pacar, Ninalah yang sudah Raka kenalkan ke orang tuanya..


namun sayang, mereka harus berpisah..


ketika pacar adiknya datang, Raka hanya sibuk di toko milik orang tuanya. .


saat Raka sedang duduk di bangku depan konternya, Raka melihat imma lewat.


deg..deg..deg...


hati Raka mulai berdebar, Raka langsung yakin kalo dia sudah mencintai sahabatnya itu.


"ya Allah, apa yang harus saya lakukan sekarang? apakah saya harus jujur atau memendam perasaan ini? " gumam Raka


Raka bingung, kalo dia jujur takutnya imma malah balik membencinya, karena dia pernah membohonginya, sampai pertemanan mereka jadi rusak gara-gara itu.


kalo harus memendam perasaannya, sampai kapan?.


Raka bingung dan melamun..


tak berselang lama, imma tiba" berdiri di hadapannya. .


imma : hey bang, ngapain bengong sendiri?? (sambil menepuk bahu Raka.. )


Raka yang sedari tadi bengong, langsung kaget melihat wanita yang dia pikirkan dari tadi ada di hadapannya..


Raka : ya Allah teh, darimana saja kamu? gak pernah nghubungi saya lagi . kenapa?

__ADS_1


imma : maaf a, saya kira aa yang udah lupa sama saya. (sambil tersenyum)


Raka : enggaklah, mana mungkin saya lupa sama orang yang saya..... (Raka tidak meneruskan kata katanya)


Imma : koq gak di terusin a?


Raka.. eng..eng... udah makan belum ? beli bakso yu?


imma : yu, kali ini saya yang teraktir ya a


Raka : ya terserah teteh saja, (sambil mengambil jaketnya dan Mereka berangkat dengan membawa motor masing masing.


tibalah di tempat bakso, Mereka memesan dan menunggu pesanan datang.


Raka : teh, maafin saya soal waktu itu. saya tidak pernah bermaksud membohongi teteh.


imma : lah aa, kenapa harus minta maaf segala. saya gak pernah marah soal itu, siapa saya yang harus marah. itu kan hak aa, aa mau berkomunikasi dengan siapa, aa mau ketemu siapa, mau jalan sama siapa, ya terserah aa. toh saya juga kalo main atau ketemuan sama temen, gak pernah tuh minta izin ke aa.. hahhaa


(tawa imma polos)


imma : iya a, udah ah koq sekarang jadi kaku gini... hii


Raka : hehe, yu makan baksonya.


imma : yoookkkk


mereka memakan baksonya, tiba-tiba nita datang dan melihat kebersamaan imma dan Raka.


Nita cemburu, karena laki-laki yang dia cintai tengah berduaan dengan wanita lain.


saat nita tengah melihat mereka, tiba-tiba mata Raka melihat nita dan menyapanya..


raka : eh neng, mari sini duduk bareng kita..!


nita : gak ah, takut ganggu yang lagi asik (sambil terus berdiri menunggu pesanannya selesai.

__ADS_1


raka : ganggu apa neng, kita juga lagi makan bakso..


nita : ganggu yang lagi pacaran ( memasang senyum sinis)


lalu tiba-tiba imma tertawa, nita pun kesal melihat imma menertawainya.


lalu raka melihat ekspresi muka nita yang merasa terganggu dengan tawa imma, menyuruh imma untuk diam..


Raka.. teh, sssttt...!


imma: knapa a? kan lucu.. (sambil menahan tawa)


anita : maksudnya?


Raka : kita bukan pacar neng, kita hanya teman..


entah kenapa, ada rasa sakit di hati imma ketika Raka menyebutnya teman di hadapan wanita lain.


imma pun tak mengerti dengan kesakithatiannya.


dengan gembiranya, nita duduk bersama dengan raka dan imma.


Raka sangat akrab dengan nita, seperti melupakan kalo imma ada di sana. imma yang dari tadi melihat ke akraban mereka, mulai merasa gerah. duduknya gelisah, rasanya ingin pergi dari sana. tapi dia mencoba menahannya..


Raka malah semakin asik dengan nita, dan akhirnya imma pamit pulang.


imma berpikir raka pasti akan melarangnya pulang, atau raka ikut pulang bersamanya.


tapi kenyataannya tidak.


Raka memperbolehkan imma pulang, dan malah asik ngobrol dengan nita..


imma pulang dengan perasaan marah dan sakit hati..


tak terasa dia menangis, kenapa hatinya serapuh ini. padahal dia dan raka hanya berteman, tapi rasanya imma tidak ridho kalo raka dekat dengan wanita lain.

__ADS_1


"kenapa aku ? ada apa ini? " itu yang imma tanyakan pada hatinya..


__ADS_2