
di kediaman Raka..
waktu sudah maghrib..
Raka sudah selesai membantu orang tuanya di toko, dia pun bergegas mandi. selesai mandi dia melaksanakan sholat maghrib berjama'ah di mesjid dekat rumahnya.
selesai sholat, dia menunggu konter sambil membuka laptopnya.
sudah berapa hari dia tidak membuka facebooknya, saat membukanya Raka melihat ada inbok masuk.
di bukanya pesan itu, ternyata itu dari Ranu.
Raka heran, kenapa Ranu mengirimnya pesan
padahal dia tidak pernah berteman dengan Ranu di facebook maupun di dunia nyata.
Raka pun membuka pesan dari Ranu, isinya sungguh membuat Raka geram..
Ranu menanyakan prihal rencana pernikahan Raka dengan imma, dia bilang ke Raka. "jangan pernah menikahi imma, karena imma sudah tidak suci lagi.
imma hanya ingin menipu Raka saja. Ranu meminta supaya Raka meninggalkan imma. karena Ranu ingin bertanggung jawab atas perbuatannya".
Raka begitu marah membaca pesan Ranu, bisa-bisanya laki-laki itu menghina calon istrinya seperti itu.
Raka pun membalas pesan Ranu,di jawab kalau dia akan tetap menikahi imma, meski imma sudah tidak suci lagi, dia ingin membuktikan perkataan Ranu..
Ranu yang mendapati balasan Raka seperti itu terlihat sangat marah, dia bilang Raka laki-laki bodoh. Raka akan menyesal menikahi imma.
namun Raka tetap menantang semua perkataan Ranu, Raka sama sekali tidak percaya dengan semua perkataan Ranu.
__ADS_1
Raka pun mengabaikan pesan Ranu, dia kepikiran imma.
Raka takut kalau Ranu menghubungi imma, karena itu bisa membuat imma sakit hati lagi.
Raka langsung menelphone imma :
tuutt...tuutt..tuutt.... (belum ada jawaban)
imma : assalamu'alaikum a.. !!
Raka: wa'alaikumsalam, teh lagi apa? teteh baik-baik saja kan? ( cemas dengan keadaan imma)
imma : alhamdulillah a baik, saya lagi nonton tv (dengan agak heran, kenapa Raka terlihat khawatir)
ada apa a? aa baik-baik saja?
Raka : syukurlah teh, alhamdulillah saya baik.
imma : boleh a, saya tunggu..
Raka : baiklah, saya bersiap dulu ya..
assalamu'alaikum..
imma : wa'alaikumsalam..
Raka langsung bersiap, dan pergi ke rumah imma dengan segera.
sesampai di rumah imma, seperti biasa mereka berbincang di ruang tamu. orang tua imma pun ada, namun mereka berada di ruang tv.
__ADS_1
Raka lega melihat imma baik-baik saja, dia pun menemani imma menyelesaikan kerjaannya sambil ngobrol..
imma : oya a, soal undangan saya mau pesan secepatnya, takutnya kalau waktunya agak mepet undanganya banyak yang salah, gimana menurut aa?
Raka : saya setuju teh, mau bikin berapa undangan?
imma : kata bapak seribu undangan dulu, kalau pun kurang nanti minta di cetak lagi.
Raka : siip, gimana teteh saja. rencananya ayah mau bikin udangan juga teh, buat teman dan tetangga ayah..
imma : udah sekalian saja bikinnya, tinggal sebutin butuh berapa, nanti saya pesankan.
Raka :oke, nanti saya tanyakan dulu ya..
imma :siap pak ( sambil tertawa)
Raka tersenyum meihat imma sebahagia itu, dia tidak ingin melihat wanitanya sedih seperti dulu.
ingatannya beralih ke isi pesan Ranu, Raka pikir jika memang iya Ranu sudah merenggut kesucian imma, mana mungkin setelah hubungan mereka hancur, imma baik-baik saja seperti ini? seharusnya kan imma menuntut Ranu untuk menikahinya? namun ini sebaliknya, malah sekarang Ranulah yang meminta balikan lagi.
dari situ Raka menyimpulkan, kalau semua yang di bicarakan Ranu adalah bohong.
Raka berpikir, kalau Ranu hanya ingin menghancurkan acara pernikahannya dengan imma.
" itu tidak mungkin terjadi, jangan harap kamu bisa mempengaruhi emosi saya " raka geram..
Raka pun kembali membantu pekerjaan imma, tanpa memberi tahu imma, kalau Ranu sudah mengirimnya pesan..
* terima kasih bagi yang sudah memberi komentar, komentar para pembaca itu membuat author lebih semangat lagi untuk menulis *
__ADS_1
jangan lewatkan episode selanjutnya ya...
di tunggu komentarnya... 😊