Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Kejutan Ulang Tahun Dari Rendra.


__ADS_3

"Ayah boleh aku mengajak Rena untuk merayakan ulang tahunnya di suatu tempat?" tanya Rendra dengan hati-hati pada mertuanya.


"Boleh dia kan sudah jadi istrimu tapi ingat janjimu tidak boleh melewati batas


"Baik, terima kasih, Ayah," kata Rendra.


Mama titip ibu ya tolong antarkan pulang," pinta Rendra pada Izah.


"Biar saya antar saja ngak apa-apa, biar nanti Bapak-Bapak di antar sopir sama mobil Angga, dan kamu bisa pakai mobilmu sendiri," jelas Haidar.


"Loh, apa nanti gak merepotkan?" tanya Bu Nurul pada pak Haidar.


"Tidak Vino itu bawa motor sendiri dan di rumah saya hanya saya dan Vino?"


"Loh lah Mbak Rindu?" tanya Nurul pada Haidar.


"Sudah meninggal, Rul. Dua tahun yang lalu, panjang ceritanya Rul, nanti aku ceritakan sambil jalan, mau pulang sekarang apa nanti, terserah kamu," kata Haidar


"Ibu kenal?" tanya renda pada ibunya.


"Oh dia ini sahabat Ibu dulu waktu SMA kata Bu Nurul kepada anaknya.


"Oh, kalau ibu, sudah kenal sih saya legah karena saya tahu ibu kurang nyaman pada orang yang baru," kata Rendra terseyum, lalu mencium punggung tangan ibu juga semua orang yang ada di situ, lalu keluar bersama Rena, mereka masuk kedalam mobil Rendra memasangkan sabuk pengaman


lalu mencuri kecupan di bibir Rena.


Rena membelalakkan matanya dan Rendah terseyum. "Sudah boleh, sayang."

__ADS_1


Mobil itu pun berjalan dengan kecepatan sedang menuju restoran yang telah di pesannya tadi. Setelah sampai mereka pun masuk ke ruangan privasi yang telah di pesannya. Rena membelalakkan matanya seolah tak percaya apa yang dilihatnya.


Pintu pun di tutup oleh Rendra, dia mengajak Rena untuk duduk di kursi, ditariknya kursi untuk Rena, dan Rena pun duduk lalu mengucapkan terimakasih.


Rendra duduk di depan gadis itu.


Lalu pelayan datang membawa kue ulang tahun, Rena sangat senang. "Aku pikir kalian lupa dengan ulang tahunku.


Ternyata ini yang kalian rencanakan.


Rendra menyalahkan lilin di roti ulang tahun Rena, lampu di padamkan dan hanya lilin yang menjadi penerangnya.


Rendra menyayikan lagu ulang tahun sembari memetik gitarnya. lalu meniup lilin ulang tahunnya dan memotong rotinya. Rendra mendekati istri kecilnya


dan duduk di sampingnya Rena menyodorkan kuenya untuk Rendra pun tersenyum. "Aku tunjukkan caranya menyuapi suami pertama kali," kata Rendra sambil mengambil sedikit roti. "Aku gigit di ujung sini dan kau di ujung sana. Rena menatap Rendra sambil menelan salivanya.


"Ayolah ini ulang tahunmukan," katanya.


Sementara itu di rumah Angga Haidar berbincang-bincang dengan bu nurul sambil menikmati hidangannya.


Setelah merasa cukup bu nurul pun berpamitan kepada semua orang untuk pulang dan diantar pulang Haidar. Nurul masuk kedalam mobil Haidar dan saat mengenakan sabuk pengaman ia ke sulitan, Haidar membantunya membuat debaran yang sudah lama tidak hadir kembali hadir. Setelah selesai Haidar pun tersenyum. "Maaf, yaa," katanya dan mulai menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.


"Aku gak mengira kalau Rindu telah meninggal, aku sama sekali tidak mendengar kabar kalian sejak mas Yusuf meninggal," kata Nurul memecah kesuyian.


"Dua hari sepeninggalnya Mas Yusuf aku ke rumah kalian aku terkejut saat rumah kalian di ratakan, dan aku bertanya pada mereka kenapa rumah itu di ratakan kata sudah menjadi milik orang lain dan.orang lain itu ingin membangun supermarket, aku tak tahu harus mencari kalian." kata Haidar


"Apa yang terjadi dengan Rindu, kenapa ia berpulang lebih cepat?"

__ADS_1


Dia mengidap kangker aku sendiri juga tak tahu pada saat itu. Haidar bercerita.panjang lebar mengenai dirinya mereka pun sudah sampai bu nurul pun keluar dari mobil Haidar dan mengucapkan terima kasih pada pria itu. tanpa di duga pria itu keluar dari mobilnya mengantarkannya sampai dedepan pintu gerbang dan menguncinya. sampai masuk kedalam rumahnya lelaki itu memastikannya dalam keadaan baik-baik saja setelah itu ia pun masuk kedalam mobilnya lalu melajukan menuju rumahnya.


Malam semakin larut mobil melintas di jalan yang sepi menuju rumahnya yang sepi pula.


Selama satu jam dia menyusuri jalanan hingga sampai rumah Haidar masuk kedalam gerbang rumah yang tidak tertutup seperti anak lelaki itu seperti berubah entah apa yang terjadi membuatnya sosok Vino yang lain. Haidar memasukan mobil dalam garasi lalu keluar berjalan kearah pintu gerbang dan menguncinya.


ia lalu masuk kedalam rumahnya mencari putranya ternyata sudah di dalam kamar dan menguncinya Haidar mengetuk pintu kamar vino beberapa kali, hingga pintu pun terbuka.


Haidar masuk kedalam kamar putranya, "Ada apa? Mengapa kami sekarang berubah tidak seperti dulu, tadi ayah takut kamu pulang.malam lagi. Vin jangan seperti ini jangan.meratapi orang yang sudah tiada.


"Ayah jangan kawatir aku baik-baik saja dan aku pun tidak meratap. hanya saja aku banyak tugas kelompok yang harus diselesaikan dengan teman-teman ku," kata Vino pada Ayahnya.


"Baik lah kalau itu yang terjadi ayah jadi legah. Ya sudah tidur lah. Ayah juga mau tidur capek. kata Haidar pada putranya. lalu ia keluar dari kamar Vino berjalan menuju kamarnya sendiri lalu masuk kedalam dan membaringkan tubuhnya di sana.


Di restoran di mana Rendra merayakan ulang tahun Rena mereka makan malam romantis dan Rendra mengajak berdansa.


Setelah itu merekapun meninggalkan restoran itu mereka memasuki mobilnya lalu berjalan dengan kecepatan sedang menuju kediaman Angga. Rendra membelokan mobilnya ke dalam gerbang rumah Angga. Pak Sobar langsung menutup pintu gerbang.


Rendra menghentikan mobilnya dan sedikit berteriak. "Pak jangan di kunci saya mau pulang."


Pak Sobar terkekeh. "Kata Tuan, Den Rendah tidak usah pulang tidur saja di sini."


Rendra sedikit terbengong tapi kembali melajukan mobilnya menuju garasi lalu turun bersama Rena dan masuk ke dalam rumah.


Ketika masuk didalam rumah dia pun terkejut karena sudah di tunggu oleh, Angga. "Ayah!" teriak mereka karena terkejut. "Maaf, Yah sedikit kemalaman, Rendra juga mau pamit pulang Yah," kata Rendra.


"Tidak usah pulang, tidur sini saja, tapi tetap jaga komitmen mu. Na, ajak suamimu ke kamar mu!" perintah Angga lalu berjalan masuk kedalam kamarnya dan lalu tertawa, Rika yang heran langsung bertanya, "Kenapa, tertawa?"

__ADS_1


"Aku tadi nunggu mereka pulang agar Rendra tidak pulang. Eeeh, malah mereka terkejut dan ketakutan seperti anak yang lagi pacaran ketahuan bapaknya," kata Angga tertawa,


"Semoga saja Rendra, tahan yaa Bun, aku menikahkan Rena dalam usia segitu agak wawas," katanya sambil berbaring di sisi istrinya.


__ADS_2