Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Acara Lamaran


__ADS_3

di pagi hari Rendra sudah siap dengan mengenakan pakaian yang rapi saat ini adalah hari lamarannya pada Rena.


Dan malamnya adalah akad nikah mereka. semua itu dirahasiakan oleh angka dari Rena, sengaja dibeli waktu gimana Rene masih berada di sekolah. Angga tidak perlu ditanya kembali apakah Rina bersedia menikah dengan Rendra karena jika sudah bertanya kepada putrinya itu.


Tepat di hari ulang tahunnya di pagi hari diadakannya lamaran pada dirinya. Bu Nurul Ibu Rendra sudah siap dengan pakaian terbaiknya hantaran pun sudah siap di rumah Izah.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergi menuju kediaman Amar. Rendra melaju dengan kecepatan sedang. setengah jam kemudian mereka pun sampai kediaman Amar.


Rendra dan ibunya keluar dari mobil bertemu dengan keluarga Ammar Izza langsung memeluk ibu dari anak angkatnya itu. "Sudah lama ya kita tidak bertemu Bunda semakin cantik saja terlihat makin mudah," kata Nurul.


"Anda bisa saja, Anda juga masih sangat muda dan masih cantik kata Izah. Tidak ingin menikah lagi tanya Isa sambil terkekeh.


"Ah nggak jeng saya nunggu cucu saja sudah saya ndak mau repot sama yang urusan suami," kata Bu Nurul.


Setelah siap semuanya maka rombongan yang terdiri dari Diki dan Nara beserta yang putra kecilnya itu, lalu Ammar dan Izah kemudian Rendra dan ibunya.


Mereka semua masuk ke dalam mobil yang melaju perjalanan menuju rumah Angga dengan berbagai bingkisan yang telah disiapkan.


Satu jam kemudian mereka sampai kediaman Angga semua berkumpul Raka dan rima serta ibu dan ayah dari Rika.


Mereka menyambut dengan sangat ramah menurut sangat terkesima melihat keramahtamahan mereka mereka pun dipersilakan untuk masuk ke dalam ruangan yang dikhususkan untuk acara lamaran itu tanpa ada calon wanitanya yang ada di situ karena dia sedang bersekolah.


Raka memulai dengan memperkenalkan anggotanya memberikan perkenalan ala kadarnya juga mengatakan bahwa yang dipinang adalah anak yang masih kecil sehingga tidak harus menuntut untuk mendapatkan jujur terlebih dahulu masih dalam tahapan sekolah itu yang dijabarkan oleh Raka kepada bu Nurul.


Bu Nurul tersenyum semua saya serahkan kepada putra saya. dan saya tidak buru-buru menginginkan cucu dari putra dan jalan menantu saya karena sesungguhnya sesudah bertemu dengannya dan suasana senang jika dia berjodoh dengan anak saya terima kasih nama-nama putusan kami dengan sangat baik kata bu Nurul kepada mereka.

__ADS_1


Posisi lamaran berlangsung dengan sangat hemat hikmat apapun sangat menyukai calon dari ibunya itu setelah acara resmi mereka berbincang-bincang santai Raka pun berbincang banyak hal mengenai bisnis dan peluang bisnis dengan Rendra dan Rendra pun mengimbanginya dengan sangat bagus insting usahanya pun menurut Raka juga sangat bagus itu pun menjadi penilaian tersendiri bagi Raka untuk cucunya.


Hari semakin siang acara ditutup dengan makan bersama hidangan yang istimewa sudah tersaji di sana mereka bisa mengambil makanan sesuka mereka setelah makan bersama mereka pun pamit pada semua anggota keluarga dari Angga. anda pun masuk ke dalam mobilnya bersama ibunya lalu melajukannya meninggalkan kediaman


Rendramenuju rumahnya setelah sampai rumahnya dia pun mengganti bajunya dengan pakaian pakaian santai lalu meminta izin pada ibunya untuk menyusul Rena Ia memilih untuk menaiki moge nya menyusul calon istrinya itu.


Dengan kecepatan sedang berjalan di lingkungan rumahnya menuju sekolah Sena dengan kerinduan yang sangat dia menanti di gerbang pintu sekolah.


Setelah bel pulang berbunyi Rena pun keluar dari kelasnya dengan menenteng tasnya berjalan lesu menuju pintu gerbang sekolahnya rasanya butuh begitu lamban ketika tidak bertemu sang kekasih.


Berjalanan menunduk tanpa melihat ke depan, tiba-tiba dia membentur tubuh seseorang dengan kerasnya Ia pun mendengar dan ingin marah pada orang itu yang menghalangi langkahnya tetapi ketika melihat siapa yang ditabraknya dia pun tergelap dan seketika senyumnya mengembang hatinya berbunga orang yang


dirindukannya ada di depannya.


"Bang Rendra katanya ada di luar kota sudah pulang Apa pekerjaannya sudah selesai? Cepat sekali katanya dua hari," brondongnya pada Rendra.


"Suka," jawab Rena


"Abang Pulang hari ini kita keliling dulu yuk cari makan ke mana gitu makan bakso atau apa?" kata Indra.


"Boleh," Kata Rilena


"Kalau begitu pakai helmnya dulu yaa," kata Rendra memakaikan helmnya pada Rena lalu rendam lagi mukinya diikuti Rena yang naik di belakangnya.


Meskipun berjalan membelah jalan raya yang panas cuaca yang panas tidak membuat mereka mengurungkan niat ingin berjalan-jalan di siang hari hingga dia menemukan sebuah warung bakso yang sangat ramai mereka pun berhenti di sana Lalu masuk ke dalam warung itu dan memesan dua mangkuk bakso dan es kelapa muda.

__ADS_1


Setelah menunggu berapa lama pesanan pun datang, Rena menuangkan sambal sangat banyak membuat. Hendra terperanga "Apa bisa dimakan itu," ditanya Rendra. Bisa Bang aku suka sekali makanan pedas.


Rendra memberi baksonya dengan sambal yang sedikit kemudian jatuhkan dengan punya Rena kamu makan ini saja ini tidak terlalu pedas nanti kalau terlalu banyak sambal butuh kamu sakit lambungnya nggak kuat a biasanya ini abang yang makan.


"Mana Enak nggak pakai sambal Bang rasanya itu hambar kalau nggak pakai sambal ndak ada pedas-pedasnya begitu," kata rena


"Ada itu tapi ngak banyak kalau kebanyakan nanti sakit perut kamu," kata Rendra


Rena mengerut keningnya aku itu biasa makan pedas banget kalau nggak pedas begini apa enaknya oke deh menambahkan sedikit sambal ke dalam bakso Rena.


Rena mengejtkan bibirnya sambil terus makan baksonya yang terasa hambar dia adalah penggemar pedas kadang Bunda pun selalu memarahinya ketika dia memakan sambal begitu banyaknya.


Selesai makan Rena pun diantar pulang ke rumah Renda pun sedikit berpasa-basi kepada Angga dan setelah itu pamitan untuk pulang.


"Siapa Kok tidak dikenalkan dengan ayah? Kamu sudah berani pacaran ya," kata Angga pura-pura tidak tahu


"Aku itu tidak pacaran ayah, bang Rendra juga cuma mengantar dan menjemput saja kami tidak pernah melakukan apapun," kata Rena berkelit


"Jadi kalau pacaran harus melakukan apapun?" tanya


"Aku juga tidak tahu ayah aku kan tidak pernah pacaran katanya Ya sudah sana masuk Cepat ganti pakaian dan makan siang," perintah Angga


"Aku tadi sudah makan siang ayah aku lagi pengen bakso tadi jadi aku makan bakso sekarang aku masih kenyang," kata Rena.


"Oke baiklah Cepat ganti bajumu dan salat kalau istirahat siang agar kamu tidak terlalu capek mengerti,"perintah Angga .

__ADS_1


"Memang aku lagi ngapain, ayah. Kan aku tidak ngapa-ngapain, jadi tidak akan capek," protes Rena.


__ADS_2