Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
perayaan kelulusan


__ADS_3

4 tahun berlalu Rena lulus dari SMU Dia sangat senang sekali karena ketika sekolah di SMU dia sekolah di sekolah umum bukan lagi homeschooling.


hari ini adalah hari kelulusan bagi siswa kelas 12. Setelah Rena melihat pengumuman yang ada di dinding sekolah dan dia termasuk siswa lulus dengan nilai terbaik alangkah senangnya dia suka hatinya di halaman sekolah. temannya yang melihat itu hanya tertawa saja.


Dia telah menelpon suaminya untuk minta dijemput hari ini karena hari ini Pulang pagi agenda di sekolah hanyalah pengumuman kelulusan.


Rendra sudah berada di depan pintu gerbang sekolah ia segera menelpon Rena kalau dia sudah berada di depan pintu gerbang sekolah.


Dengan riangnya Rena berlari-lari kecil menuju depan pintu gerbang sekolah lalu ya membuka pintu dan masuk dalam mobil.


Renda tersenyum. Memakaikan sabuk pengaman pada Rena sambil mencium bibir Rena.


"Abang!" teriak Rena


"Apa sih, Ren?" tanya Rendra sambil terkekeh.


Rendra pun melajukan mobilnya menyusuri jalan raya,


"Apa kita kehotel, dek?" tanya Rendra.


"Gak mau bang nanti kena grebek lagi," jawab Rena pada


"Kita ke vila Bogor saja Bang emang mau ngapain sih Bang?"tanya Rena.


"Mau buka segel dong Ren empat tahun cuma main begituan saja sama kamu," kata Rendra.


"Bukak segel apa an? Mana Barangnya?" tanya Rena


"Kamu, Ren," kata Rendra.


"Apaan sih Bang masa Rena sih


yang di buka," kata Rena pada Rendra.


"Lah iya Ren kita kan belum begituan," kata Rendra


"Lah kita kan setiap hari sudah begituan," kata Rena

__ADS_1


"Belum dek ada yang lebih enak lagi kamu nanti pasti suka deh," kata Rendra.


Mobil Rendra pun berjalan dengan kecepatan sedang menuju ke arah Bogor, Rendra menambah kecepatan sedikit kencang agar segera sampai Bogor.


Akhirnya mereka tiba di vila Rendra membuka sabuk pengaman dan keluar dari dari mobil.


Dia berjalan memutar dan buka pintu lalu menggendong Rena ke dalam villa


Aduh bang aku bisa jalan sendiri kenapa harus digendong


Sudah manut saja sama Abang, kalau kamu jalan nanti kelamaan kapan sampainya di kamar katanya sambil menggendong menaki tangga menuju kamar atas


Setelah masuk kamar Hendra pun mengunci pintu lalu menurunkan Rena ke bawah lalu menuju semua pakaian Rena begitu juga pakaiannya setelah itu setelah itu mulai mencumbu istrinya itu seluruh tubuhnya.


Di cumbunya dengan mesra lalu mulai bermain di tubuh bagian bawah dengan bibirnya dengan lidahnya dan tangannya saling bergantian setelah dirasa siap. Dek pejam matanya pinta Rendra.


pelan tapi pasti senjatanya masuk ke dalam tubuh bagian bawah sambil mencium bibir Rena di hentakannya sangat kuat ketika Rena berteriak langsung di bungkam oleh bibir Rendra perlahan tapi pasti didesak terus ke bawah, setelah sampai kedasarnya ia pun melepas ciumannya terhadap Rena.


"Abang sakit kenapa gak bilang sama Rena?" kata Rena


"Sakit sedikit, tapi nanti juga enggak, sabar yaa," kata Rendra


Rendra mulai mengerakan tubuhnya keatas kebawah, Rena merasakan sensasi luar biasa' seperti mengalir dan meledak hingga ke kepala, suara merdu keluar dari bibir kekasih halalnya itu. " Bagaimana, sayang. Enakan?" tanya Rendra pada istrinya sambil terus menggerakan tubuhnya.


Rena merasakan sensasi luar biasa, ia pun melenguh tubuhnya pun ikut bergerak mengeliat hingga mencapai puncak Mereka mengerang bersama


Dan cairan hangat keluar dan masuk memenuhi rahim Rena


mereka terkulai lemas, Rendra menatap istri dengan tatapan syahdu


"Trimakasih, sayang," kata Rendra.


"Bang, katanya gak sakit tapi kok sakit," kata Rena


"Tapi tetap harus melakukannya, Ren," kata Rendra


mereka berhenti sebentar lalu Rendra pun memulai lagi melakukan pemanasan terlebih dahulu memberikan sentuhan-sentuhan yang indah tubuh kekasih halalnya.

__ADS_1


Terus membuat Rena terbuai kemudian memulai kembali memasuki tubuh bagian bawah tubuh Rena. gadis itu menjerit kembali dan di redam oleh bibir Rendra.


Rendra kembali bergerak keatas kebawah, kiri-kanan, berputar tangan dan bibir juga lidah mulai bekerja memberikan kenikmatan pada gadisnya yang sangat di tunggu lama itu.


Dia terus bergerak dan tak berhenti semakin cepat hingga cairan hangat keluar menyembur kedalam rahim Rena.


Dia ulangi berkali-kali hingga ketiga kalinya akhirnya ia pun menyudahinya dan mencium istrinya kecilnya itu.


maafkan Abang ya kalau kalau terlalu banyak habis kamu nikmat benar-benar Abang nggak bisa berhenti. Karena karena Kamu terlihat kelelahan jadi Abang sudah Nanti kalau kamu sudah capeknya hilang kita lanjut lagi ya, Ren.


"Gimana bisa lanjut itu aku sakit masak Bang Ren, peganglanjutin terus sih, kalau Rena nggak bisa jalan gimana," tanya Rena.


Rendra terkekeh, "Gak apa-apa kalau nggak bisa jalan Abang yang Gendong kamu nanti,"


Abang nih parah katanya perayaan kelulusan malah Rena di bikin sakit, gimana sih Abang," kata Rena pada Rendra.


Rendra tertawa. "Iya perayaan dan abang kasih hadiah istimewa yaitu keperjakaan Abang, yang Abang berikan ke kamu," kata Rendra


"Yah, sama Bang itu bukan Hadiah Aku sekarang bukan gadis lagi," katanya pada Rendra.


"Ya gak apa-apa, Dek. Yang ngambilkan Abang dek suami kamu, lagi pula ayah loh yang nyuruh kita kesini,"kata Rendra.


"Tapi bilang dulu dong Bang kalau mau itu, Kalau bilang kamu malah tegang dek mikirin punyanya Abang bisa masuk apa Nggak kan akhirnya bisa masukkan, Dek. Awalnya saja loh, Dek, sakit selanjutnya enggak, Iya tapi habis itu juga sakit Bang." kata Rena.


"Sekarang sudah, Dek. Kita lanjutkan nanti malam saja yaa," kata Rendra pada Istri nya itu.


"Gak mau Bang masih sakit, Nanti sudah enggak dek jadi ke enakan kamu soalnya lubangnya sudah diperbesar sama Abang," kata Rendra terkekeh.


"Kamu di sini dulu Abang siapkan Air hangatnya yaa, setelah itu kamu beremdam dek biar itunya gak sakit lagi," kata Rendra.


Rendra masuk kedalam kamar mandi dan menyiapkan segalanya lalu ia pun kembali menemu Rena lalu menggendongnya dan di masukan ke dalam bathub.


Sementara itu Rendra mandi di shower. Setelah selesai ia pun melilitkan handuk di tubuhnya lalu bertanya pada sang istri. "Sudah selesai, sayang?" tanya Rendra pada Rena dan ia hanya mengangguk.


Rendra menggendong sang istri dan membawanya keranjang serta membantu mengenakan pakaian lalu dia sendiri mulai mengganti dengan pakaian santai lalu ikut berbaring di atas ranjang.


Berbincang-bincang mengenai masa depan mereka keinginan mereka dan harapan mereka.

__ADS_1


Banyak yang di tanyakan Rena tentang keinginan Rena bersekolah di mana dan banyak hal yang ingin di ketahui Rendra.


__ADS_2