
pertemanan mereka berajalan baik, Raka sudah mulai terbuka tentang cerita hidupnya ke imma, dari mulai mantan pacar,kegiatan sehari-harinya dan makanan kesukaannya.
mereka terlihat akrab, imma sudah menganggap Raka sebagai kakaknya, Raka pun menjaga imma seperti adik perempuannya..
saat itu banyak wanita yang suka kepada Raka, tak segan" wanita yang menyukai Raka sering datang ke konter Raka sekedar purapura beli pulsa agar bisa ketemu dengan Raka.
bagaimana tidak banyak yang suka, Raka anak orang berada, namun tidak sombong. Ramah, sopan, pintar dan tidak pernah nongkrong di luar.
sehari-harinya di habiskan untuk konternya dan membantu orang tuanya di toko.
tak jarang, ketika para wanita itu mampir ke konter Raka, Raka sering terlihat sedang membungkus terigu dan tepung tapioka. tak pernah ada gelagat gengsi dengan pekerjaannya itu.
makanya para ibu di lingkungan Raka, memimpikan Raka menjadi menantunya..
suatu hari, tiba-tiba Raka ingat imma..
Raka pun merasa aneh dengan hatinya itu, sekali saja tidak mendengarkan suara imma di telpon, seperti ada yang kurang.
padahal banyak sekali wanita yang menelphone Raka, tapi imma lah yang menurut Raka special..
saat hendak menelpone imma, tiba tiba dari depan konter ada wanita yang mengucapkan salam...
__ADS_1
"assalamu'alaikum"....... salam wanita itu..
"suara itu..." , gumam Raka yang langsung membalikan tubuh ,
ternyata wanita itu imma, dia mampir sehabis dari pasar dan membawa es cendol untuk Raka.
betapa senangnya hati Raka, saat melihat wanita yang entah kenapa dia rindu, ada di hadapannya..
Raka : wa'alaikumsalam, mari teh duduk!
imma : loh aa kenapa, koq kayak habis melihat hantu.. hahaha (canda imma pada sahabatnya itu)
Raka : gak nyangka aja teteh ke sini, habis dari mana ngomong-ngomong?
Raka : ga usah repot-repot teh, jauh jauh bawa es cendol.
imma : kenapa? aa gak suka? sini kalo gak suka, saya habiskan dua duanya ( sambil terus meminum es cendol miliknya)
Raka yang melihat kelakuan imma tertawa, entah kenapa selalu nyaman jika dekat dengan wanita ini.
imma : oya a, saya pulang dulu ya.
__ADS_1
Raka : koq buru-buru teh? nanti saja dulu..
imma : ah nanti saya ketemu sama cewek" yang suka main ke sini, kalo mereka Kira saya pacar aa gimana? kan kasihan sama aa, nanti aa susah dapet jodoh gara" saya.. hahahahha
(imma tertawa dengan senangnya)
Raka : pacar? ( Raka terdiam)
imma : iya pacar,, kalo saya d sini lama, nanti gak ada yang mau sama aa.. hihi
Raka : ya udah, jadi pacar aa saja mau?
imma : gak ah, saya tidak mau pacaran. (sambil memakai tas nya) saya mau langsung nikah saja.
Raka : ya sudah, nanti aa bawa orang tua aa ke rumah teteh ya.. hahaha
imma : ah aa, udah ah saya pulang dulu. nanti sambung becandaanya di telpon saja.. assalamu'alakum
Raka dhea : wa'alaikumsalam (sambil melihat imma menaiki motor dan berlalu)
Raka memikirkan perkataan imma yang tidak mau pacaran, mungkin wanita itu trauma Sehingga tidak mau berpacaran lagi.
__ADS_1
ada sedikit rasa takut di hati raka, takut ada laki-laki yang hendak menikahi imma, pasti imma akan menerimanya tanpa mau berpacaran dulu..
"aaaah koq saya jadi mikir sejauh itu, ada apa dengan saya? " teriak raka..