
Andrian tertawa lalu memberikan handphonenya. " Simpan nomer mu di sini biar ayah bisa menghubungimu," kata Andrian pada putrinya.
"Baik Ayah!" jawab Anin,
Dia mulai menyimpan nomernya ke handphone ayahnya lalu melakukan panggilan ke nomornya setelah nomor ayahnya masuk ke handphonenya, setelah itu memberikan kembali handphone pada Ayahnya.
Anin mengantarkan ayahnya ke kamar tamu. "Ayah tinggal selama ayah ingin, maaf rumahnya sudah ku rombak tidak ada yang bisa di kenang lagi," kata Anin
"Aku tak memerlukan kenangan lagi, bisa bersama putriku adalah suatu yang menggembirakan hatiku, Nak," kata Andrian.
"Bagaimana Ayah suka dengan kamarnya sangat suka?" tanya Anin
"Sangat suka sepertinya tempat posisinya berada dikamar ibu mu dulu?" tanya sang Ayah.
"Betul ayah kamar ini dulu adalah kamar ibu," kata Anin.
"Terimakasih, aku sangat menyukai gambar ini bolehkah aku meminta gambar ini hanya untukku jika aku datang kemari," kata Andrian.
"Tentu Ayah, masih ada dua kamar di atas jika Davin datang, bisa digunakan untuknya rumah ini juga rumahnya, jika saja aku bisa bertemu dengan adikku mungkin aku akan sangat senang," kata Anin pada Ayahnya.
"Nanti aku akan menghubunginya untuk bisa video call dengan kamu, dia pasti senang bertemu dengan kamu, kakak iparnya dan keponakan yang ganteng, kalau boleh aku ingin bertemu dengan mertuamu, Nak," kata Andrian
__ADS_1
"Iya, Ayah, nanti aku kenalkan dengan beliaunya sekarang kita makan malam dulu," kata Anin menggandeng ayahnya keluar kamar menuju meja makan.
di sana sudah berkumpul Rafa suaminya dan Ehan, putranya.
Anin dan Andrian bergabung dengan mereka Anin mulai mengambilkan makanan untuk ayahnya kemudian suaminya lalu untuk anaknya setelah itu ia pun mengambil makanan sendiri dan mulai menikmatinya sambil berbicara.
Setelah makan malam selesai Anin membereskan makanan yang kemudian di taruh dalam lemari pendingin.
Andrian melihat putrinya sedang melakukan pekerjaannya di dapur hatinya menghangat ingin sekali ia selalu bersama dengan putrinya itu, tapi dia sudah bukan miliknya sendiri dan punya suami yang harus dia urus.
Anin membawa semua piring dan gelas kotor di dalam wastafel lalu mencucinya kemudian mengeringkannya dengan kain. dan menatanya di dalam rak piring. Dia menghampiri sang ayah lalu duduk di depannya.
"Ayah tidak tidur?" tanya Anin pada ayahnya.
"Maaf tadi aku tidak menyambutmu dengan baik, saat pertama kali ayah datang ke sini, sungguh aku tak bisa menerimamu, ketika ayah datang di saat aku benar-benar tidak membutuhkan ayah dan disaat aku membutuhkannya Ayah tidak pernah datang padaku itu yang membuatku kecewa. Namun, ketika ayah menceritakan semua itu padaku, aku bisa mengerti apa yang ayah rasakan. Baiklah ini sudah malam, sebaiknya Ayah tidur mungkin dengan tidur di ruangan ibu, Ayah bisa bermimpi bertemu dengan ibu," kata anin terkekeh.
tidak apa-apa Ayah paham Jika kamu tidak bisa menyebut Ayah dengan baik saat pertama kali bertemu denganku tapi aku sangat bahagia sekali ingin rasanya Ayah kembali ke masa lalu andai saja ibumu mau menerima ayah mungkin kita akan bisa menciptakan keluarga kecil yang indah, tapi keangkuhan ibumu lebih besar daripada cintanya padaku," kata Andrian
"Semuanya sudah terjadi ayah tidak akan pernah mungkin untuk bisa kembali maka lebih baik kita menerima yang telah kita lewati dan berusaha untuk bahagia dengan apa yang kita hadapi saat ini," kata Anin.
"Ya Kau betul, Nak. Sudah sana pergi lah tidur! Suamimu sudah menunggumu," kata Andrian.
__ADS_1
"Ayah bisa saja," katanya sambil terkekeh sambil mencium punggung tangan Ayahnya.
Anin meninggalkan ayahnya menuju kamarnya sementara itu Andrian pun pergi menuju kamarnya, dia mengganti bajunya dengan piyama yang di bawahnya dari apartemennya lalu mengambil sepucuk surat yang berada di kotak penyimpanan milik Anisa
untuk andrian
maaf setelah kau terima surat ini aku mungkin sudah tidak ada lagi di dunia ini tapi aku bahagia Masih sempat menulis surat untukmu.
Maaf pula aku tidak bisa menerima kebaikanmu dan perhatianmu setiap kali hidupku dapatkan darimu hatiku begitu sakit Aku tidak bisa melupakan peristiwa itu jika aku tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu maafkanlah Aku semoga aku mendapatkan wanita yang lebih baik dariku dan benar-benar yang kau puja.
Setelah kepergianmu aku baru sadar bahwa aku mencintaimu tapi aku tak berani mengatakannya padamu dan tak berani untuk memintamu Kembali padaku karena ini adalah kesalahanku, Tolong maafkan aku sebagai istrimu.
Annisa Prameswari
Andrian menghela nafas panjang. Andai Ku tahu Anisa aku akan senang hati berjuang kembali untuk diperjuangkan hatimu Kenapa kau tidak mengatakan pada ku, agar aku bisa berlari Padamu dan memenangkan hatimu sungguh aku benar-benar tak memiliki cinta yang utuh tapi aku sangat bahagia mengetahui bahwa kau mencintaiku di akhirat Aku akan mencarimu sebagai istriku, batinnya.
Andrian tersenyum lalu memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya tak ada lagi perasaan di hatinya semuanya telah berlalu dan terlewatkan dengan rasa manis walau hanya dari pengakuan kekasih tercintanya.
Dini hari dia terjaga mengambil air wudhu dan mengerjakan sholat tahajud, ia panjatkan doa terindah pada sang istri walaupun terlihat kehidupannya tidak indah tapi dia merasa saat ini itu semua Indah, dia baru mengerti mengapa sang istri melakukan itu pada dirinya itu karena sebatas ingin membentengi dirinya, untuk tidak jatuh cinta padanya dan akhirnya istrinya kalah. Namun sang istri tetap saja angkuh tak pernah mau mengakui perasaannya.
Andrian bersimpuh di sajadahnya dan berdzikir setelah itu membaca Alquran sampai menunggu subuh.
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar pintu di ketuk dari luar dan Andrian membuka pintu, terlihat sang menantu dan cucunya sudah siap dengan mengenakan baju koko dan sarungnya, Andrian tersenyum dia bergegas mengambil sajadah dan keluar.
"Ayo ayah sudah siap!" katanya sambil menutup pintu kamarnya. mereka pun pergi ke masjid terdekat.