Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku
Jangan buat Shock


__ADS_3

Rena di rumah mertuanya sangat lah senang saat ini dia masih berada di meja makan dengan menyantap masakan kesukaannya yaitu pepes ikan kemudian setelah itu yang mengambil nasi dan bebas kembali lalu makan dengan lauknya Rendra melihat itu sangat senang setelah selesai Mereka pun di taman belakang berjalan mengelilingi kebun belakang.


Rena melihat ke depannya pohon buah-buahan ada beberapa yang sudah berbuah saat ini seperti mangga nangka alpukat Ina ingin sekali minum jus alpukat itu sebabnya Dia meminta bantuan untuk mengambil beberapa juga akan bisa dibawa ke rumah. Setelah buah-buahan Mereka pun masuk ke dalam rumah renda mulai membuatkan jus alpukat.


Setelah mereka berkumpul diruang tengah yang beralaskan karpet.


Berbincang-bicang dan bersenda gurau. keakraban dengan menantunya membuat penurun merasa mempunyai Putri yang telah hilang.


ya ia sangat bahagia telah mendapatkan menantu seperti Rena yang lucu dengan bicaranya yang cepat-ceplos membuat orang bisa langsung akrab dengannya pribadi yang cuek dan bersahaja.


enak banyak bercerita tentang teman-temannya tentang sekolahnya kepada Bu Nurul mertuanya itu dan suaminya banyak cerita-cerita lucu yang buat mertuanya itu tertawa ada suatu liburan tersendiri ketika sang menantu datang mengunjunginya.


sudah lama sekali dia tidak merasakan kehadiran seorang putri, sepeninggalnya


Rania adik dari Ardian ya begitu merindukan sosok seorang putri dan sekarang ini dia telah menemukannya di menantunya sendiri


tak ada kebahagiaan yang berharga dari kehadiran seseorang yang bisa mengisi kekosongan hatinya yang bertahun-tahun lamanya seandainya saja Rena sudah lulus sekolah Mungkin dia menginginkan menantunya itu tinggal di sini tapi dia harus menahan diri walaupun sekali sang menantu datang Ia tetap bahagia bahkan kebahagiaan yang tak terhingga yang dihadirkan oleh anak lelakinya yang memberikan menantu yang begitu lucu selalu membuatnya tertawa.


Di malam hari renda mengajaknya keluar menaiki moge mengelilingi jalan jakarta," Ren, duduknya yang rapat dong," pinta Rendra.


Mereka pergi kemanapun yang mereka suka ke pasar malam ke alun-alun semuanya mereka jelajahi dengan hati senang.


Berapa jajan tradisional yang berada di dekat alun-alun pun mereka nikmati, dalam mengajak rendra untuk membeli beberapa makanan dan menimatinya sambil duduk di bangku taman saling berpegangan tangan, sambil melihat anak yang berlalu lalang di sana.


"Kamu mau kemana lagi kalau abang sukanya di kamar biar bisa cium kamu kalau di sini mah gak bisa," kata Rendra sambil terkekeh.


"Abang mah gitu memang suka tempat tempat yang begitu," kata Rena cemberut.


"Ya, gak apa-apa Ren toh kita sudah menikah gak masalah, sudah deh ikut Abang aja ke restoran Abang," kata Rendra padahal Rena


Mereka pun berjalan menuju mogenya lalu naik di atasnya, setelah itu Rendra menjalankannya, dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


"Apa dulu Bang Rendra punya pacar?"tanya Rena pada Rendra.


"Dulu Abang gak punya waktu untuk suka sama cewek, karena setiap hari harus bekerja dan bekerja Ren. Abang gak tega kalau lihat ibu ambil setrikaan orang atau ambil cucian orang.


"Segitu beratnya pekerja ibu yaa, dalam mencari uang, Abang kalau tetap ingin tinggal dengan dengan ibu gak apa-apa, Rena aja yang ngikut Abang kemana pun Abang pergi," kata Rena pada Rendra.


"Iya, itu sebabnya dulu semua pekerjaan Abang lakukan agar ibu gak bekerja terlalu berat, sampai Abang bertemu Nara yang meminta mengajari bermain gitar.


Tak terasa mereka telah sampai di restoran milik Rendra yang baru dibuka beberapa hari yang lalu ini adalah cabang baru dari restoran yang lama


Mereka pun turun dari mogenya lalu bersama berjalan ke dalam restoran


nampak karyawan restoran pangrendra menyapanya. "Siapa Bang," tanya Rolan pada Rendra?


"Istri gue, Bang Rolan," jawab Rendra


"Beneran tuh," tanya Rolan pada Rendra pasalnya Rena terlalu mudah


"Beneran, Bang, Bapaknya yang langsung nikahkan, aku yang minta takut kesambar yang muda bisa gigit jari gue Bang.


"Iya deh Mbak pasti bisa jaga rahasia juragan," kata Rolan


"Bang Rolan nanti pesananku antar ke ruangan ku yaa," perintah Rendra.


"Ayo kita ke ruang Abang, nanti Abang ajarin banyak hal di sana," kata Rendra


Rolan tertawa. "Jangan ajarin yang berat-berat dulu, kasihan dia nanti shock dia.


Rendra terkekeh," Beres Bang." renda pun masuk ke dalam ruang privasinya sambil memeluk sang istri.


Bang Rolan terkekeh," Aduh juragan punya istri muda banget apa gak cenat-cenut.

__ADS_1


Sampai diruangannya pintu di kunci oleh Rendra lalu dengan posesifnya memeluk Rena, lalu mencium bibir Rena dengan lama membuka satu-satu persatu kancing baju Rena kemudian meciuminya dari leher hingga ke pegunungan dan sampai pucuk terindahnya dari tak luput dari serangan Rendra tangan dan bibirnya mulai aktif


membuat Rena tak tertahankan, rasa yang tak dirasakan sebelumnya.


"Bagaimana rasanya kamu suka kalau yang ini suka tidak? kata Rendra sambil tangannya merayap di lembah yang baru di sentuh dan Rena hanya bisa mengangguk dan tak bisa berkata apa-apa lagi.


Sekarang bantu Abang ya dek, di kamar mandi saja yuk , mereka masuk di sana dengan sangat lama.


Sekitar satu jam mereka baru keluar dan wajah Rendra tampak cerah dan terseyum trimakasih yaa dek, ucapnya pada Rena yang masih shock.


Rendra mencium kening sang istri wajahnya jangan gitu dong dek nanti di kira abang sudah bobol gawang mu padahal belum," katanya terkekeh.


Apaan sih bang Rena cuma kaget doang," kata Rena sambil memukul lengan suaminya


Rendra tertawa lalu mengecup bibir Rena sekilas. Terdengar suara ketukan dari luar dan Rendra pun melihat Bang Rolan berdiri di pintu sambil membawa baki berisi makanan yang dipesannya tadi.


"Bang jangan yang berat-berat perkenalannya kasihan tuh bisa shock," kata Bang Rolan.


"Enggak lah Bang biasa saja kok," kata Rendra pada Rolan


"Biasa apanya lihat wajah abang sumringah begitu," kata Rolan.


"Sudah sana jaga di depan nanti tak kasih bonus," kata Rendra bang Ronal


"Dek, ayo makan dulu, perutnya diisi gih," kata Rendra


"Nanti sajalah Bang, Rena malas," jawab Rena.


Benarkah apa mau Abang kerjain lagi ataukah mau isi perut kamu kata Rendra pada Rena


Akhirnya Rena pun bangun dari ranjangnya lalu makan bersama Rendra.

__ADS_1


Rendra melihat sang istri mengerucutkan bibirnya. "Jangan gitu dek, jadi pengen cium nih abang ," kata Rendra pada Rena.


"Apa sih Bang," sahut Rena.


__ADS_2