
masih di kediaman imma...
Raka dan imma masih asik membicarakan soal pernikahan mereka..
*imma : saya ingin pernikahan yang sederhana saja a..
Raka : saya tergantung ke inginan teteh saja, kalau pun pengen mewah juga gak apa-apa, mengingat teteh adalah anak perempuan satu-satunya, jadi pasti orang tua dan keluarga besar teteh inginkan pesta yang mewah.
imma : gak a, keluarga saya bukan orang yang mengandalkan gengsi..
Raka : iya gimana baiknya menurut teteh saja, kalau mas kawin, teteh minta apa?
imma : alat sholat beserta al-qur'an juga sudah cukup a.. dan bacakan saya beberapa ayat suci Al-Qur'an 😊
Raka : insya Allah teh, saya siap.. 😊
tapi saya belum kerja teh, bagaimana kalau saya kurang dalam memberi nafkah?
Imma : soal rezeki sudah ada yang ngatur a, kita jangan merasa takut. yang penting kita sudah berdo'a dan berusaha, hasilnya biar Tuhan yang tentukan*.
mereka berdua tertawa bahagia..
sehingga waktu sudah pukul 21:00 , Raka pun pamit pulang.
*Raka : teh, saya pamit dulu ya.
imma : iya a, hati-hati di jalan !
Raka : iya teh, terimakasih*.
__ADS_1
Raka pun pergi..
sesampai di rumah, orang tua Raka sudah menunggunya di rumah. mereka menanyakan kabar imma dan orang tuanya,
*ibunya Raka : a, gimana kabarnya calon menantu ibu? baik kah?
Raka : Alhamdulillah bu, dia baik.
ibunya Raka : keluarganya baik juga?
Raka : alhamdulillah mah, semua baik.
makasih yah, ayah sudah pilihkan wanita yang tepat untuk Raka.
ayah Raka : haha.. pilihan ayah tidak salahkan?
ibunya Raka penasaran dengan suami dan anaknya kitu, kenapa mereka sampai sebahagia itu. karena ya ibunya Raka belum mengenal calon menantunya itu, karena ibunya tau kalau Raka pasti bisa memilih wanita yang tepat.
ibunya Raka : a, coba ceritakan bagaimana calon istrimu itu?
Raka : ibu harus tahu, kalau dia wanita yang sederhana, rendah hati dan periang..
dia tidak banyak menuntut, tadi juga Raka sudah menanyakan prihal maskawin, dia hanya meminta alat sholat dan di bacakan ayat suci Al-qur'an saja.
ibunya Raka : ya Allah, memang dia wanita baik a. namun tetap saja, ibu akan berikan dia emas sebagai maskawin. karena dia pantas mendapatkannya..
ayah Raka : iya bu, belikan dia emas yang terbaik. ayah ingin acaranya semeriah mungkin.
Raka : tapi yah, imma tidak mau acara yang mewah. dia ingin acara yang sederhana..
__ADS_1
ayah Raka : itu urusan orang tua, tugas kamu catat semua orang yang akan kita undang. jangan ada yang terlewat ( sambil menepuk pundak Raka, dan pergi ke kamar di susul oleh istrinya )
Raka mengangkukan kepala tanda setuju dan dia pun pergi ke kamar , tadinya dia ingin menelphone imma, namun ketika melihat jam ternyata sudah larut malam.
dia pun mengurungkan niatnya , lalu tertidur...
imma yang saat itu belum tidur, masih sibuk dengan tugas kuliahnya.
tiba-tiba dreeeett..dreeeett.... handphonenya bergetar, di lihatnya private number.. imma tidak langsung menjawabnya.
dia melanjutkan tugasnya kembali ..
lalu number itu memanggilnya lagi, tetap imma tidak menghiraukannya..
sudah beberapa kali hp nya berbunyi, imma mulai risih..
dia pun menjawab telphonenya..
imma : hallo, dengan siapa?
namun si penelpon tidak menjawab pertanyaan imma.
imma pun segera menutup telphonenya, dan lagi-lagi suara hp nya berbunyi kembali.
dengan kesal, akhirnya imma mematikan hp nya.
siapakah penelphone misterius itu??
ayo bantu jawab... 😁
__ADS_1