Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Mencapai Pangkalan Militer


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan panjang yang melelahkan, para Pengungsi Orc akhirnya mencapai Pangkalan militer Kerajaan Orc terdekat.


Mereka terlihat gembira dan mempercepat langkah menuju benteng besar yang terbuat dari batu-batu raksasa tersebut.


Namun, Alex merasa ada yang salah dengan benteng itu. Tak ada seorang Orc yang terlihat berjaga-jaga di atas benteng, padahal seharusnya mereka akan menyambut para Pengungsi di gerbang masuk yang sekarang terbuka lebar tersebut.


“Kenapa sunyi sekali? Apakah militer telah mundur dari sini?” kata salah satu Pengungsi Orc sembari berteriak-teriak apakah ada seseorang di dalam benteng.


Oliver segera mengaktifkan elemen Sihir Bayangan miliknya untuk mencari apakah masih ada militer Kerajaan Orc yang bersembunyi di Benteng yang cukup besar tersebut.


Benteng ini juga yang berhasil menahan Pasukan gabungan Legiun Barat dan Legiun Tengah sehingga tidak dapat merangsek maju ke wilayah tengah Kerajaan Orc.


“Sepertinya sehari atau dua hari yang lalu masih ada Pasukan militer Orc di sini,” kata Alex memperhatikan bekas Roti kering yang tergeletak di dekat gerbang masuk. Namun, ia melihat ekspresi wajah Oliver memucat, sehingga ia menjadi penasaran apa yang dilihatnya. “Apakah Kamu—”


Sebelum Alex selesai berbicara, Oliver menjawab, “Sepertinya seluruh Pasukan militer Kerajaan Orc telah menjadi mayat hidup. Aku menemukan perbekalan mereka masih banyak di gudang logistik dan mereka sepertinya tergesa-gesa melarikan diri dan melakukan perlawanan seadanya, karena ada bekas pertarungan di bagian Selatan Benteng.”


Kening Alex langsung mengkerut sembari menatap ke arah Selatan Benteng. “Jangan beritahu para pengungsi tentang masalah ini dan bagikan mereka sisa logistik di gudang. Aku akan membawa mereka menuju Ibukota Kerajaan Orc dan kuharap tempat belum jatuh ke tangan pengikut Dewa Cthulhu.”


Oliver mengangguk setuju dengan seruan Alex. Dia kemudian menatap Chicie dan bertanya, “Bagaimana denganmu, apakah Kamu akan menuju Ibukota juga? Kurasa Raja Orc sudah mengetahui tentang pengikut Dewa Cthulhu ini.”


Chicie berpikir sejenak sebelum ia menghela napas dalam-dalam dan berkata, “Aku akan mengikutimu ke manapun Kamu pergi!”


Alex tersenyum mendengar jawaban Chicie dan berpikir itu adalah Kekuatan cinta sejati. Mereka akan selalu bersama hingga maut memisahkan mereka.

__ADS_1


“Kalau begitu, setelah kita membagikan perbekalan di gudang logistik pada Pengungsi, maka kita akan pergi ke Kota Perdamaian,” kata Oliver dengan senyum lembut menatap Chicie yang juga tersenyum hangat menatap kekasihnya itu.


Alex menghunus Pedang Meteor dari punggungnya dan berjalan ke arah Selatan Benteng untuk menyelidiki apakah pengikut Dewa Cthulhu masih bersembunyi di dalam Benteng.


“Kalian hati-hatilah dalam perjalanan nanti, jangan sampai lengah dan percaya dengan orang asing. Kini sangat sulit membedakan masa rekan dan pengikut Dewa Cthulhu,” kata Alex memberikan nasihat terkahir pada Oliver dan Chicie, karena mereka mungkin tidak akan bertemu lagi nanti.


Oliver membawa Chicie menuju gudang Logistik yang terletak di sebelah timur Benteng tersebut.


Saat Oliver membuka pintu gudang, beberapa Orc yang melihatnya langsung berlari ke sana hendak mengambil sebanyak mungkin makanan untuk dirinya sendiri.


Namun, elemen Sihir Bayangan Oliver menahan mereka di pintu masuk gudang logistik, sehingga raut wajah mereka berubah masam dan mengutuk Oliver.


“Hei, apakah Kamu ingin mengambil semua makanan untuk dirimu sendiri?”


Para pengungsi Orc lainnya mulai mengerumuni gudang logistik setelah mendengar keributan itu, sehingga keadaan diluar gudang menjadi kacau karena mereka saling berdesak-desakan, takut tidak akan mendapatkan jatah makanan.


“Cepat berbaris menjadi dua barisan!” bentak Oliver sembari melepaskan Aura Pendekar tingkat 10 miliknya, yang membuat para pengungsi merasa tertekan dan kesulitan bernapas. “Sebelah Kanan, untuk wanita dan anak-anak, kemudian sebelah kiri untuk remaja Laki-laki dan Pria Dewasa!”


Tak ada yang keberatan dengan aturan yang dibuat oleh Oliver itu, para pengungsi Orc langsung berbaris rapi di depan pintu gudang logistik.


“Satu Orang hanya boleh mengambil Dua Sarahmie dan Lima bungkus Roti Kering, kemudian kalian langsung melanjutkan perjalanan menuju Ibukota. Tak ada tempat yang aman lagi di negeri ini dan jangan coba-coba menipuku dengan mengulangi antrian, kalau ada yang berani maka Aku akan membunuh mereka!” Oliver berkata dengan tegas, sehingga para pengungsi Orc tampak ketakutan menatapnya.


“Cepat ambil bagianmu dan pergi dari sini!” seru Chicie pada Orc yang berbaris di antrian bagian depan.

__ADS_1


Orc Pria Dewasa bertubuh besar dan Orc wanita langsung berlari ke tumpukan roti serta Sarahmie di dalam logistik tersebut, mereka mengambil bagian mereka dengan cepat dan keluar dari dalam gudang Logistik.


Namun, tiba-tiba Belati Oliver menancap di punggung Orc Pria yang langsung menjerit kesakitan. “Sudah kukatakan... ambillah sesuai dengan yang kukatakan tadi dan inilah akibatnya bila melanggar perintahku!”


Kerumunan Pengungsi Orc lainnya langsung ketakutan dan mereka dengan hati-hati mengambil bagian mereka tanpa berani berbuat curang, karena mereka tidak ingin bernasib sama dengan Orc yang terbujur kaku di permukaan lantai gudang logistik tersebut.


Sementara itu di bagian Selatan Benteng, Alex sedang memperhatikan rerumputan yang layu dan itu tampak seperti diinjak-injak oleh kerumunan orang serta mengarah ke wilayah Selatan atau ke arah yang sama dengan Ibukota Kerajaan Orc.


“Pa-Pangeran Alex... ke arah mana Kita akan pergi?” Orc wanita yang pertama mengambil makanan di gudang Logistik bertanya pada Alex yang berdiri diluar Benteng bagian Selatan.


“Ikuti saja jalur yang rumputnya layu ini,” sahut Alex, tetapi Wanita Orc itu tampak ketakutan. “Kalau Kamu takut, tunggulah yang lain di sini dulu dan Kita akan berangkat bersama-sama,” katanya lagi.


Wanita Orc itu tersenyum lebar dan bernapas lega. Dia kemudian duduk diatas rumput dan mengeluarkan Satu bungkus Roti kering dari Tasnya dan memakan sepertiganya, kemudian sisanya ia simpan kembali.


Seperti yang dikatakan oleh Oliver, mereka harus menghemat makanan karena perjalanan mereka masih panjang menuju Ibukota Kerajaan Orc, Wanita Orc itu hanya memakan sedikit Roti kering untuk menghilangkan rasa laparnya saja.


Alex tersenyum pahit melihat pemandangan menyedihkan di depannya itu. Walaupun ia ingin menolong mereka, tetapi ia tidak memiliki kemampuan menolongnya karena ia hanya memiliki Koin Emas yang kini tak ada harganya lagi.


Satu Jam kemudian, Orc terakhir yang mengambil makanan di gudang logistik akhirnya melangkahkan kaki keluar dari Benteng. Dia tampak bahagia karena tidak ditinggalkan oleh para pengungsi sendirian bersama bayinya di barisan paling belakang.


Setelah memastikan tidak ada lagi Pengungsi Orc yang keluar dari Benteng, Alex pun melanjutkan perjalanan bersama mereka menuju Ibukota Kerajaan Orc dengan mengikuti jalur rumput yang layu karena dilalui oleh mayat-mayat hidup tersebut.


“Ah, sayang sekali... Kita tidak akan berpetualang lagi dengan Pangeran Alex,” kata Chicie yang berdiri diatas Benteng menatap hamparan pengungsi Orc yang berjalan ke arah Selatan.

__ADS_1


Oliver hanya tersenyum, walaupun ia tetap ingin berpetualang bersama Pangeran Alex Acherron. Namun, ia menyadari kemampuannya sangat lemah menghadapi pengikut Dewa Cthulhu dan Dia tidak akan selalu beruntung diselamatkan oleh Alex nantinya.


__ADS_2