
Alex penasaran seperti apa Dewa Cthulhu di Dunia ini. Dia menatap dengan seksama ke arah dibalik lingkaran berwarna merah itu, sesaat kemudian menghunus Pedang dari punggungnya.
Elizabeth mengerutkan keningnya menatap tindakan aneh Alex. “Apa yang ingin kau lakukan?” selidiknya.
“Tenang saja, Nenek Eli... Aku hanya ingin mencoba merasakan sedikit Kekuatan Dewa Cthulhu ini!” sahut Alex melangkah kaki melewati lingkaran Segel.
“Apakah Kau sudah gila!” gerutu Elizabeth segera mengalirkan elemen Sihir ke seluruh tubuhnya dan akan membunuh Alex bila ia terperdaya oleh tipu daya Dewa Cthulhu.
Seperti perkataan Elizabeth, Alex tiba-tiba melihat Dewa Cthulhu; Kepalanya seperti Gurita dan memiliki sayap di punggungnya serta besarnya hampir sebesar bukit kecil tempat Jantung Dewa Cthulhu disegel ini.
“Apakah Kamu menginginkan Kekuatan?”
“Datanglah padaku, maka Aku akan memberikan kekuatan yang membuatmu dapat menghancurkan seluruh pihak yang menyergapmu malam itu.”
“Kamu juga dapat melenyapkan mereka yang telah menyakiti istrimu!”
“Kamu juga bisa kembali ke kehidupan sebelumnya!”
Alex mengerutkan keningnya, tidak menyangka Dewa Cthulhu dapat melihat isi pikirannya. “Kalau Aku bukan Pendekar tingkat 10, mungkin Aku akan terlena oleh tipu dayanya,” gumamnya segera menutup matanya.
Dia kemudian mendengar detak jantung yang berdegup kencang, suara detakan itu semakin kencang.
Dentuman suara Petir Petir menggelegar di dalam gua itu, bilah Pedang Alex memotong Tentakel yang hampir melilit tubuhnya.
Alex mundur beberapa langkah dan membuka matanya. Pemandangan yang ia lihat adalah Jantung seukuran Kerbau Dewasa berdetak kencang tak jauh darinya, kemudian Tentakel-Tentakel hitam bertunas dari Jantung itu, sesaat kemudian tunas Tentakel itu memanjang dan melesat ke arah Alex.
“Aku tidak menyangka hanya bagian Jantung saja, sudah sangat menyulitkan untuk dilawan. Bagaimana kalau seluruh tubuhnya telah menyatu?” gerutu Alex menebas semua Tentakel yang melesat ke arahnya.
Lima menit kemudian, bilah Pedangnya mengalami korosif dan mengalami retakan hingga akhirnya hancur berkeping-keping.
Alex segera keluar dari dalam Segel itu karena tidak ingin terkena Kekuatan Korosif Dewa Cthulhu seperti yang dialami oleh para Dewa di masa lalu.
__ADS_1
“Huh, itu adalah pengalaman yang sangat mengerikan,” kata Alex bernapas lega setelah kembali ke sisi lain Segel.
Boooooommmmmm!
Wajah Alex ditinju oleh Elizabeth dengan kekuatan penuh.
“Nenek sialan! Kenapa kamu memukulku?” Alex mengelus wajahnya yang terasa sangat sakit, setetes darah keluar dari hidungnya.
Elizabeth tidak menanggapi ocehan Alex, Dia mundur beberapa langkah dan terkejut Alex hanya luka ringan saja setelah dipukul olehnya dengan kekuatan penuh.
Dia memasang kuda-kuda, kobaran Api menyelimuti kepalan tangan keriputnya.
Alex mengerutkan keningnya dan berpikir wanita tua itu mengira dirinya telah dirasuki oleh kekuatan Dewa Cthulhu.
Alex mengelak dari tinjuan Elizabeth dan membekukan lengan wanita tua itu, kemudian berkata dengan suara mengancam, “Nenek Eli... perhatikan baik-baik apakah Aku memiliki Aura Kegelapan.”
Elizabeth mengerutkan keningnya karena tidak bisa bergerak oleh kuncian Alex.
“Kalau Kamu masih bersikeras untuk bertarung, maka jangan salahkan Aku melemparkanmu ke dalam Segel itu!” ancam Alex yang membuat Elizabeth langsung menghilangkan Aura Kekuatannya.
“Aku ini Alex Acherron... Pendekar tingkat 10 terkuat di Benua Grandland!” sahut Alex sedikit menyombongkan diri. “Mana mungkin bagian tubuh Dewa Cthulhu dapat memperdaya pikiranku,” katanya lagi.
Elizabeth menatap Alex dengan seksama, kemudian menarik napas dalam-dalam. “Sepertinya bekerjasama denganmu adalah pilihan terbaik,” katanya lagi sembari berjalan meninggalkan gua itu.
Alex hanya tersenyum saja dan mengikuti Elizabeth keluar dari gua. Dia melirik sekilas tulisan latin berbahasa Benua Grandland di dinding gua dan berpikir Dia harus kembali ke Istana Kekaisaran Hazel untuk mencari keberadaan Kekuatan yang ditinggalkan oleh Dewa.
Dengan Kekuatan Dewa itu, mungkin ia akan mencapai Level 11 seperti yang dikatakan oleh Mordor dan diam-diam akan mengambil Kekuatan yang ditinggalkan oleh Dewa Ras lain. Namun, mencarinya tidak akan mudah, karena para Dewa itu tidak meninggalkan petunjuk di mana mereka menyimpan sebagian Kekuatan mereka itu.
“Oh ya, Nenek Eli!” seru Alex, “tolong jangan beritahu kalau Aku adalah Alex pada siapapun.”
Elizabeth menoleh ke belakang dan mencibir,“ Lord Michael katanya sudah lama mengenali dirimu.”
__ADS_1
Alex terkejut mendengarnya dan ekspresi wajahnya langsung menjadi muram.
“Tenang saja, Lord Michael itu orang yang baik. Justru dialah yang menyingkirkan informasi tentang dirimu saat pertama kali muncul di Kota Perdamaian Empat tahun yang lalu. Aku juga terkejut saat dia mengatakannya tadi Sore saat aku memberitahu tetangga baruku adalah Pendekar tingkat 10 dan akan bergabung dalam misi pengawasan Segel Dewa Cthulhu,” kata Elizabeth lagi.
Alex akhirnya mengerti kenapa selama di Kota Perdamaian tak ada Assassin yang memburunya, padahal menurut Mordor hampir semua Ras terlibat dalam penyergapan terhadapnya malam itu.
“Tetap saja Aku tidak mau dekat-dekat dengan Lord Michael dan katakan padanya untuk tetap berpura-pura tidak mengenaliku,” sahut Alex tidak ingin dilibatkan dalam kegiatan politik Kota Perdamaian.
Elizabeth keheranan mendengar jawaban Alex, hal itu tidak seperti Alex yang dirumorkan grasak-grusuk menantang Pendekar tingkat 10 untuk berduel di mana saja, bahkan walaupun itu Raja ataupun Jenderal suatu Kerajaan.
Lord Michael juga mengatakan bahwa dirinya bertukar beberapa gerakan dengan Alex beberapa tahun yang lalu. Namun, hasil akhirnya adalah seri dan sejak itu Alex tidak pernah datang lagi ke Kota Perdamaian hingga Empat tahun lalu Dia muncul dalam keadaan menyedihkan.
...***...
Jack yang terlelap tidur dalam pelukan Dua wanita cantik dibangunkan oleh Faramir karena Leonardo datang mencarinya.
Jack mengusap wajahnya dan merasa masih mengantuk, kemudian ia menatap ke arah Jam dinding yang ternyata menunjukkan Pukul 6.00 Pagi.
Jack mengenakan pakaiannya dan melempar Dua Keping Emas ke atas tempat tidur, yang merupakan upah untuk kedua gadis muda yang telah bergulat panas dengannya tadi malam.
Leonardo tersenyum lebar melihat Jack yang berjalan ke arahnya. Dia segera menundukkan wajahnya, “Selamat pagi tuan muda Jack!”
Jack duduk di sofa dan menenggak teh hangat yang diberikan oleh Pelayan wanita yang berdiri di sebelahnya. “Apakah kamu dapat meniru makanan Restoran itu?” selidiknya penasaran.
Masih tersenyum lebar, Leonardo segera menjawab, “Aku dapat meniru Gulai Daun Ubi Tumbuk plus Sambal Tuk-Tuk dan hidangan barunya, Bakso. Namun, Aku khawatir kita akan kesulitan menemukan bahannya, karena daging yang terkandung dalam Bakso itu adalah Monster tingkat tinggi.”
Jack tampak kecewa karena Leonardo tidak dapat meniru Ayam Crispy yang dikatakan oleh Faramir. “Hmm, baguslah Kamu masih bisa meniru Dua makanan buatannya,” sahut Jack sembari berpikir sejenak. “Untuk hidangan Bakso itu, buatkan saja daging Monster tingkat 4 dan turunkan sedikit harganya, Aku yakin para pelanggan tidak akan kecewa. Lagi pula Restoran Pria itu tidak memiliki pelanggan tetap, justru ini adalah peluangmu menjadi Pelopor hidangan baru di Kota Perdamaian.”
Leonardo terkejut mendengarnya, tetapi ia segera tersenyum, karena kalau Alex menuntutnya maka Jack akan menjadi tamengnya.
“Kapan kita memulai bisnis Restoran itu, tuan muda Jack?” tanya Leonardo sudah tidak sabar ingin menjadi manajer Restoran seperti yang dijanjikan oleh Jack bila berhasil meniru makanan buatan Alex.
__ADS_1
Jack menoleh ke arah Faramir dan berkata, “Tunjukkan padanya Restoran yang telah selesai direnovasi itu dan berikan 100 Koin Emas biaya operasionalnya!”
Faramir menganggukkan kepala dan berkata, “Baik tuan muda Jack!”