
Ratusan Kesatria Suci Kuil Matahari memilih menyerahkan diri setelah Pemimpin mereka, Adrian dikalahkan oleh Alex.
Alex menggunakan Elemen Sihir Kehidupan menyembuhkan semua Pendekar maupun Kesatria Suci yang terluka.
“Ada satu Kapal Terbang Sihir yang melarikan diri, apakah Kita akan mengejarnya?” tanya Raja Orc.
Dia dan Raja Beasthuman adalah kelompok bala bantuan yang datang diakhir-akhir perang dan mereka juga yang menawan para Kesatria Suci Kuil Matahari yang menyerahkan diri.
“Biarkan saja, Yang Mulia Raja Orc,” sahut Alex. “Untuk saat ini Kita mengurus yang di sini dulu,” katanya lagi sembari menghela napas panjang. Dia tidak menyangka 3000 Kesatria Suci Kuil Matahari itu akan membuat banyak Pendekar berguguran.
Apalagi Organisasi Hercules tiba-tiba saja berpihak kepada pihak asing tersebut, itulah mengapa situasi semakin kacau dan terpaksa lah ia harus membunuh saudara kandungnya sendiri.
“Apa yang akan Kita lakukan terhadap para tawanan itu?” tanya Raja Orc, “Mereka semua setara dengan Pendekar tingkat 10, hanya Anda atau Pendekar yang telah melewati level Pendekar tingkat 10 lah yang dapat mengawasi mereka.”
Kalau mereka di penjara, maka diperlukan Pendekar tingkat 10 yang jumlahnya lebih banyak dari mereka untuk mengawasinya. Jika tidak demikian, maka mereka mungkin akan memberontak dan melarikan diri.
Namun, bila Pendekar tingkat 10 dalam jumlah banyak dikerahkan mengawasi mereka, tidak akan ada Kerajaan yang sanggup membiayai atau mengupah para Pendekar tersebut.
__ADS_1
Alex tentu tahu apa yang ditakutkan oleh Raja Orc, tetapi ia juga tidak tega bila membunuh Ratusan Kesatria Suci itu. Karena mereka juga datang atas perintah Saint.
“Bagaimana kalau Aku memperjakan mereka sebagai karyawan kontrak seumur hidup? Itu akan menghasilkan pundi-pundi uang berlimpah?” pikir Alex.
Sungguh sangat disayangkan bila Ratusan Kesatria Suci itu dikurung di dalam penjara dan mereka hanya akan makan tidur menikmati hidup saja di sana.
“Baiklah, serahkan saja mereka padaku!” seru Alex berpura-pura menunjukkan ekspresi wajah sedih, seakan-akan terpaksa menjalankan tugas mengawasi Ratusan Kesatria Suci tersebut.
Einar menatap adiknya itu dengan kening mengkerut, ia merasa adiknya itu pasti sedang memikirkan sesuatu yang menguntungkannya. Karena ia sudah mengetahui tabiat Alex, tidak mungkin ia semurah hati ini mau menjalankan tugas mengawasi Ratusan Kesatria Suci yang justru akan membuatnya mengeluarkan biaya besar.
Alex melirik Einar dan merasa saudaranya itu seperti sedang menebak pikirannya. Dia pun segera menjauh dari Einar dan segera berpura-pura khawatir terhadap Sarah yang sedang digendong oleh Helena.
“Ayah ... Sarah kuat, kan? Aku telah memukuli orang-orang jahat itu!” sahut Sarah.
“Ya, anak Ayah memang kuat sekali. Namun, lain kali tidak perlu datang kemari, karena Ayah dapat mengalahkan mereka. Kamu fokus saja belajar di Sekolah Harapan dan bermain bersama teman-temanmu,” kata Alex.
“Kalau Kami tidak datang, maka nenek akan ditangkap oleh mereka. Untung saja kami datang tepat waktu dan ... Ibu langsung menebes mereka!” sahut Sarah sembari memperagakan gerakan mengayunkan Pedang.
__ADS_1
“Benarkah?” Alex berpura-pura terkejut, karena Helena terlihat menatapnya dengan tatapan tajam—sebab ibunya hampir tewas ditangan musuh. “Kalau begitu, Ayah sangat berterimakasih pada Sarah karena telah datang membantu.”
“Mwehehe ... kalau Ayah pergi memukul orang jahat lagi, maka bawa Sarah dan Ibu juga,” sahut Sarah tertawa kegirangan.
“Apa yang akan Kamu lakukan terhadap mereka?” tanya Helena telah mendengar Alex akan bertanggungjawab atas para Kesatria Suci yang menyerahkan diri.
“Belum kupikirkan, tetapi yang jelas mereka akan bekerja keras untuk Kita mulai sekarang!” sahut Alex dengan sudut bibir menyeringai tipis.
Helena menggelengkan kepala, ia langsung memahami jawaban suaminya itu. Mereka pasti akan dipekerjakan olehnya untuk mendulang emas.
Ulrich, Zelma, William dan Penyihir lainnya mendatangi Alex. Kini Kapal Terbang Sihir mereka telah hancur karena menubruk Kapal Terbang Sihir Kedua milik Kekaisaran Suci Kuil Matahari. Mereka tidak akan bisa kembali ke Benua Vlorien bila tidak memiliki Kapal Terbang Sihir.
“Pangeran Alex ... bisakah kita berbicara sebentar?” tanya Ulrich, “ada sesuatu yang penting yang ingin Kami diskusikan dengan Anda.”
“Oh, katakan saja sekarang,” sahut Alex langsung teringat kalau Kapal Terbang Sihir para Penyihir ini telah hancur.
“Kami berharap Pangeran membantu Kami,” kata Zelma, “Kekalahan invasi Kekaisaran Suci Kuil Matahari ini mungkin akan berdampak pada nasib kami para Penyihir. Mereka mungkin akan melampiaskan kemarahan mereka dengan menghancurkan menara Sihir.”
__ADS_1
Zelma ragu Kekaisaran Suci Kuil Matahari akan datang kembali ke Benua Grandland setelah mengetahui—kalau Benua Grandland memiliki entitas kuat yang dengan mudah mengalahkan ribuan Kesatria Suci tingkat tinggi.